Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 7 November 2026

Ekonomi Bali Tumbuh 5,85 Persen, Pariwisata dan Konstruksi Jadi Penopang

Ket Foto: Pertumbuhan perkonomian di Bali mencapai 5,85 persen, tercatat lebih tinggi dari Nasional, Jumat (6/11/2026).

Perekonomian Provinsi Bali mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,85 persen (year-on-year/yoy) pada Triwulan III 2026. Angka ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,78 persen (yoy), sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,47 persen (yoy).

​Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa capaian ini mengindikasikan ketahanan ekonomi Bali di tengah gejolak geopolitik global. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kinerja positif di seluruh lapangan usaha (LU).

​”Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Bali dengan kontribusi sumber pertumbuhan sebesar 1,27 persen,” ujar Achris dalam rilis dibagikan Humss

BACA JUGA  Inovasi Digital, BI Resmikan Indonesia Tourist Travel Pack

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, LU Pengadaan Listrik serta LU Jasa Keuangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 11,03 persen (yoy) dan 9,00 persen (yoy).

​Sementara itu, sektor Akmamin tumbuh sebesar 6,23 persen (yoy), naik dari triwulan sebelumnya sebesar 3,68 persen (yoy). Peningkatan ini didorong oleh kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 0,94 persen (yoy) dan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 4,00 persen (yoy) selama periode peak season libur sekolah dan musim panas.

​Sektor utama lainnya yang turut menguat adalah LU Konstruksi dengan pertumbuhan 8,91 persen (yoy), didorong oleh realisasi proyek APBN dan APBD yang mencapai Rp 344 miliar pada Triwulan III 2026. Selain itu, LU Transportasi dan Pergudangan juga berbalik tumbuh positif menjadi 1,20 persen (yoy) setelah sempat terkoreksi -0,64 persen (yoy) pada triwulan II.

BACA JUGA  Respon Polemik Whoosh, Prabowo: Saya Tanggung Jawab

​Dari sisi pengeluaran, penguatan ekonomi didukung oleh Ekspor Luar Negeri yang tumbuh 3,39 persen (yoy). Kinerja ekspor tersebut mendorong surplus neraca perdagangan luar negeri Bali mencapai 97,62 juta dollar AS, atau naik 26,16 persen (yoy).

​Di sisi lain, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 8,74 persen (yoy), Konsumsi Pemerintah tumbuh 6,33 persen (yoy), dan Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,43 persen (yoy).

​Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan IV 2026 tetap terjaga di level tinggi. Meski demikian, BI mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dampak normalisasi kunjungan wisatawan pascapeak season serta dinamika ketidakpastian global. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News