Ket Foto: Musda Ke-III BPD ABUJAPI Bali, dengan terpilih aklamasi, I Putu Gede Indra, SH., M.Pd. Ditekankan masalah program, sistem keamanan, teknologi hingga perubahan yang lebih baik untuk BUJP, Kamis (8/10/2026).
Musyawarah Daerah Ke-III Badan Pengurus Daerah Asosiasiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Bali, bertema: ‘Membangun Satpam Unggul dan Profesional demi Industri Jasa Pengamanan yang Modern’, Kamis (8/10/2026) di Harris Hotel & Residence, Denpasar.
I Putu Gede Indra S.H., M.Pd., selaku Ketua DPD ABUJAPI Bali periode 2026-2031 yang telah terpilih secara aklamasi, menjelaskan bahwa Musda Ke-III ini menjadi komitmen bersama seluruh anggota ABUJAPI, untuk bisa memperkokoh anggota.
“Jadi, untuk visi-nya adalah ABUJAPI, BPD ABUJAPI Bali melindungi pengusaha Satpam di Bali, memberikan perlindungan kepada pengusaha supaya lancar keberlangsungan bisnisnya. Selain itu, kita harus mengamankan masa depan Satpam, meliputi kesejahteraannya, kompetensinya, peningkatan skill, kualitas pelayanan, termasuk tupoksinya,” ujar Putu Indra.

Bagi Putu Indra, diperlukan dukungan seluruh pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), khususnya di Bali. Harus bersatu padu, saling mendukung, mau belajar teknologi di bidang security. Ya, ini harus ditingkatkan. Seperti saat ini kita juga mengundang di Musda Ke-III ini dari Singapore Security Association. Mereka datang untuk memperkenalkan pengembangan teknologi security, termasuk penggunaan AI dalam bidang keamanan. Kita di Bali ini wajib mengikuti perkembangan ini karena Bali itu adalah tujuan wisata dunia,” bebernya.
Ditambahkan Putu Indra, perihal pengamanan di sektor pariwisata itu tidak hanya secara biasa saja. Harus didukung oleh teknologi.
“Nah, kemudian yang menjadi tantangan paling dekat adalah penguatan internal dulu. Penguatan internal, kepengurusan juga. Kemudian dicek BUJP yang ada di Bali ini harus valid, statusnya harus valid. Ada banyak perluasan yang di Bali kalau kita hanya 38, sedangkan perluasan dari luar daerah itu 100 lebih. Ini perlu kita cek. Ini kecenderungannya bekerja sama dengan Binmas Polda Bali dan APSI. Asosiasi Satpam itu di APSI, ini kita bekerja sama, bersinergi, Binmas, ABUJAPI, dan APSI Bali ya dalam meningkatkan kualitas skill daripada Satpam,” beber Putu Indra.

Uji kompetensi ini juga harus didukung oleh user yang menggunakan Satpam. “Tenaga Satpam yang berkualitas itu mustahil tercapai kalau kita tidak melaksanakan refresh, tidak melaksanakan uji kompetensi juga supaya terjaga kualitasnya.
Nah, ada kerja sama dengan Singapore Security Association. Untuk kerja sama sudah terjalin itu dari pusat diinisiasi pada Rakernas di Bandung 2 bulan yang lalu. Itu dari pihak Singapore Security Association datang, kemudian kita dari Bali, saya sendiri mengunjungi Singapura dan melihat seperti apa teknologi security-nya dan itu tidak mustahil dapat kita laksanakan di Bali,” pungkasnya.
Dewa Putu Suyasa., S.Pd., selaku Ketum DPD ABUJAPI Bali periode 2021-2026, mengapresiasi terpilihnya Putu Indra Ketua DPD ABUJAPI Bali 2026-20231.
Baginya, pergantian pucuk pimpinan di mana pun dan kapan pun sudah biasa, di mana pemimpin hadir sebagai motivator, menjalankan program, dan menjaga kekompakan anggota di lapangan. Ia berharap semangat perjuangan para anggota BUJP di Bali, terus digelorakan.
“Hingga pada Musda Ke-III ini merupakan perjalanan yang panjang, sejak saya memimpin dari 2021 pernah ada Covid-19, lalu 2020 kita coba bertahan yang penting bisa bertahan, sekarang berlanjut tentang upah minimum. Saya berharap dengan Ketua Umum yang baru semoga bisa menyampaikan kepada Kadis Ketenagakerjaan Provinsi Bali, agar upah dan fee kinerja Satpam diperhatikan,” katanya.
