Ket Foto: Jajaran Manajemen PLN UID Bali bersama Tim YBM PLN UID Bali berdialog dengan Ketua Yayasan Insan Mandiri Home Schooling, Ridwan Purnomo, terkait penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak penerima manfaat serta bantuan dana operasional yayasan di Denpasar, Senin (3/8/2026).
Memperingati HUT Ke-81 RI, PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali menunjukkan komitmen membantu pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
Program tersebut adalah wujud nyata kepedulian PLN dalam mendukung hak-hak setiap anak Indonesia, untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkecuali.
Bekerja sama dengan Yayasan Insan Mandiri Home Schooling, lembaga pendidikan yang secara khusus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik, YBM PLN menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada lima penerima manfaat, yakni Meutia Salma Afisa, Gusti Rangga, Kaka Barkah, Natasya Sisilia, dan Raziq Syafid Mirza.
Selain bantuan biaya pendidikan, YBM PLN juga menyerahkan bingkisan kepada orang tua masing-masing penerima manfaat sebagai bentuk dukungan kepada keluarga yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak.
YBM PLN turut menyalurkan bantuan dana operasional kepada Yayasan Insan Mandiri Home Schooling guna mendukung penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) yang dikelola oleh YBM PLN.
Dana tersebut berasal dari zakat penghasilan pegawai PLN yang dihimpun melalui mekanisme payroll, serta infak, sedekah, dan wakaf yang dipercayakan kepada YBM PLN.
Seluruh amanah tersebut dikelola secara profesional dan transparan untuk disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.
Ketua YBM PLN UID Bali, Moh. Fajar Jamaluddin mengatakan setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para pegawai PLN yang mempercayakan zakatnya kepada YBM PLN.
“Setiap rupiah yang kami salurkan adalah amanah dari para pegawai PLN yang menunaikan zakat melalui YBM PLN. Karena itu, kami berkomitmen memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fajar.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-citanya.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengungkapkan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.
Baginya, setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensinya.
“Pendidikan merupakan bekal penting bagi masa depan setiap anak. Karena itu, PLN melalui YBM PLN ingin berkontribusi menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga, tetapi juga mendukung proses pendidikan sehingga anak-anak dapat terus berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” beber Ajrun.
Menurut Ajrun, melalui berbagai program sosial yang dijalankan YBM PLN, perusahaan ingin memastikan manfaat kehadiran PLN tidak hanya dirasakan melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang pendidikan yang inklusif.
Ketua Yayasan Insan Mandiri Home Schooling, Ridwan Purnomo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan YBM PLN kepada para peserta didik di yayasannya.
“Anak-anak di yayasan kami adalah anak-anak berkebutuhan khusus yang masing-masing memiliki cara belajar dan potensi yang berbeda. Dukungan dari YBM PLN bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak dan orang tua bahwa mereka mendapat perhatian dan dukungan untuk terus melangkah,” tutur Ridwan.
Ia menambahkan bantuan dana operasional yang diterima akan dimanfaatkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal bagi seluruh peserta didik. *