Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 6 October 2026

Bank BPD Bali Turun Bantu Restorasi Paduraksa di Pura Melanting, Komitmen Jaga Kearifan Lokal

Ket Foto Ist: Program TJSL/CSR Bank BPD Bali menyerahkan bantuan penataan dan pemulihan (mrada ulang) kawasan Paduraksa di Pura Melanting, Desa Adat Banyupoh, Kec. Gerokgak, Buleleng, Sabtu (3/10/2026).

Bank BPD Bali kembali hadir mendukung penataan dan pemeliharaan sarana persembahyangan bagi masyarakat adat.

Hal ini karena Bank BPD Bali, memahami pentingnya keberadaan tempat suci dalam menjaga spiritualitas dan kearifan lokal masyarakat Bali.

Di balik megahnya arsitektur Pura Kahyangan Jagat yang menjadi simbol doa para pedagang dan pelaku usaha, terdapat komitmen tulus masyarakat untuk terus merawat warisan leluhur.

Langkah kepedulian diwujudkan melalui penyerahan bantuan penataan dan pemulihan (mrada ulang) kawasan Paduraksa di Pura Melanting, Desa Adat Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (3/10/2026) belum lama ini.

Pura Melanting yang diempon oleh empat desa adat dan delapan subak ini memiliki peran sentral dalam kehidupan spiritual masyarakat, khususnya dalam memohon keselamatan, kemakmuran, dan kelancaran usaha.

Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali, Drs. I Wayan Sutela Negara, M.M., menyerahkan bantuan ini secara simbolis mewakili manajemen, bersama dengan Jajaran Direktorat Kepatuhan serta Pimpinan serta karyawan Bank BPD Bali Cabang Singaraja dan Cabang Seririt.

BACA JUGA  Temuan Jenazah Laki-laki Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Klian Pengempon Pura Melanting, Kadek Sumantra, serta disaksikan oleh Pemangku Pemucuk Pura Melanting, Ida Mangku Kade Temaja.

“Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), Bank BPD Bali turut mengambil bagian untuk memastikan keberlanjutan kelestarian arsitektur serta keindahan bangunan suci tersebut agar tetap ajeg. Pemulihan struktur Paduraksa ini sekaligus menjadi pelengkap atas upaya pemeliharaan tempat ibadah yang dikerjakan secara gotong royong oleh pengempon pura,” ujar Wayan Sutela.

Wayan Sutela menegaskan keberadaan Bank BPD Bali tidak sekadar menjalankan fungsi perbankan dan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memikul tanggung jawab moral untuk menjaga akar budaya serta tradisi Bali.

BACA JUGA  Lahan Tahura Disidak Pansus TRAP DPRD Bali, BTID Tegaskan Luasan 62,14 Ha Sesuai Prosedur

“Bank BPD Bali tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Bali. Karena itu, menjaga kelestarian situs adat, budaya, dan sarana persembahyangan merupakan bagian terintegrasi dari nilai kepedulian kami,” imbuhnya.

Ia berharap sentuhan perbaikan pada Paduraksa Pura Melanting ini tidak hanya mengembalikan keindahan fisik bangunan suci, tetapi juga memancarkan semangat gotong royong serta memberikan ketenangan dan kekhusyukan bagi seluruh umat yang hadir bersembahyang.

“Penyaluran bantuan ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan Bank BPD Bali dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada pilar pembangunan kota dan komunitas yang berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya lokal,” harapnya.

Dukungan nyata BPD Bali ini diharapkan dapat semakin mempererat sinergi antara lembaga keuangan daerah dengan masyarakat dalam merawat kearifan lokal Bali agar tetap lestari melintasi generasi. PBN001/rls

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News