Ket Foto: Tim Banteng Denpasar berhasil menjuarai Soekarno Cup III, di final mereka mengalahkan Tim Banteng Badung dengan skor (3 – 2). Kemenangan Tim Banteng Denpasar, menunjukkan dedikasi untuk kedua kalinya menjuarai Soekarno Cup, Senin (25/5/2026).
Keseruan di pertandingan perebutan juara III Soekarno Cup III Provinsi Bali, berakhir kemenangan diraih Banteng Tabanan (4) Vs (0) Banteng Karangasem, Senin (25/5/2026).

Kemenangan besar Banteng Tabanan ini membuat mereka berhak meraih juara III, sedangkan Banteng Karangasem di posisi IV.
Sedangkan disusul pertandingan final antara Banteng Badung Vs Banteng Denpasar. Pertandingan final bagi kedua tim, saling serang dan beradu taktik.
Skor di babak pertama, Banteng Denpasar (2) dan (0) Banteng Badung. Selanjutnya, perlawanan dilakukan Banteng Badung di babak kedua (Denpasar 2 – 1 Badung), meskipun Banteng Badung sempat saling membalas skor. Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan bagi Banteng Denpasar.
Hingga peluit di akhir pertandingan, skor tidak berubah, Banteng Denpasar (3) dan (2) Banteng Badung. Kesuksesan ini membuktikan kerja keras kedua tim, bahkan strategi dan permainan yang ditunjukkan menunjukkan semangat sepak bola modern yang fair play.

Muhammad Prananda Prabowo selaku Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital bersama-sama Anggota Komisi II DPR Fraksi PDI-P Komarudin Watubun, menyerahkan hadiah utama beasiswa sebesar Rp50 Juta, untuk juara I Soekarno Cup Provinsi Bali. Termasuk dalam penyerahan hadiah utama ini dihadiri oleh Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, Sekretaris DPD PDIP Bali I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bendahara PDIP Bali Dewa Made Mahayadnya, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Badung Nyoman Giri Prasta.

Ketua Panitia Soekarno Cup III, I Wayan Adi Arnawa, SH., mengatakan skor (3 -2 ) kemenangan Banteng Denpasar dalam mengalahkan Banteng Badung, kedua tim tampak saling bersikeras meraih kemenangan di final Soekarno Cup III ini.
“Saya lihat animo penonton sangat besar, di mana Soekarno Cup bukan hanya untuk hari ini, tapi jadi motivasi untuk kita, termasuk pemerintah dan masyarakat. Untuk anak-anak muda ada satu wadah, di pemerintah daerah mendorong adanya Sekolah Sepak Bola (SSB) di desa-desa, khususnya kelompok umur 8-12 tahun, tentu (kita) di Badung itu dapat didorong lewat APBDes. Kita gaungkan, bagaimana mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga melalui sepak bola kedepannya,” terangnya.
Coach Banteng Denpasar, A.A Brahmastra mengatakan kemenangan 3-2 atas Banteng Badung merupakan buah kerja keras dari para pemain dan manajemen tim.
“Kita lihat bersama kerja keras adik-adik kita dari Banteng Denpasar, di mana ini meraih gelar untuk kedua kalinya. Tim ini telah kami persiapkan 1,5 bulan lalu, di mana setiap hari kami latihan fisik dan strategi. Sedangkan, di final kami sebelumnya telah menganalisa permain tim Banteng Badung,” tegasnya.
Sementara itu, pencetak gol terbanyak 11 gol datang dari pemain Banteng Denpasar, Putu Kenzi Raditya. Ia mengaku bersyukur mampu mencetak gol sehingga menjadi top skor.
“Ini menjadi top skor untuk pertama kali bagi saya. Ini juga berkat teman-teman saya semuanya,” tegasnya.
Dari Tim Banteng Badung, diutarakan coach Nyoman Heri Palguna bahwa pertandingan final ini menjadi pelajaran penting bagi anak asuhnya.
“Dalam sepak bola ada menang dan kalah, kali ini di final, tim Banteng Badung harus mengakui keunggulan tim Banteng Denpasar. Semua pemain telah menunjukkan perjuangan yang sangat baik,” ucapnya.
Komang Aditya Putra salah satu pemain dari Banteng Badung menerangkan di tahun depan akan lebih bekerja keras lagi, meski sekarang gagal juara, kerja keras bersama tim akan terus dibangun.
“Ya hasil terbaik ini (juara 2) merupakan kerja keras kami, di mana kami sebelumnya telah bekerja keras bersama tim dan latihan setiap hari. Kami tidak akan menyerah dan semoga tahun depan kami bisa mencoba lagi,” harapnya. PBN001