pilarbalinews.com

Today: 21 April 2026

Terduga Saska J Digiring ke Polda Bali, Buntut Keributan di Bandara Ngurah Rai dan Hendak Kabur ke Jepang

Ket Foto Ist: Pemeriksaan awal dilakukan terhadap owner arisan bodong Twins_SJ, terduga Saska di Polres Bandara Ngurah Rai. Kini dilimpahkan ke Polda Bali, Selasa (21/4/2026).

Terduga arisan bodong grup WhatsApp Twins_SJ, inisial NNS (31) alias Saska J, tampaknya harus mengurungkan niatnya berlibur ke Jepang.

Pasalnya, Senin (20/4/2026) sejumlah korban arisan bodong yang dikelolanya, mencegatnya ke luar negeri dan meminta hak-hak uangnya dikembalikan.

Terduga NNS bersama suaminya inisial WAEW, awalnya telah membawa tiga koper berukuran besar dan style pakaian liburan ke Jepang.

Niat untuk kabur sembari berlibur ini batal total dan berakhir pada laporan para korban ke aparat Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dan dilimpahkan ke Polda Bali.

Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui Kasi Humas Ipda I Gede Suka Artana kepada awak media, Selasa (21/4/2026) membenarkan kejadian tersebut.

“Kami membenarkan adanya kejadian keributan yang sempat viral di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin (20/4/2026),” ujar Ipda Gede Suka, yang sangat akrab dan humoris dengan awak media ini.

Pihaknya menjelaskan kedua belah pihak yang terlibat sempat diamankan ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk dilakukan penanganan awal.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan sejumlah pihak yang mengaku sebagai korban, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan permasalahan arisan.

BACA JUGA  Wisatawan Asal China Tenggelam di Pantai Canna Badung

“Korban disebut cukup banyak dan berasal dari beberapa daerah di Bali, dengan lokasi kejadian perkara (TKP) awal berada di wilayah Karangasem,” ucapnya.

Ipda Gede Suka menambahkan, sehubungan dengan hal tersebut, guna penanganan lebih lanjut kedua belah pihak selanjutnya diantar ke Polda Bali, untuk proses penyelesaian maupun pelaporan lebih lanjut, mengingat TKP serta para korban tersebar di beberapa daerah di Bali.

“Jadi personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai turut melakukan pendampingan terhadap kedua belah pihak selama perjalanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.

Peranan Terduga Saska
Berdasarkan informasi di lapangan dihimpun awak media, diduga peran terduga Saska selaku warga dari Banjar Tegal Saat Kapal, Mengwi, Badung ini sebagai penyedia grup WA arisan Twins_SJ awalnya memperoleh simpati anggotanya.

Konon janjinya menawarkan keuntungan cepat setiap kali arisan online maupun investasi bodong digelar.

Keuntungan diberikan bernilai puluhan juta, sehingga korban-korbannya tergiur di awal mendengar tawaran bergabung ke dalam arisan Twins_SJ.

“Orangnya pintar sekali mengajak korban, saya tergiur ikut arisan dengan menaruh uang selama dua tahun terakhir (2024-2025). Saya ikut awalnya lancar, saya ikut nomer bawah karena ada keuntungannya ambil terus.  Singkatnya, Oktober 2025, saya pribadi ditawarkan oleh Saska untuk gabung investasi (Di luar arisan-red), saya taruh uang investasi sebesar Rp80 Juta, lalu bulan depannya (Nopember 2025) saya dapat Rp100 Juta, saya dapat keuntungan investasi awal Rp20 Juta. Terjadi kendala saat penarikan berikutnya, saya minta tarik uang selalu diulur-ulur. Kerugian saya pribadi alami, sebesar Rp300 Juta,” ujar sumber inisial ND (28) saat ditemui awak media, Minggu (29/3/2026) lalu.

BACA JUGA  Koster Perkuat Organisasi Hingga Gotong Royong Rakyat, 5.079 Pengurus PDIP Tabanan Dikukuhkan

ND menceritakan terhadap Saska selaku owner dari arisan Twins_SJ, sempat ribut karena uang investasinya gagal diambil ND.

“Sempat ribut sama dia, saya putuskan keluar dari grup. Diperkirakan di grup ada 85 orang. Perkiraan kerugian bersama teman-teman lainnya mencapai Rp10 Miliar-an. Arisannya tidak hanya di Bali ada di Surabaya juga,” katanya.

“Memang dulu sempat ada yang sudah keluar grup arisan sebelumnya, tapi saya pribadi masih percaya sama dia. Sekarang saya baru sadar kerugian saya banyak dan saya akhirnya keluar grup arisan Twins_SJ. Sekarang supaya dia tidak terus mencari korban baru, dari itu persoalan ini harus di stop, saya harus bicara soal ini,” pungkas ND. PBN001