Ket Foto: Suasana penutupan Tanah Lot Festival Ke-7 dilakukan Wabup Tabanan Made Dirga, Minggu (30/8/2026).
Tanah Lot Festival Ke-7 resmi ditutup dengan semangat membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan meningkatkan sektor pariwisata Bali.
Tari Jayaning Singasana mengawali penutupan Tanah Lot Festival Ke-7, yang disaksikan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., Manajemen Operasional Badan Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot I Wayan Sudiana, SE., dan undangan pejabat lainnya.
Menurut Wabup Tabanan Made Dirga yang mewakili Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, bahwa DTW Tanah Lot sudah sangat terkenal di dunia dengan keindahan Pura Tanah Lot, dan kelestarian alam pesisirnya yang luar biasa. Generasi saat ini, ditekankannya agar dapat merawat, menjaga kultur, dan mengembangkan pariwisata lebih baik ke depan sesuai Tri Hita Karana.
“Selama tiga hari Tanah Lot Festival Ke-7 digelar pada 28-30 Agustus 2026, kita telah menyaksikan Tanah Lot Festival Ke-7, dengan suguhan penampilan seni budaya, musik, hingga kuliner tradisional yang sangat apik. Semoga Tanah Lot Festival, bisa memberikan kesan kepada para wisatawan lokal dan manca negara yang hadir, Tanah Lot Festival juga menjadi upaya mempererat keluarga dan menjaga kelestarian budaya nenek moyang kita,” ujar Wabup Tabanan Made Dirga, dalam sambutannya Minggu (30/8/2026) siang di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Tema Tanah Lot Festival Ke-7 adalah ‘Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya’ dimaknai menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.
Harapannya, harmonisasi dan keseimbangan terus terjaga di areal Tanah Lot dan sekitarnya. “Tema ini menegaskan laut menjadi sumber daya alam, Tanah Lot agar menjadi momentum untuk menjaga laut kita sebagai sumber kehidupan,” tegas Wabup Made Dirga.
Ke depannya Tanah Lot Festival Ke-7 sebagai ajang promosi dan budaya, serta ajang menggali potensi budaya, adat istiadat dan lainnya.
“Saya harapkan event ini dapat berjalan konsisten setiap tahunnya, promosi wisata alam, menjunjung pariwisata dan kreativitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Manajemen Operasional Badan Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot I Wayan Sudiana, SE., menyambut baik setelah kesuksesan Tanah Lot Festival diadakan untuk ke tujuh kalinya.
“Sampai tadi malam (Sabtu) itu luar biasa pengunjungnya. Ini menunjukkan masyarakat antusias sekali dengan festival yang kita lakukan setiap tahun ini. Mudah-mudahan dengan kita lakukan event seperti ini, kunjungan wisatawan datang ke Tanah Lot ini selalu meningkat,” ungkapnya.
Sudiana menceritakan Festival Tanah Lot Ke-7 ini sebagai bagian promosi pariwisata dan meningkatkan UMKM di Tabanan.
“Bagaimana kita dapat menikmati dan memperoleh dampak positifnya, ke depannya harus kita pikirkan lagi bersama. Bahwa setiap kegiatan seperti ini kita jaga kebersihan dan kesuksesan acaranya, bagaimana acara ini bisa berjalan dengan baik. Kalau sementara ini kita lihat sudah sangat bagus ya,” ungkapnya.
Bagi Sudiana, dengan rata-rata kunjungan di atas 3.000 dan hampir mencapai 4.000 kunjungan, telah menunjukkan eksistensi Tanah Lot Festival Ke-7 menjadi salah satu kunjungan yang diminati masyarakat.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, ekonomi kita semakin turun sekarang daripada tahun sebelumnya. Nah, sekarang festival ini adalah tujuannya untuk kita bertahan, bertahan hidup, bertahan beroperasi, jangan sampai dilupakan. Hasilnya sekarang bagus, hasilnya juga sama nanti,” tandasnya. PBN001