Kawasan pariwisata Bali memiliki potensi pengembangan industri makanan dan minuman (Food and Beverage), hospitality, bakery, kopi, wine and spirit, termasuk teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem.
Hal ini tertuang dalam pembukaan resmi Bali Interfood Ke-7 digelar 2-4 September 2026, yang telah resmi dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Bali Selatan, Rabu (2/9/2026).
Kerumunan masyarakat antusias melihat Bali Interfood, dengan 110 peserta pameran internasional yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group dan 35 Industri Kecil Menengah (IKM).
“Banyak sekali pameran produk-produk makanan minuman, olahan, wine, coklat, sayur-sayuran segar dan lainnya yang disuplai ke F&B dan industri hospitality di Bali,” ujar CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim dalam doorstop bersama awak media.

Daud Salim menceritakan Bali Interfood menjadi barometer pameran makanan minuman dan hospitality di Indonesia, yang diikuti banyak negara.
Ia mengatakan akan ada seleksi terhadap chef challenge tingkat Asia-Pasifik, yang akan bertanding di Indonesia, khusus untuk menu Gelato.
Diketahui tuan rumah Indonesia menjadi lokasi seleksi chef Gelato, untuk beberapa negara. Kemudian dipilih satu pemenang di Jakarta pada Bulan November 2026 yang akan mewakili Asia-Pasifik, untuk berikutnya bertanding di Kota Rimini, Italia dalam Gelato World Cup pada Januari 2027.
“Jadi kalau kompetisi pastry dan bakery, kompetisi memasak harus melakukan pertandingan di Singapura, baru dikirim ke Eropa. Nah, peserta lomba Gelato diadakannya di Indonesia sebagai tuan rumah Asia-Pasifik. Ada penilaian dari Chef Profesional, mereka akan menilai dan sebelumnya memang ahli pengolahan Gelato. Olahan Gelato, nanti akan dibuat dari bahan alami lokal,” ucapnya.
Berbagai pameran peralatan restoran, peralatan pendingin makanan, komputerisasi harga, dan lainnya juga ditampilkan dalam Bali Interfood 2026. Harapannya tercapai target 15.000 pengunjung selam tiga hari kegiatan
“Bali Interfood 2026 sebagai titik temu strategis bagi produsen, distributor, importir, buyer, pelaku HORECA, peritel, pemilik restoran dan kafe, hingga para investor. Bukan saja pameran, akan terjalin business matching, networking session, dan program edukatif yang membuka peluang kolaborasi sekaligus transaksi baru,” katanya.

Daud Salim menambahkan Bali Interfood menjadi ruang produk unggulan IKM dari Bali, perusahaan coklat, coklat bar, produk kopi, supplier sayuran segar, yang menjajakan kualitas unggulannya.
“Kami komitmen tahun depan 2027, akan lebih banyak lagi UMKM dan produk yang mengikuti pameran ini. Kami akan memfasilitasi buyers dari lokal dan internasional untuk berkunjung ke pameran Bali Interfood.
Menurut Daud Salim, Bali menjadi salah sati kekuatan pariwisata yang besar di dunia. Tentu saja, dengan meningkatnya pariwisata, membuat peningkatan makanan dan minuman untuk hotel serta peralatan di restaurant.
Sebagai kawasan internasional, Bali memiliki posisi yang strategis dalam perkembangan industri F&B nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, kafe, serta bisnis kuliner di Bali terus menciptakan kebutuhan terhadap produk, bahan baku, peralatan, teknologi, dan solusi industri yang semakin beragam.
“Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan bisnis hospitality dan kuliner di Indonesia. Karena itu, Bali Interfood kami hadirkan sebagai platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas,” terang Daud Salim.

