Ket Foto: Made Mudarta menekankan Partai Demokrat pernah 10 tahun berkuasa dan jadi oposisi, baginya penting sikap tahan banting.
Partai Demokrat menegaskan pentingnya konsistensi bagi sebuah partai politik untuk melalui berbagai dinamika zaman, baik saat berada di dalam pemerintahan maupun ketika memposisikan diri sebagai oposisi. Partai yang kuat dinilai harus mampu melewati “semua musim” secara alami agar berakar kuat di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan merujuk pada rekam jejak Partai Demokrat yang pernah berada di pemerintahan selama 10 tahun pada periode 2004–2014, sebelum akhirnya mengambil peran sebagai oposisi.
”Inilah musim-musim yang dilintasi secara alami oleh Partai Demokrat, sehingga Partai Demokrat menjadi partai yang kuat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta, ditemui di Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Menurut Mudarta, dinamika penentuan sikap politik mendidik partai untuk siap menampung kritik sekaligus memberikan masukan yang konstruktif bagi jalannya roda pemerintahan. Ketika berkuasa, kritik dari masyarakat harus diterima dan ditampung.
Sebaliknya, ketika menjadi oposisi, program pemerintah yang baik wajib didukung, sementara kebijakan yang kurang tepat harus dikritisi dan diberi masukan.
Ia membandingkan hal tersebut dengan partai politik lain yang mungkin cenderung selalu berada di lingkaran kekuasaan dan tidak pernah berlatih mengambil posisi sebagai oposisi.
Padahal, bagaikan siklus cuaca di Indonesia yang memiliki musim kemarau dan musim hujan, partai yang matang harus siap menghadapi berbagai situasi.
”Seperti Indonesia kan ada musim panas, ada musim hujan. Semua musim harus kita lalui, jangan kita hanya memilih musim hujan saja,” tambah Mudarta.
Lebih lanjut, ia menganalogikan partai politik yang hanya hidup di musim hujan, yakni selalu diuntungkan oleh situasi tertentu, sebagai pohon yang rentan mati apabila sewaktu-waktu menghadapi musim panas atau kekeringan.
Sebaliknya, Partai Demokrat dinilai memilih untuk memperkuat akarnya agar tahan banting dalam situasi apa pun.
Partai Demokrat juga memandang penting bagi rakyat Indonesia untuk merasakan dinamika pergantian kepemimpinan secara utuh.
Dengan merasakan pengalaman dipimpin oleh figur dari latar belakang yang berbeda-beda, masyarakat dapat menilai secara objektif keunggulan serta kekurangan dari setiap kepemimpinan.
”Semangat kita adalah menuju Indonesia Emas 2045. Sebab kalau kita gagal berproses berkesinambungan, maka tujuan besar tersebut bisa jadi hanya sebuah ilusi,” pungkas Mudarta. PBN001