pilarbalinews.com

Today: 25 April 2026

BI Gelar Balinomics, Bahas Perkembangan Ekonomi Bali di Tengah Gejolak Geopolitik

Ket Foto Ist: Tampak narasumber dalam acara BALINOMICS, membahas pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi, Selasa (21/4/2026).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menggelar BALINOMICS, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas inflasi di tengah gejolak geopolitik, Selasa (21/4/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja memberi apresiasi pencapaian pertumbuhan ekonomi di Bali kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholders di Bali sehingga pada tahun 2025 ekonomi Bali mampu tumbuh 5,82% (yoy), di atas nasional dan merupakan pertumbuhan tertinggi selama 7 tahun terakhir, didukung dengan inflasi yang terkendali.

“Perlu dicermati eskalasi konflik di Timur Tengah yang terjadi pada awal tahun 2026. Konflik tersebut diprakirakan berdampak terutama pada sektor pariwisata sebagai backbone pertumbuhan ekonomi Bali, antara lain melalui terganggunya konektivitas penerbangan internasional, khususnya dari kawasan Eropa, serta kenaikan harga tiket pesawat,” ujar Erwin.

Berdasarkan asesmen terkini, kondisi ini diprakirakan menimbulkan loss ekonomi Bali pada tahun 2026 sebesar 0,05%. Terdapat Four Strategic Pilars untuk menjaga ekonomi Bali tetap berdaya tahan, yakni: (i) Menjaga kinerja backbone ekonomi Bali yakni Sektor Pariwisata, (ii) mendorong kinerja new hero ekonomi Bali untuk menciptakan multiplier yakni investasi, (iii) memperkuat sektor pertanian untuk diversifikasi sumber pertumbuhan, (iv) mendorong UMKM dan digitalisasi sebagai penyangga dan katalisator ekonomi.

BACA JUGA  Kebakaran Gudang Pengasapan Daging Oz-Britts, 11 Mobil Damkar Turun Tangan

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengungkapkan apresiasi dedikasi Bank Indonesia dalam menjaga perekonomian Bali tumbuh berkelanjutan di tengah gejolak global.

Dalam sesi diskusi para narasumber menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah. Ekonom Senior Samuel Sekuritas Fithra Faisal Hastiadi menyampaikan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi triwulan I 2026 tetap membutuhkan dorongan supply side, seperti stimulus fiskal di tengah tantangan melambatnya permintaan masyarakat akibat gejolak geopolitik Timur Tengah.

“Strategi front-loaded fiscal menjadi salah satu langkah percepatan perputaran modalitas dari sisi supply,” ucapnya.

Supendi selaku Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali mengatakan pada triwulan I 2026 transaksi belanja APBN di Bali tumbuh positif, utamanya pada belanja modal.

Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Indra Gunawan Sutarto menambahkan digitalisasi menjadi game changer katalisator pertumbuhan ekonomi.

“Fenomena transformasi digital diprakirakan semakin akseleratif menyusul pergeseran preferensi transaksi masyarakat ke arah

digital yang ditopang meningkatnya partisipasi ekonomi Gen Y, Z, dan Alpha, serta prospek ekonomi yang terus membaik,” katanya.

Pada sektor pariwisata transaksi melalui kanal digital QRIS cross border perlu dioptimalkan, sebagai kemudahan dan kenyamanan bertransaksi wisatawan.

Selain digitalisasi, diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi di Bali perlu menjadi perhatian Pemprov Bali.

BACA JUGA  FOX Jimbaran Beach Bali Hadirkan Mask Painting, Pengalaman Unik Berkesenian Wisatawan Setiap Selasa

Dekan FEB Universitas Udayana Prof. Wiwin Setyari menjelaskan bahwa 50% kontribusi pariwisata nasional bersumber dari Bali.

“Kondisi ini menunjukkan besarnya peran Bali dalam menopang sektor pariwisata nasional, namun sekaligus menegaskan tingginya ketergantungan perekonomian daerah terhadap pariwisata,” katanya.

Berkaca pada masa pandemi, struktur ekonomi Bali yang sangat terkonsentrasi pada pariwisata terbukti rentan terhadap shock, meski proses pemulihannya relatif cepat.

Oleh karena itu, meskipun Bali hingga saat ini tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, Pemerintah Provinsi Bali perlu terus mendorong transformasi ekonomi agar diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi dapat tercapai, berdaya tahan serta mampu berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Redaktur Pelaksana Media Investor Daily Nasori mengatakan untuk menjaga persepsi kondisi perekonomian di Bali tetap kondusif, diperlukan keseimbangan penyampaian fakta yang juga menjadi poin penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang relevan, mudah dipahami, dan tentunya menjaga konteks dan akurasi.

Dalam sesi diskusi, secara keseluruhan, pandangan narasumber mengarah pada pentingnya penguatan sisi supply, digitalisasi, dan diversifikasi ekonomi untuk menjaga resiliensi Bali.

Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan kick off Program Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026 dengan 5 Perguruan Tinggi di Bali. PBN001