Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 31 July 2026

Indonesian Int’ Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 Libatkan 1000 Peserta, Bangun Platform Seni Budaya dan Ekraf

Ket Foto: Jumpa pers Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific SALSA SUMMIT 2026, diselenggarakan tanggal 30 Juli–3 Agustus 2026 di Sheraton Bali Kuta Resort, Kab. Badung, Bali.

Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific SALSA SUMMIT 2026, menjadi momentum pengembangan seni tarian Salsa. Festival dan kompetisi latin dance berskala internasionalnya diselenggarakan mulai 30 Juli–3 Agustus 2026 di Sheraton Bali Kuta Resort, Kabupaten Badung, Bali.

Melalui jumpa pers bersama awak media, Tiara Josodirjo selaku Executive Producer menjelaskan Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific SALSA SUMMIT 2026, salah satunya menggabungkan unsur budaya dan ekononi kreatif.

Penyelenggaraan perdana Tahun 2026, Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 menargetkan 300 hingga 500 peserta, dengan sekitar 70 persen berasal dari mancanegara.

Menariknya, peserta diproyeksikan datang dari Australia, Jepang, Korea Selatan, China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Selandia Baru, serta berbagai negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.

“Kami berharap untuk ingin mengharumkan nama Indonesia melalui ruang/tarian dansa. Kita buat kompetisinya untuk ajang para atlet, ada workshop tentang dansa, ke depan dalam Summit di Amerika Serikat, bendera kita bisa berkibar,” ujar Tiara Josodirjo.

Ditambahkan Tiara, sejatinya Indonesia dikancah perdansaan internasional tidak kalah dengan negara lainnya. Salsa menjadi ruang interaksi dan sosialisasi ke depannya. Ini terbukti lewat kolaborasi Salsa, yang kerap menambahkan konstum berciri khas Indonesia, bahkan terdapat gerakan tari-tarian asli Indonesia, yang membuat Salsa menjadi tidak menoton, tetapi hadir kreasi baru di dalamnya.

Komunitas Salsa di Indonesia, lanjut Tiara agar diharapkan mampu tumbuh semakin kreatif, sehingga membuat individu menjadi sehat bugar, bahagia, bahkan tidak terfokus kepada gadget.

“Kita mencoba membuat menyeluruh, kita ada kompetisinya untuk para atlet dan kita buatkan workshop, serta lainnnya. Bahkan, selain dukungan para sponsor, ada dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Kementerian Ekraf),” tuturnya.

Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific SALSA SUMMIT 2026, diinisiasi oleh Zigzag Indonesia bersama Tiara Josodirdjo & Associates (TJA) sebagai sebuah platform yang memadukan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung global.

Tema diangkat, yakni: ‘Where Latin Passion Meets the Spirit of Indonesia‘, festival ini mempertemukan semangat latin dance dengan kekayaan budaya Indonesia melalui pengalaman lima hari yang menghadirkan kompetisi internasional, workshop, pertunjukan, social dancing, serta forum kolaborasi antara penari, instruktur, juri, DJ, seniman, dan komunitas latin dance dari berbagai negara.

BACA JUGA  Resmi Presiden Prabowo Reshuffle Lima Menteri di Kabinet Merah Putih

“Jadi lebih dari sekadar festival, ajang ini menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkuat hubungan antarbangsa melalui bahasa universal berupa musik dan gerakan,” ungkap Billy Fajardo selaku Co-Founder & Co-Owner, The Summit Championship New York.

Billy Fajardo menuturkan Indonesia telah menunjukkan semangat, komitmen, dan potensi yang luar biasa untuk menjadi salah satu destinasi utama latin dance di kawasan Asia Pasifik.

