Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan tidak menampik bahwa trend perlintasan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), yang keluar dan masuk ke Indonesia mencapai angka 4,5 Juta per Januari – April 2026.
“Januari-April 2026 terdapat 4,5 Juta perlintasan keluar dan masuk wilayah Indonesia, di mana 4 juta di antaranya adalah WNA. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas global, sekaligus kuatnya daya tarik Indonesia di mata internasional,” ujar Bugie, dalam sambutan di Media Gathering, Jimbaran, Bali Selatan, Rabu (6/5/2026).
Ia menyakini apabila kedatangan wisatawan asing juga mengalami peningkatan 10 persen dari pada Tahun 2025. Tidak terkecuali ke wilayah Bali, sebagai destinasi wisatawan dunia.
“Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Bali tetap menjadi destinasi utama secara global, meskipun kebijakan visa kini dilakukan secara selektif. Di sisi lain, isu dinamika global, baik ketegangan politik di Timur Tengah, juga memberikan pengaruh arus perlintasan internasional dan pembatalan penerbangan,” ucapnya.
Melalui kinerja dan inovasi yang dikembangkan Imigrasi Ngurah Rai, mengedepankan humanis dan tetap berpegang teguh dengan aturan di lapangan. WNA yang tidak melengkapi atau bermasalah dilarang masuk ke Bali, bahkan akan dideportasi. “Kami terus mengoptimalkan kinerja di lapangan, melalui kolaborasi terkait, seperti di Bandara, perwakilan negara asing, dan lainnya,” katanya.
Di sisi lain, layanan percepatan pemeriksaan masuk WNA atau WNI dari area internasional terus dibenahi, dalam rangka meningkatkan layanan dan optimalisasi petugas di lapangan dengan teknologi terkini.
“Kami juga mengoptimalisasi layanan Autogate (pemeriksaan cepat 15-25 detik), Aplikasi ALL Indonesia (Integrasi layanan digital dalam satu genggaman), dan E-Visa atau E-Voa (Kemudahan permohonan visa daring),” terangnya.
Bugie menyakini pula bahwa area kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai juga semakin mempermudah WNA dalam melakukan pengecekan dengan jarak lebih pendek. “Kalau area kedatangan internasional kita, begitu keluar dari pintu pesawat, itu langsung ketemu area kedatangan internasional. Kemudian, tidak beberapa jauh bertemu Imigrasi dan lainnya,” bebernya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, dalam media gathering ini menekankan rasa apresiasi tingginya terhadap wartawan yang hadir. Baginya, media adalah mitra strategis dalam membangun transparansi dan kinerja jajaran Imigrasi di Bali.
“Momentum ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang komunikasi untuk membangun keterbukaan antara jajaran Imigrasi Bali dengan rekan-rekan media. Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus memperbaiki kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian Sengky. PBN001