Ket Foto: AP5I mengenjot industri perikanan, udang dan tuna Indonesia bidik pasar global, Rabu (4/11/2026).
PT Sekar Bumi Tbk merupakan bagian dari anggota Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I). PT Sekar Bumi Tbk, posisinya sebagai salah satu importir dan eksportir produk pangan olahan utama, khususnya komoditas udang.
Perusahaan PT Sekar Bumi Tbk, mengandalkan kemitraan strategis dengan petambak lokal serta proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Tria Mirianti selaku manager atau perwakilan pemasaran PT Sekar Bumi Tbk, menjelaskan bahwa perseroan membidik pasar internasional yang luas.
Produk udang asal Indonesia ini telah rutin dikirim ke berbagai negara tujuan utama, seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Jepang.
”Kita itu eksportir, Pak. Jadi kita memang banyaknya juga kirim ke Amerika, ke Australia, ke Jepang,” ujar Tria saat ditemui di sela-sela demo memasak Chef Eko, bertepatan acara Krista Interfood, The Expo Connecting Food & Beverage Business 2026 digelar di NICE PIK 2 Tangerang, Banten, Rabu (4/11/2026) sore.
Guna menjaga pasokan ekspor, perusahaan menerapkan pola kemitraan yang erat dengan para petambak udang di Indonesia.
Selain mengelola tambak sendiri, PT Sekar Bumi Tbk juga menyerap hasil panen dari mitra petambak lokal.
“Melalui seluruh rangkaian proses mulai dari penyortiran, pengujian kualitas, hingga pengemasan dilakukan secara ketat di fasilitas pabrik perusahaan,” kata Tria.
Saat ini, produk udang olahan yang menjadi andalan ekspor meliputi jenis raw (mentah) dan cooked (matang) dengan merek Panaeus.
Tria menambahkan porsi penjualan produk untuk pasar ekspor saat ini masih mendominasi dibandingkan pasar domestik (lokal).
“Untuk kebutuhan domestik, penjualan lebih banyak menyasar sektor B2B (business to business) dalam bentuk produk olahan siap masak seperti ebi furai dan berbagai varian sushi,” imbuh Tria.
AP5I Genjot Konsumsi Domestik Lewat Pameran dan Diversifikasi Produk Anna Maria selaku sekretaris Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) menerangkan bahwa AP5I terus mendorong peningkatan konsumsi ikan di dalam negeri.
Lanjut Anna, salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang pameran serta memperluas diversifikasi produk olahan perikanan.
”Diketahui AP5I saat ini menaungi sekitar 80 Unit Pengolahan Ikan (UPI), dengan skala industri yang beragam dari menengah hingga besar,” beber Anna kepada awak media.
Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk keterlibatan dalam pameran seperti di Krista Interfood Indonesia, menjadi salah satu wadah untuk mengenalkan produk perikanan kepada konsumen domestik.
”Langkah yang kita ambil untuk mempromosikan, salah satunya dengan ajang pameran, terus kemudian diversifikasi produk seperti ini,” imbuh Anna.
Dijelaskan Anna, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan negara-negara tetangga.
Pihak asosiasi bersama kementerian terkait terus berupaya menggenjot angka konsumsi ikan di masyarakat melalui berbagai target kebijakan.
Selain memperkenalkan produk-produk olahan segar, AP5I juga mendorong para anggotanya untuk menghasilkan produk value-added (bernilai tambah) dari bahan baku perikanan.
“Komoditas unggulan yang mendominasi saat ini meliputi udang, tuna, cakalang, serta sejumlah produk olahan bernilai tambah lainnya,” bebernya.
Di samping pasar domestik, produk perikanan anggota APPTHI juga telah merambah pasar ekspor global.
Sejumlah negara tujuan utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, hingga kawasan ASEAN, dengan komoditas udang dan tuna menjadi produk andalan di pasar internasional.
“Melalui strategi promosi yang intensif dan peningkatan kualitas produk olahan, asosiasi berharap industri pengolahan perikanan nasional dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi ketahanan pangan serta perekonomian nasional,” demikian tutup Anna. PBN001