Ket Foto: Dua korban pengeroyokan diduga dibakar di areal rawa depan Restoran B. Tuna sirip biru, TKP di Jalan Pelabuhan Benoa, Densel, Jumat (10/4/2026).
Insiden menimpa dua orang pekerja Anak Buah Kapal (ABK) diduga tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Jumat (10/4/2026) Pukul 03.30 Wita.
Kasus ini dibenarkan Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, SH., MH., melalui rilis dibagikan Humas Polresta Denpasar ke awak media.
“Korban dua orang adalah laki-laki inisial HA (28) asal Semarang dan inisial Egi identitasnya dalam penyelidikan,” ujar Iptu Gede Adi.
Diketahui kondisi HA, saat ditemukan posisi berada di sebelah selatan, memakai baju kaos warna coklat, celana jeans pendek warna biru. HA juga mengalami luka bakar pada kedua tangan dan punggung, pelipis kanan di atas alis, luka terbuka, luka terbuka pada kepala samping kanan di atas telinga dan bagian belakang kepala sebelah kanan terdapat dua luka terbuka.
Sedangkan Egi, ditemukan dengan posisi bagian utara, tidak memakai baju, celana jeans panjang, menggunakan kaos kaki hitam, terdapat luka robek pada pinggang kanan bagian bawah dan atas, serta luka terbuka pada pelipis kanan di atas.
Dugaan kronologi sementara, sekira Pukul 05.00 wita, terdapat laporan dari Pecalang Br. Pesanggaran atas nama Putu Suaryana dan Wayan Diyantara bahwa diduga ada penganiayaan dan pembakaran di lokasi depan Restoran B. Tuna Sirip Biru di Jalan Raya Pelabuhan Benoa.
Petugas jaga Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa dipimpin Pawas Aiptu Mujur D Siregar mendatangi TKP, lalu melakukan tindakan kepolisian dan melaporkan kepada Kapolsek Kawasan Pelabuhan Benoa.
“Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama Sat. Reskrim Polresta Denpasar tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan para pelaku masih diburu,” tegas Iptu Gede Adi.
Sementara saksi di lapangan Yos Barliansyah (56) menerangkan Jumat (10/4/2026) Pukul 04.30 Wita, mendengar ada ribut-ribut di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, di kantor atau tempat saksi tinggal.
“Kemudian saksi keluar dan melihat ada beberapa orang membakar korban kemudian saksi menelpon ke Kelian Adat Br. Pesanggaran Pak Lanying, selanjutnya kelian adat mengirim 2 orang pecalang ke TKP,” terangnya.
Saksi lainnya, Budi Listiyono (25) pekerja calon Anak Buah Kapal (ABK) asal Semarang, Jateng, mengatakan pada Jumat (10/4/2026) Pukul 02.30 Wita, ia bersama dua orang korban atas nama Egi dan ISAM sedang minum di Benoa.
Setelah itu, Budi diajak oleh korban Egi dengan menggunakan Maxim mau membeli minum lagi. Sesampai di TL Pesanggaran saksi Budi dan korban Egi, turun karena tidak ada warung yang buka, sehingga saksi dan korban dua orang berjalan kaki mengarah ke Benoa.
“Sesampainya di TKP Jalan Raya Pelabuhan Benoa, saksi bersama dua orang korban duduk di depan Restoran B Sirip Tuna Biru, lalu tiba-tiba datang sekira 6 atau 7 orang dengan menggunakan motor dan langsung memukul atau mengeroyok saksi dan korban. Kemudian saksi Budi lari menyelamatkan diri dan bersembunyi ke belakang restoran dan kemudian akhirnya mengetahui kalau kedua teman saksi sudah meninggal dunia,” terang saksi Budi.
Sedangkan pecalang Br.Pesanggaran Wayan Diyantara (55) menjelaskan pada Pukul 04.54 Wita, mendapatkan telpon dari Kelian Adat bahwa ada keributan di Jalan Raya Pelabuhan Benoa.
“Sekira Pukul 05.00 Wita, tiba di TKP bersama seorang pecalang, kemudian teman pecalang lainnya juga melihat ada kobaran api, kemudian teman saksi melihat ada orang yang terbakar di rawa depan Restoran B. Tuna sirip biru, kami segera menghubungi pihak kepolisian,” pungkasnya.
Bukti-bukti di lapangan telah dikumpulkan dan aparat kepolisian masih mengejar pelaku. PBN001