PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali berbagi kepedulian kepada Yayasan Bali Baby Home dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-81.
Melalui inisiatif donasi mandiri, keluarga besar PLN UP2D Bali menyalurkan bantuan berupa satu unit mesin cuci, token listrik dan perlengkapan bayi untuk mendukung kebutuhan sehari-hari anak-anak yang berada dalam pengasuhan yayasan tersebut.
Bantuan yang diserahkan secara langsung kepada pengurus yayasan ini menjadi wujud nyata kepedulian insan PLN terhadap lingkungan sosial, sekaligus menghadirkan makna berbeda dalam peringatan Hari Listrik Nasional yang jatuh setiap 27 Oktober.
Yayasan Bali Baby Home, yang secara resmi bernama Yayasan Rumah Bayi Bali Indonesia, merupakan lembaga sosial yang berlokasi di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Yayasan ini berfokus pada perlindungan dan pengasuhan bayi, khususnya mereka yang menghadapi risiko penelantaran, serta memberikan pendampingan kepada perempuan dengan kehamilan yang tidak direncanakan.
Dalam menjalankan misi kemanusiaannya, yayasan berupaya menyediakan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kehadiran lembaga ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial dalam memberikan kesempatan bagi setiap bayi untuk memperoleh perlindungan dan masa depan yang lebih baik.
Bagi Burhan, Founder Yayasan, bantuan tersebut memiliki arti penting dalam menunjang kegiatan pengasuhan sehari-hari.
Mesin cuci diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan pakaian dan perlengkapan bayi, sedangkan bantuan token listrik serta kebutuhan bayi dapat meringankan pengeluaran operasional yayasan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta kepedulian keluarga besar PLN UP2D Bali. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari anak-anak yang kami asuh. Mesin cuci akan membantu pekerjaan pengasuh, sementara token listrik, dan perlengkapan bayi turut meringankan kebutuhan operasional kami. Semoga kebaikan ini menjadi berkah bagi seluruh keluarga besar PLN,” ungkap Burhan yang merupakan Founder Yayasan Bali Baby Home.
Sementara itu, Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menyampaikan bahwa momentum Hari Listrik Nasional bukan hanya menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan PLN dalam menghadirkan energi bagi masyarakat, melainkan juga untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan.
“Melalui momentum Hari Listrik Nasional ke-81, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bagi kami, listrik bukan sekadar energi untuk menerangi rumah dan menggerakkan aktivitas, tetapi juga bagian dari kehidupan yang mampu menumbuhkan harapan. Semoga bantuan sederhana dari keluarga besar PLN UP2D Bali ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan para pengasuh di Bali Baby Home,” ujar Petrus.
Petrus menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang tumbuh dari semangat kebersamaan dan kerelaan insan PLN UP2D Bali untuk berbagi.
Melalui donasi mandiri, para pegawai ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di luar tanggung jawab utama perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
“Kami percaya bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan dan manfaat yang dapat dirasakan penerimanya. Semangat berbagi ini juga menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN untuk senantiasa bekerja dengan hati, tidak hanya dalam melayani kebutuhan kelistrikan, tetapi juga dalam membangun kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Kegiatan berbagi tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan PLN di tengah masyarakat memiliki makna yang lebih luas daripada penyediaan tenaga listrik.
Di balik tugas menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali, terdapat semangat kemanusiaan yang terus tumbuh melalui kepedulian dan kebersamaan para pegawainya.
Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut mengambil bagian dalam aksi sosial, sekaligus mempererat hubungan antara insan PLN dan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, terang yang paling bermakna bukan hanya yang menyinari sebuah ruangan, melainkan juga yang mampu menghadirkan senyum, kehangatan, dan harapan bagi kehidupan.
Dari Bali, PLN UP2D Bali terus menyalakan energi kepedulian, karena setiap anak berhak tumbuh dalam kasih sayang dan memiliki masa depan yang terang. PBN001/Rls