pilarbalinews.com

Today: 8 May 2026

Empat Perupa Pamerkan Vernal Artistic di Santrian Gallery, Hayati Akar Mendalam

Ket Foto: Tampak empat seniman perupa gelar pameran di Santrian Gallery, yakni: Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, IB. Suryantara, dan Dewa Gede Agung, bertajuk ‘Vernal Artistic’, Jumat (8/5/2026).

Pameran lukisan di Santrian Gallery menghadirkan empat pelukis ternama, yakni Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, IB. Suryantara, dan Dewa Gede Agung, dengan tajuk ‘Vernal Artistic’, Jumat (8/5/2026).

Kurator I Made Susanta Dwitanaya mengatakan karya-karya lukisan kali ini menarik disimak, Vernal Artistic mengajak pencinta seni rupa menyelami setiap musim dari semi menuju hujan, dan lainnya. Setiap karya yang ditampilkan memiliki makna bahwa perubahan musim menandai semangat dan spirit baru yang muncul.

“Di dalam seni lukisan karya-karya berbentuk panel cukup lazim, hanya saja pengemasannya masing-masing seniman yang berbeda dan display berbeda. Baik panel berurutan atau bersifat acak, tinggal bagaimana kita memandang lukisan tersebut,” ujarnya.

Susanta menekankan Vernal Artistic, mengalami proses yang mendalam. Bahkan, empat perupa lukis telah menyelami jiwa perupa lainnya, itu terjadi lama sejak di bangku kuliah.

“Empat perupa sudah kenal lama tahun 2000-an, sejak di bangku kuliah menyelami dunia seni rupa. Melihat karya dan melakukan perubahan warna-warna, figur, gagasan, dan lainnya. Elemen komposisi perupa masih dijaga, sehingga memiliki ciri khasnya tersendiri,” tuturnya.

BACA JUGA  Basement Pasar Badung Tenggelam 8 Meter, Polresta Denpasar dan Forkompinda Bersih-bersih Pascabanjir

Diungkapkan I Gede Sugiada asal Desa Manggis, Karangasem ini bahwa karya lukisnya mengalami perubahan menjadi lukisan dengan corak berwarna, tujuannya agar terjadi kesinambungan dari warna panel-panel yang telah terhubung satu sama lainnya.

“Saya menampilkan 7 karya terbaru di seri Tahun 2026, yang berukuran besar-besar, di mana karya tentang diri saya sebagai seniman, gambaran di sekitar saya, bahkan polemik yang ada pada diri saya sendiri. Saya ingin tampilkan maksimal karya saya ini, yang menarik dari panel juga ada kesinambungan saat berkarya dan menjadi bentuk lukisan yang indah,” kata Sugiada yang akrab disapa Handuk ini.

Dikatakan Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., selaku Rektor Institut Seni Indonesia Bali bahwa pameran Vernal Artistic sangat spesial dengan empat perupa alumni ISI Indonesia Bali.

“Kami mengapresiasi pameran Vernal Artistic ini, di mana empat perupa berasal dari alumni ISI Indonesia Bali. Tema musim semi juga berkaitan dengan Pop Bali, di mana ingin mengabadikan yang selalu baru. Musim semi yang kokoh dengan batang dan tumbuhan yang mengakar ke dalam. Pop Bali bukan menerangkan yang di permukaan, tetapi pop Bali mendasari akar yang kuat, penyelaman atas akar yang kuat,” katanya.

BACA JUGA  Tekankan Toleransi Umat Beragama, Polda Bali Jaga Keamanan di Malam Takbiran dan 495 Personel Siaga

Pop Bali menancap ke akar dan memandang jauh ke depan. Semua menjadi masa kini, Prof. Kun mengapresiasi atas pameran diadakan empat perupa, yang akan terus berkarya dan menginspirasi di hilir, khususnya para komunitas-komunitas perupa di Bali. Seniman tumbuh merdeka dari waktu ke waktu, sehingga seperti pada tahun 1920-an 1930-an, pariwisata di Bali ini tumbuh dan menggema lewat karya dari para seniman Bali.

“Teman-teman nanti dapat menikmati, memandang, menyelami karya-karya perupa Bali, yang sejak berkarya di bangku kuliah. Sebagai generasi muda yang progresif dan tidak pernah mengenal ujung di karya artistiknya. Mengorbitkan apa yang saya kenal sebagai Pop Bali,” tandasnya. PBN001

 

 

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News