Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 19 September 2026

Made Jendra Lukis Dua Putrinya, Inspirasi di Pameran Perhimpunan Perupa Payangan Bersama 38 Karya Perupa

Ket Foto: Suasana pembukaan pameran lukisan bertajuk 'Udhar Banda Karma', libatkan Perhimpunan Perupa Payangan, dengan 38 karya perupa, Jumat (18/9/2026).

Perupa Made Jendra tampil beda dengan inspirasi dari dua anaknya. Dua lukisan bertajuk Senyum Sapa 1 dan Senyum Sapa 2, menghiasi dinding Santrian Art Gallery, Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (18/9/2026).

Dalam pameran lukisan bertajuk ‘Udhar Banda Karma’ melibatkan Perhimpunan Perupa Payangan, dengan menampilkan 38 karya perupa.

Made Jendra yang sehari-hari disibukan berternak di kediamannya di Banjar Penyabangan, Desa Kerta Kecamatan Payangan, Gianyar, menuturkan dua karya lukisan dibuat semirip mungkin dengan buah hatinya.

Ia mengatakan lukisan yang usai digarap selama 10 hari tersebut bukan hanya untuk mengikuti pameran semata. Tetapi ruang nyata ekspresi wajah putri-nya, yang memberikan motivasi dan kehidupan menjadi lebih bermakna sehari-harinya.

“Objek utamanya ini adalah putri saya yang pertama dan kedua. Nah, ini judulnya Senyum Sapa satu, Senyum Sapa dua. Kebetulan saya punya anak dua. Ini menceritakan senyum anak-anak kita di keluarga kecil, itu diikat oleh senyum mereka. Ada keharmonisan di dalamnya,” ujarnya.

Jendra dengan penuh semangat menuturkan kedua putrinya, masing-masing berusia 8 dan 3 tahun, selalu menjadi inspirasinya dalam bekerja.

BACA JUGA  Palu Hijau Koster, Bongkar 48 Bangunan Illegal di Pantai Bingin

“Karya tiang ini terinspirasi dari keberadaan mereka, anak-anak yang datang tersenyum membuat kami di keluarga itu rukun, harmonis, tanpa ada gesekan,” kata Jendra, kelahiran 30 Mei 1986 ini.

Sedangkan dalam menambahkan ornamen pada kedua lukisan, diberi hiasan berbentuk dedaunan. Makna dedaunan ini memberi ikatan kuat dalam keluarga.

“Ikatan dalam keluarga kita, dedaunan yang tampak tidak ada ujungnya. Mereka yang mengikat (anak-anak) agar kita di keluarga abadi,” tuturnya.

Tantangan tersendiri adalah membuat lukisan wajah yang mirip dengan aslinya. “Kesulitan ini kan mencari tingkat kemiripannya itu. Biarpun itu anak kami, tapi pada saat melukis itu
kadang-kadang contohnya yang pertama ini agak sulit saat mencari senyumnya gitu. Senyum kok beda kelihatannya gitu,” terangnya.

Dari itulah, Jendra mengungkapkan lebih mempunyai tantangan saat melukis orang yang diri kita kenal.

“Kalau orang yang tidak kita kenal ya dari tingkat kemiripan dalam foto saja sudah cukup kan gitu.
kita ke orang yang kita kenal apalagi yang kita ajak komunikasi sehari-hari itu anak kita, istri kita atau siapa itu yang di sekitar kita itu ya. Beda sedikit saja kita merasa kok ini kayaknya kurang gitu,” demikan Jendra, alumni Jurusan Seni Rupa Undiksha Singaraja ini.

BACA JUGA  Badung Terkesan Bela Investor, Dipanggil DPRD Bali Bahas Step Up Jimbaran

Pembukaan pameran lukisan bertajuk ‘Udhar Banda Karma’ melibatkan Perhimpunan Perupa Payangan, dengan menampilkan 38 karya perupa, turut dihadiri pihak Ketua Perhimpunan Perupa Payangan Made Dollar Astawa; Owner Santrian Gallery IB Gede Agung Shidarta Putra, MBA; dan Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gede Mayun.

“Jadi, saya mewakili Bapak Bupati Gianyar, tadi membuka pameran seni rupa ini melibatkan para Perupa asal Payangan. Teman-teman kan sudah tahu. Di Gianyar itu kan kota seni, kota budaya. Jadi, harapan saya ke depan, khusus untuk Kecamatan Payangan, agar Perhimpunan Perupa Payangan menjadi pelopor. Walaupun kita tahu di Ubud dan di Sukawati itu sudah jauh mendahului, sekarang di Payangan agar mengembangkan juga. Saya harapkan di kecamatan lainnya akan ikut berkembang. Baik seni melukis dan seni apa pun itu di Gianyar,” harap Wabup Gianyar. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News