Peringatan untuk masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian, apabila ada petugas yang datang ke rumah berniat memperbarui data, tetapi berujung peretasan data.
Di tengah masifnya digitalisasi saat ini, modus operandi penipuan berkedok ‘petugas pengkinian data’ makin meresahkan.
Apabila sebelumnya penipuan pengkinian data sering lewat link atau telepon, sekarang modusnya semakin nekat, hingga mendatangi rumah secara langsung.
Mereka kerap mengaku sebagai petugas sensus, survei, atau verifikasi data dari Bank atau instansi tertentu. Di tengah maraknya pendataan resmi saat ini, masyarakat harus lebih jeli agar tidak terjebak tamu tak diundang.
Di satu sisi, kegiatan pengkinian data langsung ke lapangan seperti Sensus Ekonomi, survei statistik, atau kunjungan verifikasi perbankan adalah hal yang legal dan penting. Namun, celah ini sering dimanfaatkan oleh oknum penjahat (social engineering) yang menyamar jadi petugas lapangan demi mencuri data pribadi atau menyusup ke rumah warga
Lalu, bagaimana cara membedakan petugas resmi yang datang ke rumah dengan penipu berkedok survei? Catat 4 hal penting ini:
Periksa Tanda Pengenal & Surat Tugas Resmi: Petugas resmi pasti membawa ID Card instansi yang jelas dan Surat Tugas/Mandat yang sah serta masih berlaku. Jangan ragu untuk meminta mereka menunjukkannya.
Pahami Batas Pertanyaan (Data Apa yang Ditanyakan? Petugas resmi biasanya bertanya seputar data demografi, usaha, atau informasi umum tanpa pernah meminta Nama Ibu Kandung, PIN, kata sandi, kode OTP, nomor CVV kartu debit/kredit, atau foto KTP yang dipegang untuk verifikasi online.
Penipu biasanya langsung menanyakan atau meminta data-data rahasia perbankan yang sangat sensitif.
Jika ragu, jangan biarkan mereka langsung masuk. Minta izin untuk memotret identitasnya atau hubungi call center resmi instansi terkait untuk melakukan verifikasi nama petugas tersebut.
Ingat, keamanan data dimulai dari kewaspadaan diri kita sendiri. Jangan sampai kemudahan digital justru menjadi celah bagi kejahatan siber. Kenali petugasnya, amankan datanya!
Sebarkan informasi ini ke tetangga dan keluarga agar lingkungan kita makin aman dari kejahatan siber maupun fisik agar makin banyak yang terhindar dari jebakan petugas pengkinian data palsu. *