Ket Foto Ist: Dugaan hendak kabur ke luar negeri, terduga arisan bodong grup WhatsApp Twins_SJ. Inisial NNS (31) alias Saska J dicegat para korban di Bandara Ngurah Rai, Badung.
Kasus dugaan arisan dan investasi bodong grup WhatsApp Twins_SJ, mengalami perkembangan terbaru dan menyita perhatian publik.
Inisial NNS (31) alias Saska J, terduga pengelola ini dikabarkan gagal berangkat ke Jepang setelah dicegah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (20/4/2026).
Kuat dugaan mencuatnya informasi ini di kalangan media, pasca sejumlah anggota yang mengaku sebagai korban mendatangi bandara usai mengetahui rencana keberangkatan Saska bersama suaminya.
Dari itu, pelapor sekaligus korban dari arisan bodong menjelaskan informasi tersebut awalnya beredar dari komunikasi internal, hingga akhirnya para korban bergerak cepat melakukan pencegahan.
“Jadi korban sudah koordinasi, akhirnya ada yang menunggu di bandara. Kami khawatir dia pergi tanpa tanggung jawab,” ungkap sumber internal yang tidak ingin disebutkan namanya.
Melalui peristiwa terkait, situasi sempat memanas. Terjadi keributan antara terduga dan sejumlah anggota arisan yang berujung aksi saling dorong hingga dugaan kontak fisik.
“Terjadi jambak-jambakan, ada member yang sampai benjol,” ucap sumber tersebut.
Pelapor juga mengaku dirinya ikut terseret dalam persoalan ini. Ia menyebut namanya disebut-sebut oleh Saska dalam percakapan, sehingga merasa difitnah.
“Saya yang melaporkan, tapi malah nama saya dibawa-bawa dan disudutkan,” kata dia.
Selain itu, beredar video yang memperlihatkan perdebatan di lokasi. Dalam video tersebut, Saska disebut sempat menyatakan belum ada laporan polisi yang kemudian memicu reaksi dari para korban.
Sementara itu, nilai kerugian yang sebelumnya ditaksir sekitar Rp10 miliar kini disebut meningkat hingga mencapai kurang lebih Rp18 miliar, meski angka tersebut masih menunggu verifikasi resmi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum Saska, termasuk apakah yang bersangkutan telah diamankan atau masih dalam proses pemeriksaan.
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui WhatsApp, baik melalui panggilan telepon maupun pesan, pihak yang bersangkutan belum memberikan jawaban atau tanggapan resmi.
Sebelumnya diberitakan, arisan online Twins_SJ diduga melibatkan sekitar 150 anggota dengan puluhan di antaranya mengaku menjadi korban.
Modus yang digunakan berupa penawaran keuntungan cepat dengan nominal besar, yang awalnya berjalan lancar sebelum akhirnya mengalami kendala pencairan.
Para korban kini tengah menyiapkan langkah hukum dan berharap ada kepastian serta pertanggungjawaban dari pihak pengelola. PBN001