Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 23 October 2026

Polda Bali Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Wilayah, 8 Orang Ditangkap dan 11 Motor Disita

Ket Foto: Tampak Resmob Polda Bali Bekuk 8 tersangka Curanmor, 11 motor hasil kejahatan disita. Sekaligus mengembalikan motor milik pecalang Kadek Budiarta, yang sempat dicuri, Jumat (23/10/2026) sore di Halaman Ditreskrimum Polda Bali.

Tim Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali/Resmob Polda Bali, berhasil membongkar sindikat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan penadahan yang meresahkan masyarakat Bali.

Wadirreskrimum Polda Bali AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., melalui konferensi pers digelar di Polda Bali menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari 7 Laporan Polisi (LP) yang diterima sejak periode Agustus hingga Oktober 2026.

Pengejaran dan pengembangan kasus dilakukan secara intensif hingga menyasar lintas wilayah hukum di Bali.

“​Dalam operasi penangkapan ini, polisi berhasil mengamankan 8 orang tersangka, yang terdiri dari ​6 orang pelaku utama (pencurian) dan ​2 orang penadah barang curian,” ungkap AKBP Gusti Budianaloka di dampingi Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Bali AKBP Belnas Pali Padang, S.E., S.I.K., Jumat (23/10/2026) sore.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diketahui telah beraksi di 13 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Denpasar, Gianyar, hingga Badung.

“Sebanyak 7 orang korban telah teridentifikasi dan angka ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring pengembangan di lapangan,” imbuhnya.

​Selain mengamankan para tersangka, petugas turut menyita 11 unit sepeda motor sebagai barang bukti.

“Jadi ​modus operasinya beragam, seperti kunci palsu hingga menyamar pembeli (Undercover Buy). ​Polda Bali membeberkan sejumlah modus operandi yang digunakan oleh masing-masing tersangka saat melancarkan aksinya, yakni: ​menggunakan kunci palsu dan jual online,” beber AKBP Gusti Budianaloka.

Salah satunya adalah tersangka MGA, yang beraksi mencuri motor dengan kunci palsu dan menawarkan hasilnya melalui platform media sosial/jual-beli online.

“Polisi yang mencurigai sebuah motor jenis Honda Scoopy mirip dengan laporan kehilangan kemudian melakukan penyamaran (undercover buy) dan sistem COD, hingga berhasil meringkus pelaku MGA,” bebernya.

BACA JUGA  Gubernur Koster Luncurkan Domain Aksara ᬩᬮᬶ.id, Identitas Bali Makin Populer di Dunia

Incar Motor Tidak Dikunci Stang
Tersangka DM & JBM, yang diduga mengincar sepeda motor yang parkir tanpa dikunci stang.

“Salah satu aksinya menyasar motor Honda Vario milik korban KI pada 22 Agustus 2026. Setelah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, Tim Resmob melakukan pengejaran dan membekuk mereka di sebuah proyek kawasan Kuta Selatan.

Motor Kunci Nyantol & Kabur ke Luar Daerah (Tersangka KB & MB):
Tersangka KB alias Ismi bersama rekannya mengincar kendaraan yang kuncinya masih tertancap (nyantol) pada stop kontak.

Pelaku KB berhasil dicegat dan ditangkap di Pelabuhan Benoa saat hendak melarikan diri ke kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Rekan-rekannya kemudian diringkus di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan.

​Pengungkapan Jaringan Penadah Tersangka IK, AS, & DI, di mana petugas kembali menerapkan taktik undercover buy terhadap terduga penadah (AS dan DI).

Dari pengembangan terhadap penadah ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti Honda Scoopy serta akhirnya memburu pelaku utama (IK) yang mengakui telah beraksi di 13 TKP.

​Atas perbuatannya, para pelaku pencurian dijerat dengan Pasal 476 dan Pasal 477 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun. Sementara untuk para penadah dijerat Pasal 591 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

​Pihak Polda Bali mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat memarkirkan kendaraan.

​”Sepeda motor merupakan alat transportasi vital bagi masyarakat untuk mencari nafkah. Kami mengimbau warga agar selalu waspada, pastikan mengunci stang, gunakan kunci ganda tambahan, dan jangan sekali-kali meninggalkan kunci dalam keadaan nyantol meskipun hanya ditinggal sebentar,” tegas AKBP Gusti Budianaloka.

​Saat ini, Tim Resmob Polda Bali masih terus melakukan pengembangan di lapangan guna memburu pelaku lain yang masuk dalam DPO serta melacak barang bukti tambahan.

BACA JUGA  Eks Kanwil BPN Bali Ditetapkan Tersangka Ditreskrimus Polda Bali, Pengempon Pura Dalem Balangan Jimbaran Pertanyakan Belum Ditahan

​Motor Pecalang di Singapadu Ditemukan Kembali
Kadek Budiana selaku petugas Pecalang dari Banjar Apuan Desa Adat Singapadu, Kabupaten Gianyar, tidak sanggup menyembunyikan rasa bahagianya setelah motor miliknya yang sempat hilang berhasil ditemukan Tim Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali/Resmob Polda Bali.

​Peristiwa tersebut berawal ketika Kadek Budiana sedang menjalankan tugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas dalam kegiatan upacara duka warga di Banjar Apuan, Singapadu.

Saat itu, terdapat dua warga dari desa adat yang sama namun beda banjar meninggal dunia, sehingga prosesi pengiringan jenazah menuju kuburan (setra) dilakukan secara bersamaan.

​Di tengah kesibukannya mengatur kelancaran arus lalu lintas dari rumah duka menuju tempat pemakaman, sepeda motor milik Budiana yang diparkir di sekitar lokasi mendadak tidak ada di tempat.

​”Awalnya saya kira mungkin ada warga atau kerabat di banjar yang meminjam terburu-buru untuk keperluan acara duka, atau salah ambil motor,” ujar Budiana.

​Setelah menunggu beberapa menit dan sepeda motor tidak kunjung kembali, Budiana bersama rekan-rekan sesama Pecalang langsung melakukan penyisiran di sepanjang jalur menuju kuburan maupun di sekitar lokasi rumah duka.

​Berkat kesiapsiagaan dan koordinasi Tim Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali/Resmob Polda Bali, motor tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Budiana menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kembalinya kendaraan operasional harian yang sangat dibutuhkannya dalam bertugas.

​”Bersyukur sekali dan senang motor bisa kembali. Sebagai Pecalang, mobilitas kami sangat tinggi, bahkan sering menerima telepon atau panggilan tugas mendadak di tengah malam demi menjaga keamanan warga,” tutupnya. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News