pilarbalinews.com

Today: 18 April 2026

Akhiri Praktik Open Dumping di Bali, Gubernur Koster Dampingi Menteri LH ke TPA Suwung

Ket Foto Ist: Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., MP., lakukan kunjungan ke TPA Suwung dan menekankan mengakhiri open dumping, Jumat (17/4/2026).

Kosentrasi mengakhiri praktik open dumping di Bali, menjadi keseriusan pemerintah pusat dan daerah, pada Jumat (17/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., MP., mengatakan Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung agar meningkatkan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Maka itu, di kawasan Denpasar – Badung, kami minta kapasitas pengelolaan sampah di TPS3R ditingkatkan. Kemudian terkait Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi yang melanggar aturan pemilahan sampah, Saya minta Pangdam IX Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali dan Kasi Intel agar mendukung sepenuhnya dari Bupati/Walikota untuk segera mempertajam pelaksanaan Tipiring, karena tidak adil, bilamana masyarakat yang sudah pilah, tidak dilindungi dengan perlindungan hukum, pada saat ada yang tidak pilah,” tegas Menteri Hanif Faisol Nurofiq, di dampingi Gubernur Bali Wayan Koster, saat meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I, TPST Tahura II, TPST Kertalangu di Kota Denpasar.

Kunjungan juga dilakukan ke pengelolaan sampah TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung.

Melalui tinjauannya di TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster yang didampingi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melihat langsung pengelolaan sampah organik dan an-organik yang dikerjakan secara sistematis oleh puluhan pekerja di TPST.

BACA JUGA  Tingkatkan Kunjungan dan Transaksi Lampaui 100%, Bali Nusra Great Sale 2025 Ditutup Meriah di Living World Denpasar

Menteri LH, Hanif, mengutarakan terima kasih kepada Gubernur Bali, Walikota Denpasar serta Bupati Badung, karena dalam kurun waktu satu bulan, Pemkot Denpasar bersama Pemkab Badung mampu memilah sampah lebih dari 50 persen.

“Sampai saat ini, pengelolaan sampah di TPST terus kita pantau, karena itu TPST Tahura I kita minta ditingkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton perhari dan TPST Tahura II menjadi 100 ton perhari,” katanya.

Menurutnya, sejumlah alat-alat sudah datang untuk membantu mengolah sampah. “Saya yakin akhir bulan Juli sampah bisa ditangani dengan baik,” imbuhnya.

Kunjungan ke Semua TPA di Bali
Mengakhiri kunjungannya di TPA Suwung dan TPST Tahura I – TPST Tahura II, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pihaknya akan mendatangi semua TPA di Bali.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga meminta Gubernur Wayan Koster untuk memanggil semua Bupati/Walikota se-Bali tanpa terkecuali, agar diingatkan untuk mengakhiri praktik open dumping.

“Jadi, ini kita maknai sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan sampah tidak hanya di Bali, namun kami menggunakan kewenangan yang diberikan Undang-Undang untuk memaksa kita semua mengakhiri open dumping diseluruh tanah air,” bebernya.

Usai meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II di Kota Denpasar, Menteri Lingkungan Hidup RI bersama Gubernur Bali langsung bergerak ke Kabupaten Klungkung, melihat kondisi pengelolaan sampah TOSS Centre di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda.

BACA JUGA  Viral Sempat Protes Ditilang Satlantas Polres Badung, Pelanggar Lalu Lintas Akui Salah

Setibanya di TOSS Center, kehadiran Menteri LH bersama Gubernur Bali disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster melihat kondisi TOSS Center yang telah melakukan pengolahan sampah organik sampai menjadi pupuk.

“Hasil pupuk organik yang diolah ini, kami berikan kepada petani secara gratis,” ucap Sekda Klungkung.

Selain melihat adanya pupuk organik, Menteri Lingkungan Hidup kemudian menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan an-organik di bagian Selatan TOSS Center.

Atas kondisi itu, Menteri LH meminta Sekda Klungkung untuk menjaga kawasan TOSS Centre, supaya tidak ada open dumping dan meminta Pemkab Klungkung untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat melakukan pemilahan sampah.

“Ini cukup terpilah, kalau tercampur akan tambah parah lagi. Kalau bisa dijaga di hulunya, agar lebih murah anggaran dalam kelola sampahnya. Tumpukan sampah ini harus ditangani, agar tidak ada potensi kerusakan lingkungan. Jadi seluruh Bali sampai bulan Agustus ini agar mengakhiri open dumping,” tutupnya.

Kunjungan lainnya, ke Embung Tukad Unda, Klungkung untuk melihat Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos. PBN001