Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 9 October 2026

Desa Catur Jadi Mitra COOP Coffee Foundation, Edukasi Karbon dan Kelestarian Lingkungan Diperkuat

Ket Foto: MoU dijalin bersama COOP Coffee Foundation dan Desa Adat Catur, Kec. Kintamani, Kab. Bangli, dalam meningkatkan kesepahaman program di masyarakat, Jumat (9/10/2026).

Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman, dijalin Coop Coffee Indonesia melalui PT Koop Kopi Indonesia, dalam meningkatkan kerja sama dengan petani-petani kopi di wilayah Desa Catur Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (9/10/2026).

Wayan Sukarata selaku Perbekel Desa Catur Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, mengatakan secara tertulis MoU ini dijalin sebagai wujud nyata komitmen COOP Coffee Foundation dengan pihak Desa Catur.

Tidak dipungkiri Desa Catur dengan COOP Coffee Foundation, memandang perhatian penting terhadap masalah emisi karbon. Gerakan edukasi karbon dimulai dari Desa Catur, di mana petani kopi diajak memahami sedari awal tentang konsep karbon dan keberlanjutannya, menjadi aksi nyata di tingkat kebun kopi sekaligus komunitas petani kopi.

“Jadi MoU atau nota kesepahaman ini dibuat secara tertulis dan diharapkan bisa lebih jelas dipahami bersama ke depan antara COOP Coffee Foundation dengan pihak Desa Catur,” ujar Sukarata, Jumat (9/10/2026).

PT Koop Kopi Indonesia melalui program pemberdayaannya lewat entitas COOP Coffee Foundation, dipahami sangat konsen terhadap emisi karbon yang dihasilkan negara-negara maju.

Ke depannya negara penghasil emisi karbon akan dorong mengibahkan bantuan kepada negara yang memiliki kawasan hijau atau hutan hijau, yang dirawat dan dijaga kehijaunya untuk masyarakat luas.

Harapannya, semakin banyak kawasan hutan hijau dijaga maka oksigen akan semakin melimpah untuk umat manusia.

BACA JUGA  Waspada Bahan Makanan Berbahaya, BBPOM Denpasar Uji Sampling Kuliner di PKB 2026

“MoU ini juga harus diikuti dengan pemahaman atau sosialisasi secara berkelanjutan ke tingkat masyarakat bawah, tentang apa itu emisi karbon, pengelolaan hutan hijau, hingga apa yang akan dikerjakan COOP Coffee Foundation ke masyarakat di Desa Catur, sehingga terjadi keselarasan pemikiran untuk mencapai tujuan bersama,” harap Sukarata, yang turut dihadiri Kadus Lampu I Wayan Sukadana, Kadus Catur I Wayan Pancakrama, Kadus Mungsengan I Wayan Ardana, dan Sekretaris BPD Desa Catur I Wayan Mujung.

Menurut Kadus Lampu I Wayan Sukadana mengatakan dengan MoU ini supaya pihak kelian subak, sebagai bagian sektor di lingkup Desa Catur, supaya bisa turut dilibatkan dalam mensosialisasikan program COOP Coffee Foundation.

“Mengenai emisi karbon dan hutan kopi, semoga bisa diundang juga kepala subaknya, untuk kerja sama penanganan penananam kopi, hutan, atau masalah sampah. Salah satunya pengelolaan sampah ini agar bisa dibantu,” harapnya.

Sekretaris BPD Desa Catur I Wayan Mujung berharap dengan MoU COOP Coffee Foundation dan Desa Catur, untuk ke depannya dapat saling mengedukasi di masyarakat.

“Semoga nanti dapat dibuktikan melalui kinerja, kita kerja sama dan saya harap tidak ada yang dicurangi atau menggurui. Jadi harus ada saling mengisi, MoU ini harus bisa diselesaikan dan itu sudah tertulis di MoU. Apalagi masih banyak dari kita dan masyarakat, ngak tahu nilai karbon itu apa, ya kan? Maka itu, harus ada literasi dulu. Jangan semua kita buat terkait emisi karbon, tetapi ngak ada berkelanjutannya nanti,” terangnya.

BACA JUGA  Gelaran Reconnect with Nature oleh Utama Spice, Berbagai Komunitas Berkumpul di The Kul Kul Farm

Pihaknya menekankan hanya dapat melakukan evaluasi dan melihat program dalam MoU ini apakah sudah sesuai atau tidak pada jalan rel-nya ke depannya. “Jangan menjual sesuatu yang seksi, tetapi ngak ada hasil maupun nilai ekonominya nanti,” tegasnya.

CEO COOP Coffee Foundation, Yuana Sutyowati, dalam pengembangan edukasi dan literasi tentang emisi karbon, menjadi hal penting yang akan dilakukan COOP Coffee Foundation di Desa Catur, Kintamani. Tentunya, kolaborasi yang kuat bersama COOP Coffee Foundation dan masyarakat di Desa Catur menjadi kuncinya.

“Jadi sedekah ilmu dan bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Catur, Kintamani sebagai salah satu percontohan, khususnya pengembangan program-program COOP Coffee Foundation. Program yayasan yang sebelumnya non formal. Kini terjalin secara formal lewat penandatangan MoU,” tegas Yuana.

Dukungan pihak Desa Catur, lanjut Yuana dikuatkan lewat MoU dan supaya kesempatan bekerja sama ini agar dapat disampaikan ke masyarakat.

“Mohon diinformasikan kepada masyarakat terhadap program kami, ini menjadi kesempatan dan penghormatan bagi kami. Emisi global sedang terjadi, petani agar memanfaatkan pupuk organik, jangan sampai Co2 meracuni kehidupan kita. Kita bertujuan mulia dalam menjaga kelangsungan lingkungan,” kata Yuana.

Pertemuan ini berlangsung hangat dan bersahaja, karena berbagai pihak telah lama saling mengenal satu sama lainnya.

Sebelumnya, pihak Desa Catur, Kintamani, juga telah diajak melihat COOP Coffee Foundation berpartisipasi di Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026, di Nusa Dua, pada tanggal 8-9 September 2026. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News