Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 23 October 2026

Ekonomi Bali Tetap Tangguh, BI Bidik Pertumbuhan hingga 5,9 Persen

Ket Foto Ist: Ekonomi Bali diprediksi melesat hingga 5,9 persen, pariwisata menjadi salah satu penopangnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menggelar Temu Wirasa Stakeholders 2026 bertajuk “Data Pramana, Bali Rahayu: Bersinergi Mendorong Pertumbuhan Bali yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.

​Forum tahunan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus ajang memperkuat kemitraan strategis antara BI, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam menjaga stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata.

​Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini dihadiri oleh pimpinan instansi, akademisi, perbankan, BUMN, asosiasi, pelaku usaha, hingga media yang selama ini menjadi responden survei dan mitra liaison Bank Indonesia.

​Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat, presisi, dan tepat waktu dalam proses perumusan kebijakan daerah yang responsif terhadap dinamika global maupun domestik.

“Data merupakan fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan yang efektif dan responsif. Ketersediaan data yang akurat, lengkap, dan real-time menjadi kebutuhan strategis bagi pemerintah maupun pelaku usaha dalam mengambil keputusan,” ujar Koster.

BACA JUGA  Koster Dorong Penanaman Pohon Serentak dan Bersih-bersih Sungai, Libatkan Berbagai Stakeholder

​Selain menekankan pentingnya data, Koster juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat keberpihakan pada ekonomi kerakyatan melalui penggunaan produk lokal Bali. Hal ini mencakup komoditas pertanian, perikanan, UMKM, wastra (kain tradisional), hingga kerajinan daerah untuk membangun struktur ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menjelaskan bahwa data dan informasi dari hasil survei serta kegiatan liaison berfungsi sebagai leading indicator (indikator awal). Data ini memungkinkan BI dan pemangku kepentingan membaca dinamika ekonomi lebih cepat sebelum statistik resmi dirilis.

​”Informasi dari rumah tangga, dunia usaha, perbankan, hingga asosiasi menjadi sinyal awal dalam mengidentifikasi peluang maupun risiko. Dengan begitu, kita bisa merumuskan langkah antisipatif yang lebih cepat dan tepat,” jelas Achris.

​Achris menambahkan, apresiasi tinggi patut diberikan kepada para responden karena kontribusi mereka tidak sekadar menghasilkan angka statistik, melainkan menjadi basis masukan berharga dalam menyusun analisis serta rekomendasi kebijakan strategis.

​Di tengah berbagai tantangan ketidakpastian global dan domestik, Bank Indonesia mencatat kinerja perekonomian Bali tetap berada di jalur yang solid dan resilien.

  • ​Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tumbuh kuat di kisaran 5,4 persen hingga 5,9 persen (year-on-year/yoy).
  • ​Inflasi: Tingkat inflasi daerah diproyeksikan tetap terjaga secara terkendali dalam rentang sasaran nasional 2,5 ± 1 persen.
BACA JUGA  Terjaga Solid, Industri Perbankan Ditekankan OJK Tumbuh Positif

​Pendorong utama ketahanan ekonomi Bali ini didukung oleh:

  1. ​Aktivitas sektor pariwisata yang terus pulih dan menguat.
  2. ​Konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.
  3. ​Peningkatan realisasi investasi.
  4. ​Sinergi dan kolaborasi yang erat antara Bank Indonesia, Pemda, dan stakeholders.

​Sebagai rangkaian acara peningkatan kapasitas, Temu Wirasa Stakeholders 2026 turut menghadirkan sesi berbagi wawasan bersama pakar manajemen Prof. Rhenald Kasali. Sesi ini mengulas tentang pentingnya adaptability, kepemimpinan di era perubahan, serta optimalisasi pemanfaatan data (data-driven decision making) bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan.

​Melalui agenda ini, BI Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus memelihara kolaborasi, meningkatkan kualitas asesmen ekonomi, serta mengawal terwujudnya perekonomian Bali yang maju, inklusif, dan berdaya tahan. PBN001/rls

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News