“Kami bangga memberikan lisensi resmi kepada Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit, sebagai penyelenggara pertama The Summit Championship di Indonesia, sekaligus yang pertama di kawasan Asia Pasifik. Kemitraan ini bukan sekadar menghadirkan sebuah kompetisi, tetapi menjadi awal dari komitmen jangka panjang untuk mengembangkan talenta, memperkuat komunitas latin dance di kawasan, serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi para penari di panggung berstandar dunia. Kami percaya Indonesia memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat Latin dance internasional, dan kami optimistis festival ini akan terus bertumbuh menjadi agenda bergengsi yang memperkuat posisi Indonesia di peta latin dance dunia,” terangnya tegas.

Reyno Tommy selaku Artistic Director mengutarakan Indonesia resmi memperoleh lisensi dari The Summit Championship, New York, Amerika Serikat, untuk menyelenggarakan Asia-Pacific Summit International Competition. Melalui pengakuan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang resmi The Summit Championship di kawasan Asia Pasifik, sekaligus menempatkan Indonesia dalam peta penyelenggara kompetisi latin dance berstandar internasional.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat komunitas Latin dance di kawasan Asia Pasifik. Melalui Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026, kami ingin memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya kaya akan budaya dan talenta kreatif, tetapi juga mampu menyelenggarakan event dansa berstandar internasional. Kami bangga menjadi negara pertama yang memperoleh lisensi resmi dari The Summit Championship, New York, untuk menyelenggarakan Asia-Pacific Summit International Competition. Kami berharap pencapaian ini semakin membuka peluang kolaborasi global sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menjadikan seni tari sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat, positif, dan mampu mempererat hubungan antarmanusia melalui bahasa universal, yaitu musik dan gerakan,” tandasnya.

BACA JUGA  Lomba Barista Kopi Hingga Konten Kreator, PDIP Bali Peringati Bulan Bung Karno 2025  

Reyno Tommy, Artistic Director menegaskan esensi latin dance selalu berakar pada koneksi antarmanusia. Salsa adalah tentang koneksi, kebersamaan, dan komunitas.

“Kami berharap festival ini menjadi ruang bagi para penari Indonesia untuk belajar dari para maestro dunia, membangun jejaring internasional, sekaligus memperkuat komunitas latin dance di Indonesia agar terus berkembang dan mampu bersaing ditingkat global,” beber tegas Tommy.

Sementara itu, ditambahkan oleh Ferdiansah Dela, Festival Director bahwa festival ini dirancang sebagai fondasi untuk membangun ekosistem latin dance Indonesia yang semakin kuat dan berdaya saing global.

“Kami berharap Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit menjadi awal tumbuhnya ekosistem latin dance yang semakin kuat di Indonesia. Melalui festival ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi, mendorong lahirnya talenta baru, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi penting bagi penyelenggaraan festival seni dan budaya bertaraf internasional,” tegasnya.

DUKUNGAN KEMENTERIAN EKRAF DAN KEMENTERIAN PARIWISATA RI
Selama lima hari penyelenggaraan, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup Asia-Pacific Summit International Competition, kompetisi Salsa dan Bachata, workshop Salsa, Bachata dan Kizomba bersama instruktur kelas dunia, pertunjukan internasional, social dancing, networking antar komunitas, hingga after party. Festival ini juga akan menghadirkan jajaran juri, instruktur, dan DJ internasional dari Amerika Serikat, Meksiko, Spanyol, Australia, Jepang, dan berbagai negara lainnya.

Terhadap Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific SALSA SUMMIT 2026, memperoleh dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata RI, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, menjelaskan bahwa Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026 menjadi wadah bagi seniman, instruktur, penari, dan komunitas dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berkompetisi, dan bertukar budaya.

“Jadi seni tari merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu mendorong pengembangan talenta, diplomasi budaya, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia dan memposisikan Indonesia sebagai destinasi budaya dan kreativitas kelas dunia. Untuk itu, kami menyambut para peserta internasional serta mendorong seluruh kompetitor untuk menjunjung sportivitas dan menikmati proses belajar,” beber Irene Umar. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News