Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 29 July 2026

Ketahanan Pangan, BI Bali Nusra Bantu Drone Sprayer ke Kelompok Petani di Jatiluwih

Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Balinusra) terus memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian modern kepada kelompok tani di wilayah Balinusra.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 yang diselenggarakan, Minggu (26/7/2026) di Subak Jatiluwih, Tabanan.

Melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian, bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi proses budidaya, kualitas hasil panen, serta keberlanjutan produksi komoditas pangan strategis di daerah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani secara simbolis menyalurkan bantuan berupa drone sprayer kepada kelompok tani padi Subak Guama yang disaksikan Sekda Provinsi Bali.

Penggunaan drone sprayer diharapkan dapat mempercepat proses penyemprotan, meningkatkan ketepatan penggunaan pupuk dan pestisida, mengurangi biaya tenaga kerja, serta memperluas cakupan lahan yang dapat ditangani dalam waktu yang lebih singkat.

BACA JUGA  Dewa Mahayadnya Tekankan Hari Lahir Pancasila sebagai Momentum Penuntun Bangsa, Kedepankan Rasa Persatuan dan Kesatuan

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan kepada kelompok tani bawang putih Poktan Lendang Luar, berupa hand tractor, cultivator, hand sprayer, dan hammer mill disaksikan oleh Sekda Provinsi NTB.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga pengolahan hasil produksi.

Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara.Timur memberikan bantuan berupa cold storage dan cultivator kepada kelompok tani cabai P4S Tilang One Farm disaksikan oleh Gubernur NTT.

Keberadaan cold storage diharapkan dapat memperpanjang masa simpan cabai, mengurangi potensi kehilangan hasil pascapanen, serta membantu petani menjaga kontinuitas pasokan ke pasar.

Dalam implementasi program pengendalian inflasi pangan, strategi tidak hanya dilakukan melalui stabilisasi harga dalam jangka pendek, tetapi juga perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas produksi dari sisi hulu hingga hilir.

BACA JUGA  𝗕𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗖𝗮𝗹𝘃𝗶𝗻 𝗩𝗲𝗿𝗱𝗼𝗻𝗸 𝗚𝗮𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗹𝗹𝗲

Dukungan sarana produksi, mekanisasi pertanian, penguatan teknologi pascapanen, dan peningkatan kapasitas kelompok tani menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pangan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Asisten Gubernur Bank Indonesia dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bank Indonesia secara aktif berkomitmen untuk mendukung produksi pertanian melalui implementasi pertanian modern guna mendukung petani sebagai salah satu aktor utama dalam menjaga ketersediaan pangan.

Ke depan, Bank Indonesia se-Balinusra akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, dinas teknis, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas penerapan pertanian modern, meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga keberlanjutan pasokan pangan, serta mendukung terciptanya inflasi yang rendah dan stabil untuk mewujudkan masyarakat Balinusra yang semakin sejahtera. PBN001

Ket Foto: GPIPS Balinusra 2026 bantu drone sprayer untuk kelompok tani di Desa Jatiluwih, Tabanan, Minggu (26/7/2026).

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News