Bali Interfood 2026 juga hadir bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Hal ini adalah peluang terbuka pengembangan pariwisata ke depan.
“Sebagai pameran internasional yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group, maka Bali Interfood 2026 telah berhasil mempertemukan berbagai pelaku industri makanan dan minuman, hospitality, bakery, kopi, wine, spirit, sampai teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem yang telah ditunggu-tunggu masyarakat. Momentum ini menjadi kesempatan yang penting dalam mencari sumber produk baru, membandingkan solusi, termasuk membangun koneksi supplier di setiap bisnis hotel dan restorant,” ucap Christina Sudjie selaku CMO Krista Exhibitions Group.
Melalui berbagai kolaborasi Bali Interfood 2026, menghadirkan ekosistem yang sangat luas, dimulai dari bahan baku, produk makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, peralatan pengolahan, horeca, jasa boga, hingga teknologi dan solusi pengemasan.
“Keberadaan Bali Interfood bukan hanya sebuah ajang pameran produk makanan dan minuman, tapi merupakan ruang strategis untuk memperkuat jejaring bisnis, meningkatkan inovasi sekaligus memperkokoh daya saing indistri hospitality di Indonesia, khususnya Bali. Apalagi industri hotel dan restoran memiliki hubungan yang erat dengan sektor makanan dan minuman. Kuliner bukan sekadar kebutuhan dasar wisatawan, tapi telah menjadi bagian penting dari perjalanan dan pengalaman saat berlibur di Bali,” ucap Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati selaku Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali.
Disebutkan, Cok Ace apabila wisatawan berkunjung ke Bali, bukan saja mencari tempat menginap, tapi mencari suatu pengalaman otentik melalui cita rasa, budaya dan aktivitas.
“Sebab, ekonomi lokal yang ditawarakan oleh sebuah destinasi. Bagi Bali, ekonomi merupakan kekuatan utama, bukan hanya sekedar besar, sedang membangun pariwisata berkualitas. Kekayaan kuliner Bali berakar pada budaya, tradisi, dan filosofi kehidupan masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkesan dan berkelanjutan. Namun, tantangan Bali terhadap pariwisata terus ada, seperti perubahan perilaku konsumen, tuntutan terhadap produk sehat dan ramah lingkungan,” tegas mantan Wakil Gubernur Bali periode
Irwan S. Widjaja selaku Chairman of the SME Development Committe Indonesian Food and Beverage Producer Association (GAPMMI) menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,24%, sedangkan pertumbuhan perindustrian makanan dan minuman di Indonesia mencapai di angka 6,2 persen. Diketahui pertumbuhan makanan dan minuman di Bali, mencapai dua kali lipat dari tahun 2022, sedangkan di tahun 2026 mendekati pertumbuhan makanan dan minuman sebesar 10%.
“Bali membuktikan bukan saja sektor pariwisata, tetapi industrinya sendiri melalui pertanian hingga perkebunan. Adanya industri makanan dan minuman adalah industri yang padat karya, benar-benar sangat dibutuhkan masyarakat. Maka pameran yang adakan Krista Exhibitions Group memberikan masukan kepada konsumen yang hadir untuk melihat dan menumbuhkan industri makanan dan minuman, semuanya ada di tempat ini,” tegas Irwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopumk) Provinsi Bali Dr. I Wayan Ekadina, SE., M.Si., menambahkan perkembangan sektor pariwisata Bali diikuti keragaman makanan dan minuman, sehingga sangat tepat digelarnya Bali Interfood 2026 dalam mendukung kemajuan pariwisata Bali.
“Saya harapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut, apalagi pariwisata Bali terus berkembang baik. Para wisatawan sangat mencintai Bali, termasuk beragam kuliner khasnya. Mari kita jaga terus kolaborasi kita,” tegasnya.

Salah satu bisnis minuman rempah merek ‘Dawa’ menyajikan minuman rempah-rempah tradisional. Banyak pengunjung yang mencoba dan tertarik dengam usaha Dawa, dengan sistem kemitraan berupa Paket Autopilot dan Paket Mandiri.
“Jadi keunikan ditawarkan adalah menyajikan kerjasama kemitraan usaha minuman rempah-rempah, yang mana proses membuatnya harus ditumbuk alami, menggunakan bahan alami, dan disajikan dengan air hangat. Minumen rempah ini yang pertama di Bali, lewat sistem kemitraan. Saya rasa lewat bertemunya para pecinta usaha makanan dan minuman di Bali Interfood, akan membuka peluang baru usaha ke depannya,” ungkap marketing Dawa, Adhika.
INDUSTRI F&B DAN HOSPITALITY
Untuk diketahui, pengunjung tidak hanya dapat mencari produk sesuai kebutuhan bisnis, tetapi juga melihat bagaimana berbagai sektor dalam industri F&B dan hospitality saling terhubung.
“Yang kami hadirkan bukan hanya produk, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berada di balik industri ini buyer, supplier, chef, purchasing, distributor, asosiasi, hingga profesional hospitality,” kata CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim.
Salah satu program yang menjadi unggulan pada Bali Interfood 2026 adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan teknik dan kreativitas para profesional gelato.
Terdapat rangkaian Gelato World Cup Indonesian Selection, Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.
Selain gelato, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sesi kuliner dan beverage yang menghadirkan chef serta profesional industri.
Program tersebut mencakup Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.
Bali Interfood 2026 menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa yang mempertemukan wine dengan beragam karakter cita rasa melalui rangkaian Wine Pairings.
Pengunjung diajak menikmati perpaduan yang unik dan inovatif, mulai dari Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, hingga Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.
Sementara itu, IPBI Competition Area menghadirkan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, dan Flower Table Decoration Workshop.
Isu keberlanjutan juga menjadi bagian dari agenda edukasi melalui panel diskusi “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better” oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).
Bali Interfood 2026 juga memperkuat sisi bisnis melalui Business Matching Room, yang secara khusus mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier dan exhibitor.
Sejumlah agenda yang digelar antara lain “Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali”, Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations.
Program tersebut membuka ruang pertemuan langsung antara perwakilan purchasing dan procurement dengan supplier yang menawarkan bahan baku, produk, peralatan, teknologi, dan berbagai solusi untuk kebutuhan operasional bisnis.
Bagi pelaku usaha, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mencari sumber produk baru, membandingkan solusi, membangun koneksi dengan supplier, serta menjajaki kerja sama yang berpotensi berlanjut setelah pameran.
Bali Interfood 2026 turut memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menghadirkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat).
Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri F&B tidak hanya membutuhkan inovasi produk dan teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga profesional serta kesadaran terhadap tantangan industri yang semakin berkembang.
Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bali Interfood sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality. Dari produsen dan distributor hingga hotel, restoran, kafe, bakery, buyer, investor, profesional kuliner, dan penyedia teknologi, seluruhnya bertemu dalam satu ekosistem.
Dengan dibukanya pameran Bali Interfood 2026 sekaligus membuka tiga hari kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi, menemukan produk, membangun koneksi, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan peluang bisnis baru.
Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui website resmi Bali Interfood 2026 di register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood.
Registrasi juga tersedia langsung di lokasi selama pameran berlangsung.
Tiket masuk sebesar Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari penyelenggaraan. PBN001