Dewa Suyasa menekankan kekompakan menjadi kekuatan ABUJAPI Bali, maka dengan kehadiran Putu Indra sebagai Ketum ABUJAPI 2026-2031, akan lebih menggairahkan kinerja anggotanya dan lebih baik dari sebelumnya.
“Sampai sekarang ABUJAPI Bali tetap solid, maka ke depan Satpam juga agar bisa naik level. Saya juga memohon maaf karena banyak janji yang belum tuntas. Saya berharap Ketum yang baru supaya tetap memperjuangkan ABUJAPI Bali, terus berjaya dan jangan jual murah tenaga Satpam,” harapnya.
Drs. Supardi, selaku perwakilan Ketua Umum BPP ABUJAPI, Komjen Pol. (P) Drs. Moch. Sofjan Jacoeb, MM., menerangkan Pertama, BUJP dan anggotanya harus tertib, di mana ditekankan supaya tertib organisasi dan kode etik, setiap keputusan harus diambil lewat organisasi, tanggung jawab BUJP dan ABUJAPI harus memenuhi tugas pokok dan kewenangannya. Organisasi tidak boleh berjalan lewat kepentingan pribadi atau golongan, tapi lewat sistem organisasi yang baik.
Kedua, adalah tata keuangan yang sehat untuk organisasi. Keuangan organisasi harus dilakukan transparan, bangun budaya setiap pemasukan dan pengeluaran agar dapat berjalan baik secara integritas.
Ketiga, harmonisasi ABUJAPI tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri, baik dari pusat hingga daerah. Harmonisasi bukan berarti tidak boleh berpendapat, tetapi dinamika bersama dan ketika keputusan telah diambil, maka harus mengedepankan dan membangun BUJP dan ABUJAPI yang dipercaya masyarakat pengguna jasa pelayanan satpam.
“Musda Ke-III ini menjadi ruang kita untuk konsolidasi, evaluasi, dan memperkuat organisasi. Menjaga kemitraan yang kontrukstif bersamaa Polri, dalam membina dan pengawasan BUJP dan ABUJAPI,” katanya.
Diketahui apabila kebutuhan masyarakat, perbankan, rumah sakit, kawasan pariwisata, dan lainnya sangat membutuhkan jasa pengamanan yang besar.
“Semua menuntut peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga Satpam ABUJABI, yang diikuti dengan profesionalisme dan sesuai tantangan di lapangan. BUJP agar dikelola dengan sangat baik modern, bukan hanya soal berapa jumlah satpam yang bekerja, tapi mereka hadir memiliki integritas, pelayanan yang baik dan profesional,” tandasnya.
Direktorat Binmas Polda Bali, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.IK., M.Han., menerangkan sistem keamanan yang lebih personal dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergitas seluruh unsur, termasuk dunia usaha dan pengamanan swakarsa.
“Salah satu unsur penting dalam Pamswakarsa adalah Satpam. Satpam tidak hanya dituntut mampu melaksanakan tugas penjagaan dan pengamanan, tetapi juga harus memiliki kompetensi, disiplin, integritas, etika, serta kemampuan berkomunikasi yang baik. Karena itu, BUJP dan ABUJAPI memiliki peran penting dalam memastikan bahwa Satpam yang bertugas benar-benar profesional dan mampu menjawab kebutuhan keamanan di lapangan,” pungkasnya.
Hal penting lainnya, keamanan Bali bukan hanya bagaimana mencegah terjadinya gangguan keamanan, tapi membuat suasana masyarakat menjadi terlindungi, dunia usaha dapat berjalan, dan wisatawan merasa aman dan nyaman selama di Bali.
“Bali memiliki memiliki karakter sosial dan budaya yang sangat kuat. Ada desa adat serta nilai-nilai kearifan lokal yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kehidupan masyarakat Bali. Oleh karena itu, sistem pengamanan di Bali harus mampu memadukan profesionalisme, pendekatan humanis, penghormatan terhadap adat dan budaya serta sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat, dalam konteks tersebut, Satpam memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka hadir di hotel, kawasan pariwisata, pusat perbelanjaan, perbankan, rumah sakit, bahkan dalam banyak situasi satpam merupakan orang pertama yang ditemui masyarakat maupun wisatawan saat memasuki kawasan atau fasilitas,” tegas Kombes Pol. Suwandi. PBN001