Wakil Ketua II DPRD Badung, Made Wijaya, SE., atau akrab disapa Yonda, menyoroti tajam infrastruktur di kawasan kepariwisataan Kuta Selatan.
Salah satunya, kondisi di Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, Badung, yang dianggap Yonda tidak layak sebagai jalur destinasi wisata internasional. Yonda menilai selama ini penanganan dari pemerintah melalui dinas terkait, hanya bersifat darurat (emergency) lewat tambal sulam.
“Permasalahan perbaikan yang dilakukan selama ini, semuanya hanya berstatus emergency. Tidak ada perbaikan yang vital dari titik Lapangan Lagon sampai ke Tanjung Benoa. Hanya sekadar menambal lubang jika muncul kerusakan. Akibatnya, saat ini banyak sekali tambal sulam dan genangan air di jalur itu,” kata Yonda, politisi Partai Gerindra, yang kini duduk sebagai Wakil Ketua II DPRD Badung periode 2024-2029 ini, pada Kamis (23/4/2026).
Kritikan terhadap perbaikan Jalan Pratama, mutlak dilakukan demi menjaga kenyamanan wisatawan di Kuta Selatan. Jalan Pratama juga menjadi jalan vital pariwisata di Bali Selatan.
Diketahui bahwa jalur vital terkait menghubungkan Lapangan Lagon hingga Tanjung Benoa, disebutkan penuh dengan bekas tambal sulam. Mirisnya lagi, ada genangan air yang sangat mengganggu kelancaran lalu lintas wisatawan dan masyarakat.
Yonda selaku Bendesa Adat Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung ini juga menilai tambal sulam di Jalan Pratama, justru memberikan citra negatif terhadap pariwisata Badung.
Lebih dari itu, Jalan Pratama setiap harinya menjadi akses keluar masuk hotel-hotel setempat, maupun menuju destinasi wisata air di Tanjung Benoa.
Situasi miris ini merusak estetika di Jalan Pratama, yang menjadi pertaruhan terhadap para investor dan pelaku pariwisata. Mereka kerap membawa tamu lokal dan manca negara, melewati Jalan Pratama. Namun sayangnya, kerusakan jalan belum mendapatkan perhatian serius pemerintah.
“Jelas saja ini sangat tidak bagus untuk dilihat, baik oleh masyarakat maupun pelaku investasi di sana. Padahal, hotel-hotel dan restoran di jalur Jalan Pratama berkontribusi sangat besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung. Pajak-pajak sudah diterima, maka sangat wajar dan wajib jika infrastrukturnya diperbaiki secara total,” bebernya.
Keluhan masyarakat bahkan hampir setiap hari diterima Yonda, atas Jalan Pratama. Ia menekankan dengan kemajuan kepariwisataan dan arus lalu lintas yang padat setempat. Fungsi Jalan Pratama, harus didukung kualitas aspal yang maksimal. Pemerintah harus jeli melihat persoalan ini dan bergerak lebih gesit lagi.
Melalui fungsi pengawasannya, DPRD Badung merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Bupati Badung, agar segera mengalokasikan anggaran perbaikan menyeluruh pada tahun anggaran 2026. Bahkan, jangan hanya sekadar di tambah saja, tapi diaspal ulang (overlay) dalam meningkatkan citra pariwisata Kuta Selatan.
“Ke depannya, kami tetap akan memantau terus di Tahun 2026 ini. Jalur Pratama sudah masuk kategori kurang layak sebagai destinasi pariwisata. Kami minta segera dilakukan peninjauan lapangan dan aksi nyata perbaikan tahun ini juga,” tandasnya. PBN001
Ket Foto Ist: Politisi Partai Gerindra, I Made Wijaya sekaligus Wakil Ketua II DPRD Kab. Badung periode 2024-2029, soroti kerusakan parah di Jalan Pratama, Kel. Benoa, Badung.