Ket Foto: Suasana pemberian sembako sebagai wujud nyata dan aksi sosial di HUT Ke-2 JMSI Prov. Bali, Selasa (28/4/2026) Tabanan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali, dengan tema ‘Kolaborasi Kuat, Pers Bermartabat’, digelar sederhana namun bermakna, Selasa (28/4/2026).
Aksi sosial dan solidaritas dilakukan lewat menyalurkan bahan kebutuhan pokok menyasar anak-anak di Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala di Jalan Wibisana, Delod Peken dan di rumah singgah Lanjut Usia (Lansia) Werdha Shanti di Desa Bongan, Tabanan.

Diungkapkan Ketua JMSI Bali, Nyoman Ady Irawan bahwa peringatan HUT Ke-2 ini sengaja tidak dirayakan secara seremonial berlebihan.
Ady sapaan akrabnya menambahkan insan pers tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin menghadirkan perayaan yang lebih bermakna, dengan berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di panti asuhan dan rumah singgah lansia,” ujarnya.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan sosial sebenarnya telah dimulai sejak pertengahan April 2026 melalui kolaborasi dengan salah satu anggota, MCW News. Bantuan lebih dulu disalurkan ke sejumlah panti di Gianyar dan Denpasar sebelum akhirnya menyasar dua lokasi di Tabanan.
Salah satunya, kunjungan ke Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala Tabanan, yang mengasuh sekitar 35 anak-anak yatim-piatu. Mereka kini masih memerlukan bantuan dari para donatur. Anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala, tampak sehat dan bersemangat menatap masa depannya.
“Mereka anak-anak yang memerlukan perhatian dan bantuan lebih banyak ke depannya. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi para donatur lainnya dari Bali maupun luar Bali,” imbuh Ady.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala, Eriana Herlisanti, S.Pd., menuturkan kisahnya membuka panti asuhan ini sejak tahun 2015. Bermula atas keprihatinannya atas nasib anak-anak Hindu di Tabanan, yang mengalami persoalan yatim atau piatu di keluarganya. Ia akhirnya didukung suaminya asal Selemadeg Barat, untuk membuka yayasan dengan dua layanan utama, yakni: panti asuhan dan penitipan anak (day care) bagi masyarakat sekitar.
Meski terkendala modal untuk berkegiatan sosial merawat anak yatim-piatu, Eriana menyakini bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan yang lebih berlimpah. Eriana juga menggali ide-ide baru agar anak asuhnya tidak bosan di panti asuhannya lewat berbagai macam kegiatan aktif dan makanan bergizi. Hal ini demi mendukung kenyamanan dan tumbuh kembang anak-anak.
“Ya Tuhan berikanlah saya jalan untuk menjadi tempat berbagi. Saya selalu berdoa kepada Tuhan, hingga akhirnya ada jalan untuk membuka Panti Asuhan ini dan mendapatkan perhatian dari para donatur,” tuturnya.
Perempuan asal Solo yang awalnya muslim lalu menikah dengan suaminya, dan berpindah keyakinan ke Hindu ini menceritakan awal berdirinya panti asuhan hanya ada dua kasur bertingkat untuk anak yatim-piatu. Seiring waktu, perlahan-lahan muncul donatur yang membantu fasilitas panti.
Memasuki Tahun 2026, tercatat ada 35 anak-anak yatim-piatu yang diasuh. Mereka yang dirawat mulai Balita hingga kuliah.
“Di sini khusus anak yang beragama Hindu, mereka yang di terima di sini, misalnya si anak dari bapak atau ibunya tidak menikah, yatim-piatu. Ada yang diterima karena bapak atau ibunya bercerai, dan lainnya. Mereka tinggal untuk kami rawat, lalu sekolahnya dibantu pemerintah lewat beasiswa, kalau sudah bekerja baru kami lepas,” ucap Eriana.
Ia menambahkan setiap tahunnya Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala, menerima donatur penyumbang makanan, pakaian, dan uang untuk biaya merawat anak yatim-piatu.
“Sebelum tinggal di sini, anak yatim-piatu akan menjalani masa uji coba seminggu atau lebih. Kadang mereka ada yang murung diawal masuk, sulit menerima lingkungan, dan teman baru. Jadi kami berikan pengertian mereka perlahan-lahan, kami dibantu pengasuh dari para relawan,” imbuhnya.
“Kami memberikan apresiasi terhadap JMSI yang telah membantu Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala, di mana sangat membantu anak-anak yatim-piatu yang kami asuh. Semoga kebaikan yang diberikan akan membuahkan kebaikan ke depannya dan JMSI selalu diberkati kesuksesan,” kata wanita mantan PNS Guru SMP di Selemadeg ini.

Hal senada disampaikan perwakilan rumah singgah Lansia. Mereka berharap JMSI Bali terus berkembang sebagai organisasi pers yang tidak hanya kuat secara profesional, tetapi juga konsisten menebar manfaat sosial di tengah masyarakat.
PUNCAK HUT KE-2 JMSI BALI
Menariknya, puncak peringatan HUT Ke-2 JMSI Bali akan digelar pada 30 April 2026 pekan ini. Puncak acaranya diisi dengan acara makan malam bersama kaum disabilitas dan anak yatim-piatu di Denpasar.
Seluruh kegiatan didanai dari dana sosial organisasi yang berasal dari kas gotong royong anggota, serta partisipasi para donatur yang turut mendukung gerakan sosial tersebut.
Ketua JMSI Bali Ady Irawan, tidak lupa mengucapkan terima kasih atas partisipasi para donatur. Ia berharap kegiatan sosial ini dapat dilaksanakan rutin, sehingga semangat solidaritas yang terbangun dalam tubuh organisasi dapat terus dirawat dan berdampak nyata bagi masyarakat Bali.
JMSI Bali tidak hanya fokus terhadap pemberitaan, tetapi turun langsung ke masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan uluran tangan. PBN001