Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 4 September 2026

KPU Bali Tekankan Inventarisasi dan Pendataan Logistik Penting Menuju Penyelenggaraan Pemilu 2029

Ket Foto: KPU Bali komitmen menyelenggarakan Pemilu 2029 ke depan yang efisien, akuntabel, dengan administrasi, dokumentasi, investarisasi, hingga perencanaan logistik berbasis data.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan membuka Rapat Koordinasi Dokumentasi dan Inventarisasi Logistik Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024, Perencanaan Logistik Pemilu Tahun 2029, serta Tindak Lanjut Reviu Pertanggungjawaban Anggaran Tahun 2025 pada KPU Kabupaten Klungkung dan Jembrana, di Ruang Rapat KPU Provinsi Bali, Kamis (3/9/2026).

Rakor ini melibatkan jajaran KPU Provinsi Bali, KPU Kabupaten/Kota Se-Bali, Kesbangpol Provinsi Bali, serta jajaran pengelola keuangan dan logistik tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, sekaligus menyiapkan perbaikan untuk penyelenggaraan Pemilu 2029 mendatang.

Lidartawan menegaskan melalui pengalaman Pemilu dan Pemilihan 2024, tidak cukup hanya menjadi catatan yang disimpan setelah seluruh tahapan selesai.

Beragam persoalan, kebutuhan, hingga kendala yang ditemukan harus diinventarisasi dan dievaluasi agar mampu menjadi pijakan menyusun perencanaan yang lebih baik.

“Kita harus membangun fondasi yang lebih baik. Perencanaan logistik harus disusun berdasarkan data dan pengalaman nyata penyelenggaraan sebelumnya, dalam memproyeksikan kebutuhan Pemilu 2029,” ujarnya.

Lidartawan berharap upaya memperbaiki fondasi tersebut juga menyentuh aspek pengelolaan anggaran.

Anggota KPU Bali I Gede John Darmawan menekankan pentingnya penyampaian kondisi serapan anggaran, sekaligus kebutuhan logistik secara jelas.

BACA JUGA  Soal Petruk "Diblokir" di PKB, De Gadjah: Saya Sudah Telpon Pak Gubernur

Menurutnya, informasi tersebut perlu diterjemahkan dalam peta logistik yang menggambarkan kebutuhan, kendala pengelolaan, hingga jalur distribusi.

“Perencanaan tidak berhenti pada angka kebutuhan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana logistik dapat dikelola dan didistribusikan secara efektif,” ungkap John.

Dari sisi tata kelola kelembagaan, Anggota KPU Bali Anak Agung Gede Raka Nakula mendorong adanya inovasi dan penguatan budaya kerja sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan Zona Integritas.

Sementara itu, Anggota KPU Bali Luh Putu Sri Widyastini mengingatkan agar proses inventarisasi dilakukan secara akurat, terdokumentasi, dan terintegrasi dengan data pemilih.

“Jadi keduanya menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap perencanaan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” bebernya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada kondisi riil pengelolaan logistik. Kabag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Bali Santi Chovarida memaparkan hasil inventarisasi serta biaya pengelolaan logistik Pemilu 2024.

Paparan tersebut dilengkapi Kasubbag Umum dan Logistik Putu Githa Gowinda, yang menjelaskan biaya serta peta jalur distribusi logistik.

Melalui pembahasan tersebut, sejumlah kendala distribusi kembali menjadi perhatian, bersamaan dengan kebutuhan untuk memastikan setiap penggunaan anggaran tertib secara administrasi.

BACA JUGA  Masyarakat Diajak Waspada Penipuan Berkedok DJP

Pada aspek pertanggungjawaban anggaran, Kasubbag Keuangan KPU Provinsi Bali I Wayan Budiarta menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat, Inspektorat akan melakukan reviu terhadap anggaran KPU Kabupaten Jembrana dan KPU Kabupaten Klungkung.

Santi Chovarida kembali mengingatkan jajaran agar tidak mengabaikan kelengkapan administrasi, antara lain memastikan KAK dan RAB terlampir dalam setiap SPJ, seluruh belanja disertai dokumentasi, serta memenuhi ketentuan Keputusan KPU Nomor 409 Tahun 2022.

Kelengkapan dokumen sewa dan perpajakan juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.

Bagi KPU Bali, evaluasi logistik dan anggaran bukanlah dua persoalan yang berdiri sendiri. Keduanya saling berkaitan dalam membangun penyelenggaraan pemilu yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, sebelum rapat ditutup, Lidartawan meminta KPU Kabupaten/Kota se-Bali secara rutin menyampaikan pengeluaran setiap bulan dalam rapat pleno serta mendokumentasikan setiap konsultasi yang berkaitan dengan perpajakan.

Administrasi yang lebih tertib, dokumentasi yang lengkap, inventarisasi yang akurat, serta perencanaan logistik berbasis data, KPU Bali berupaya membangun tata kelola penyelenggaraan Pemilu yang semakin efisien, akuntabel, dan siap menghadapi Pemilu 2029. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News