pilarbalinews.com

Today: 20 June 2026

Jatiluwih Fest VII Jadi Kebanggaan Masyarakat Bali, Jaga Subak dan Pertanian Tradisional

Ket Foto: Suasana pembukaan Jatiluwih Fest Ke-VII, menjadi moment pelestarian seni budaya dan tradisi dimiliki masyarakat Jatiluwih, Sabtu (20/6/2026).

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM., membuka resmi Jatiluwih Festival Ke-VII bertema ‘In Balance With Nature – Inspired by Tradition‘ yang bermakna selaras dengan alam terinspirasi oleh tradisi.

Jatiluwih Festival Ke-VII digelar 20-21 Juni 2026 mengedepankan seni budaya, tradisi, dan kelestarian alam. Menurut Bupati Sanjaya, ini sebagai ruang ekspresi masyarakat Jatiluwih, yang mampu melestarikan persawahan dan subak dari leluhur secara turun temurun.

Bagi Bupati Sanjaya, di tengah gempuran pariwisata di Bali, sampai saat ini Desa Jatiluwih, Tabanan, mampu eksis menjaga ekosistem pertaniannya.

“Kabupaten Tabanan memiliki kearifan lokal sebagai warisan yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan alam semesta warisan. Tugas kita sekarang adalah merawatnya. Bahkan, Desa Wisata Jatiluwih diakui secara resmi sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage) oleh UNESCO pada tanggal 29 Juni 2012. Pengakuan ini diberikan berkat sistem pengairan tradisional Bali yang dikenal dengan nama Subak. Itu artinya ribuan tahun yang lalu, subak ini adalah tata kelola manajemen air yang sampai sekarang masih ada, pimpinan subak bernama pekaseh,” tegasnya.

BACA JUGA  Perwakilan Forkom SSB Diterima Gubernur Koster, Sampah Organik Boleh Masuk TPA Suwung Seminggu 2 Kali Hingga 31 Juli 2026

Ditambahkan Sanjaya, Desa Jatiluwih dengan hamparan sawah dimiliki, konsep nyegara gunung juga dipertahankan masyarakat Jatiluwih, bahkan juga di seluruh Bali.

“Nah, ketika diberikan suatu kesuburan ini, apa yang bisa dilakukan masyarakat Bali, salah satunya dengan bercocok tanam. Menyesuaikan bersama alam lingkungannya, sawah diciptakan berundak-undak dengan manajemen tata kelola airnya secara merata (subak),” ucapnya.

Melalui warisan alam heritage dimiliki Jatiluwih, maka Festival Jatiluwih Ke-VII menjadi momentum menjaga pariwisata alam dan budaya di Jatiluwih.

“Festival ini menggerakan ekonomi yang paling elementer. Menggerakan sektor ekonomi, termasuk variabel lainnya. Pengolahan padi, beras, menjadi produk kreatif lainnya. Melalui nilai-nilai dalam events ini mampu memiliki produk baru dan menggerakan kreativitas seni budaya di dalamnya,” tegas Bupati Sanjaya.

Menariknya, Jatiluwih Fest Ke-VII akan menggelar Fun Run di hari Minggu (21/6/2026) dengan melibatkan 2000 pelari. Fun Run 5K dalam rangka menyambut 100 tahun pariwisata Bali, bekerja sama dengan ASITA Bali. Kemudian, malam harinya akan dihibur penyanyi Bali Yan Srikandi.

BACA JUGA  Gelar Pegadaian Media Awards 2025, Hadiah Ratusan Gram Emas Menanti Pemenang

Diungkapkan Manager DTW Jatiluwih John Ketut Purna, bahwa di awal pembukaan ditampilkan tarian maskot Jatiluwih ‘Srijaton Linui’ (Dewi kesuburan, keindahan alam Jatiluwih sebagai jimat yang mendatangkan makna). Kemudian banyak stand-stand kuliner untuk tamu wisatawan lokal dan manca negara.

Ketut Purna berharap Jatiluwih Fest Ke-VII yang telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nasional. Jatiluwih Fest menjadi sarana promosi, pelestarian, dan komitmen menjaga sistem subak beserta isinya.

“Kami mengucapkan selamat datang terhadap seluruh undangan, di Desa Wisata Jatiluwih, yang dikenal bukan saja karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai tradisi subak di dalamnya,” terang Ketut Purna.

Ia mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Pemkab Tabanan atas bantuan sekaligus dukungannya, sehingga Jatiluwih Fest Ke-VII dapat berlangsung baik.

“Maka dengan masuknya ke dalam Kharisma Event Nasional, menjadi kebanggaan serta motivasi bagi kami, untuk terus meningkatkan kualitas event bagi masyarakat lokal,” pungkasnya. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News