Ket Foto Ist: Lomba Mixology Arak Bali, mengangkat tradisi dan kelestarian produk lokal menjadi karya berkelas, Selasa (19/5/2026).
Generasi muda Bali tampak bersemangat dalam mengangkat potensi arak lokal. Hal ini tampak dalam audisi Lomba Mixologi Arak Bali, digelar DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng, Senin (18/5/2026) di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali.
Peserta lomba Mixologi Arak Bali berasal Kota Denpasar, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik dalam meracik minuman berbahan dasar arak Bali dengan kreativitas dan sentuhan khas masing-masing.
Menariknya, dari semua peserta yang tampil, hadir pula tiga srikandi yang ikut bersaing mewakili Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng. Kehadiran para perempuan muda ini menjadi warna tersendiri dalam kompetisi yang didominasi peserta laki-laki.
Audisi tersebut disaksikan langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, sekaligus menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri.

Para juri kemudian memilih tiga peserta terbaik dari masing-masing kabupaten/kota untuk melaju ke babak final yang akan digelar pada bulan Juni mendatang.
Perwakilan Kota Denpasar, juara pertama diraih oleh I Kadek Ryan Budi Ardika, disusul Kadek Dika Sastrawan sebagai juara kedua, dan I Wayan Levi Johniawan di posisi ketiga.
Sementara itu, Kabupaten Karangasem didominasi peserta dari LPK Monarch Bali Candidasa. Juara pertama diraih I Kadek Agus Ariya, juara kedua I Wayan Taman Artha, dan juara ketiga I Kadek Buda Arnawa.

Di Kabupaten Buleleng, Ketut Rino Suyastrawan berhasil meraih posisi juara pertama. Posisi kedua diraih I Putu Aldy Muliastrawan, sedangkan juara ketiga diraih I Komang Tri Widhi Ardika.
Hal menarik justru hadir dari Kabupaten Klungkung. Jika di daerah lain para juara didominasi peserta laki-laki, berbeda dengan Klungkung yang hanya memiliki satu peserta perempuan dalam audisi tersebut. Srikandi muda bernama Dewa Ayu Sri Wahyuni tampil percaya diri di tengah 14 peserta yang mengikuti audisi.
Meski menjadi satu-satunya perempuan yang bersaing di Kabupaten Klungkung, Dewa Ayu Sri Wahyuni mampu membuktikan kemampuannya dalam meracik minuman berbahan arak Bali secara maksimal hingga berhasil keluar sebagai juara pertama.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu bersaing dan berkreasi di dunia mixologi.
Posisi juara kedua Kabupaten Klungkung diraih I Nyoman Devan Rishikesha Sabha, sementara Arya Agung Mahendra Kusuma menempati posisi juara ketiga.
Lomba Mixologi Arak Bali kali ini berhadiah total beasiswa sebesar Rp 39 juta. Lomba ini dalam rangka memeriahkan bulan Bung Karno tahun 2026.
“Melalui Lomba Mixology Arak Bali, mari kita angkat potensi generasi muda untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan produk lokal menjadi karya berkelas,” tegas Wayan Koster. PBN001