pilarbalinews.com

Today: 13 June 2026

PKB XLVIII 2026, PLN UP2D Bali Pastikan Kelancaran Listrik

Ket Foto: Tampak petugas melakukan pemeriksaan dan perawatan, memastikan pasokan listrik tetap andal dan siap digunakan saat dibutuhkan.

Kesiapan sistem distribusi tenaga listrik, dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali, dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Pengamanan sistem distribusi dan pemantauan jaringan secara intensif, PLN berupaya memastikan masyarakat dan wisatawan dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan budaya dengan aman dan nyaman.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra menerangkan keandalan sistem distribusi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran berbagai agenda berskala besar, termasuk PKB.

“PKB merupakan agenda budaya yang sangat penting bagi Bali. Karena itu, kami berupaya memastikan seluruh pertunjukan, khususnya yang menggunakan sistem pencahayaan dan tata suara, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman tanpa terganggu oleh pasokan listrik,” terangnya, Jumat (12/6/2026).

Mendukung keandalan pasokan selama pelaksanaan PKB, UP2D Bali telah menyiapkan skema pengamanan sistem distribusi melalui konfigurasi jaringan yang andal serta skenario manuver jaringan apabila terjadi gangguan pada salah satu bagian sistem.

BACA JUGA  Curanmor Sasar Kostan, Motifnya Penuhi Kebutuhan Sehari-Hari

Seluruh kondisi jaringan dipantau secara berkelanjutan melalui pusat pengendalian distribusi guna memastikan respons cepat dalam setiap kondisi operasional.

Sebagai unit yang mengoperasikan Distribution Control Center (DCC) Bali, UP2D melakukan pengawasan sistem distribusi selama 24 jam.

Melalui pusat kendali tersebut, petugas dapat memantau kondisi jaringan, beban sistem, status peralatan distribusi, serta melakukan pengaturan operasi jaringan secara cepat untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik.

Menurut Petrus, kesiapan sistem distribusi tidak hanya ditentukan oleh kondisi infrastruktur, tetapi juga kemampuan pengendalian sistem dan kecepatan respons dalam menangani potensi gangguan.

“Kami memastikan sistem distribusi memiliki tingkat keandalan yang memadai untuk mendukung kebutuhan kelistrikan selama PKB. Apabila terjadi gangguan pada salah satu penyulang atau jaringan tertentu, UP2D telah menyiapkan skenario pengalihan beban dan langkah penormalan agar pasokan listrik tetap terjaga,” jelasnya.

Selain menyiapkan strategi pengamanan sistem, UP2D Bali juga telah melakukan assessment terhadap jaringan distribusi dan gardu distribusi yang memasok kebutuhan listrik ke lokasi penyelenggaraan PKB.

BACA JUGA  Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Kagum dengan Kearifan Lokal di Desa Penglipuran

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan distribusi berada dalam kondisi optimal sebelum kegiatan berlangsung.

Sebanyak 27 personel PLN UP2D Bali disiagakan selama pelaksanaan PKB untuk melakukan pemantauan sistem distribusi, pengamanan operasi jaringan, serta memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan yang berpotensi memengaruhi keandalan pasokan listrik.

PLN juga terus mengantisipasi berbagai potensi gangguan eksternal, seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, hewan, maupun faktor teknis lainnya yang dapat memengaruhi jaringan distribusi.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif agar potensi gangguan dapat diminimalkan sejak dini. Harapannya seluruh rangkaian PKB dapat berlangsung lancar sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati setiap pertunjukan dengan nyaman,” katanya.

Melalui pengaturan operasi sistem distribusi yang andal dan pengawasan jaringan secara berkelanjutan, PLN UP2D Bali berkomitmen mendukung suksesnya PKB XLVIII Tahun 2026 sebagai salah satu agenda budaya terbesar yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News