pilarbalinews.com

Today: 7 May 2026

Triwulan I 2026 Ekonomi Bali Tumbuh Kuat Sebesar 5,58% 

Ket Foto Ist: Pertumbuhan positif ekonomi Bali, pada Triwulan I 2026 tumbuh kuat sebesar 5,58% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani memaparkan bahwa ditinjau rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan I 2026 tumbuh kuat sebesar 5,58% (yoy).

Diungkapkannya, di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali mampu tumbuh positif yang menunjukkan ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan meskipun kondisi eksternal dipenuhi dengan ketidakpastian.

“Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan I 2026 masih tinggi meskipun melambat dari triwulan sebelumnya (5,86%; yoy), sejalan dengan pola seasonal-nya,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani, dalam rilis dibagikan ke wartawan, Selasa (5/5/2026).

Pihaknya menekankan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut didorong pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU).

Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi masih berada pada LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh 16,67% (yoy), diikuti LU Industri Pengolahan (8,93% yoy).

BACA JUGA  Jadi Primadona Pariwisata Dunia, Marion Jola Bagikan Petualangan di Labuan Bajo dengan Kuku Bima

LU Pertanian tumbuh menguat sebesar 2,36% (yoy) yang didorong peningkatan kinerja subsektor perkebunan dan peternakan.

LU konstruksi juga tumbuh menguat sebesar 4,87% (yoy) didukung tingginya realisasi proyek strategis serta investasi PMA dan PMDN.

Sementara itu, LU Akmamin masih tumbuh kuat sebesar 6,44% (yoy), meskipun melambat seiring periode low season dan penutupan beberapa penerbangan karena konflik Timur Tengah.

“Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh kuat utamanya didukung pertumbuhan konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 20,28% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah,” kata Achris.

Komponen dengan pertumbuhan terbesar berikutnya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,78% (yoy).

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,02% (yoy) sejalan dengan aktivitas belanja masyarakat pada momen HBKN Nyepi, Ramadan, dan IdulFitri, disertai program potongan harga belanja dan insentif Pemerintah.

BACA JUGA  Jaga Kestabilan, Perum Bulog Kanwil Bali Segera Distribusikan Pangan Periode Juni-Juli 2025

“Ekspor luar negeri tumbuh 2,84% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan),” imbuhnya.

Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali akan meningkat pada triwulan II 2026 seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola high season bersumber dari wisatawan mancanegara (utamanya India) dan wisatawan nusantara (liburan sekolah), meningkatnya kinerja pertanian seiring panen raya padi dan hortikultura, kuatnya konstruksi proyek terutama terkait pariwisata dan proyek strategis pemerintah, dan meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan HBKN Galungan-Kuningan.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan stakeholders terkait, Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai inovasi serta kebijakan strategis daerah. PBN001

 

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News