Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 16 October 2026

Tren Wisata Estetika di Bali, NULOOK Clinic Utamakan Keamanan dan Kebutuhan Pasien

Ket Foto: Perawatan estetika menjadi daya tarik berwisata Bali, NULOOK Clinic hadir dengan menekankan keamanan pasien, Jumat (16/10/2026) di NULOOK CLINIC, Kabupaten Badung, Bali.

dr. Hadrian Deka, Head of Aesthetic Department NULOOK Clinic menekankan edukasi secara konsisten dilakukan sebelum operasi atau perawatan wajah dilakukan. Hal ini penting, untuk mengetahui kebutuhan atau keluhan yang dialami pasien.

Di mana pola pendekatan kombinasi perawatan estetika berdasarkan kondisi-kondisi kulit, struktur wajah, serta kebutuhan dan tujuan perawatan masing-masing pasien.

“Jumlah estetik dari segi jumlah pasien untuk sekarang ya itu lebih banyak. Karena mungkin yang ada dokter yang muda-muda dan juga sudah banyak berubah ya. Pasien kita contohnya dari Eropa atau Australia, mereka itu ada yang ke sini hanya untuk operasi. Jadi mereka sudah tahu. Biasanya pasien-pasien yang seperti itu sudah kita sudah edukasi, dia sudah tahu maunya apa. Dia berani dioperasi atau enggak,” ucap dr. Hadrian Deka, dalam sesi jumpa pers di NULOOK Clinic, Badung, Bali Selatan, Jumat (16/10/2026).

“Kalau enggak berani dioperasi ya berarti masang alat. Kalau berani operasi langsung ke bagian bedah plastik,” lanjutnya.

BACA JUGA  MR.DIY. Jadi Pilihan Utama Kebutuhan Sehari-hari Jutaan Keluarga Indonesia, Resmi Buka Toko Ke-31 di Bali

dr. Hadrian Deka menilai dengan potensi Bali sebagai daerah pariwisata, membuat kemudahan wisatawan datang berlibur sembari treatment.

“Banyak turis-turis kembali ke Bali, salah satunya untuk berobat dan tantangan paling besar itu sebenarnya adalah waktu. Jadi, masalah waktu dan selain biaya itu, aktivitasnya membantu atau tidak. Jadi dari segi waktu kalau tidak memungkinkan, biasanya kita bisa alihkan ke waktu lain. Karena kalau misalnya tidak bisa dikontrol, jadi akhirnya kualitasnya jadi tidak bagus,” ungkapnya.

Ia menekankan pula keamanan pasien itu nomor satu. Tapi ada beberapa treatment yang memang hanya butuh satu atau dua hari cukup.

“Kalau treatment satu dua hari, itu bisa kita lakukan. Jadi, disesuaikan dengan planning-nya itu, bahkan dari cara penanganannya sudah kita mulai planning dari awal,” tegas dr. Hadrian Deka.

Sementara itu, dr. Gi Woong Hong, President of SAMSKIN Plastic Surgery Clinic, Korea Selatan, menjelaskan bahwa telah 30 tahun berkecimpung dalan bidang treatment dan kulit wajah.

Proses surgery atau pembedahan/ operasi terhadap pasien. Ia bisa saja langsung potong dan buka kulitnya, namun jika untuk estetik, meskipun tidak melihat dalamnya, bisa dilakukan meskipun tidak dilakukan pembedahan.

BACA JUGA  Tingkatkan Konektivitas, Bandara Ngurah Rai Tambah 14 Rute Baru di Tahun 2025

“Sehingga, karena dari alasan itu,
dari langkah itu banyak diikuti oleh orang-orang dan juga kita bisa makin mengembangkan SDM treatment ini melalui berbagai macam pelatihan,” terangnya.

dr. Gi Woong Hong menambahkan melalui latihan dan lokakarya ini untuk meningkatkan pengetahuan dokter. Di sisi lain, banyak juga berbagai macam produk, tapi dokter kulit harus tahu apa yang dipakai dan untuk apa produk tersebut dipakai.

“Kita harus tahu kondisi dan apa yang diinginkan oleh pasien, apa yang cocok untuk pasien tersebut sebelum melakukan treatment. Sehingga untuk menghindari
Facial Overfilled Syndrome (FOS), saya ingin menyampaikan bahwa jangan sampai terlalu over diberikan kepada pasien. Kita harus tahu amount atau quantity yang harus diberikan kepada pasien dan obat apa yang cocok untuk pasien. Kemudian yang kedua adalah keahlian-keahlian dari tangan dokter itu sendiri, di mana harus orang yang betul-betul berpengalaman,” tegasnya.

Hal penting lainnya, di Korea saat ini sedang banyak sekali diadakan pelatihan dan juga dari pelatihan tersebut para dokter mendapatkan ilmu yang untuk dibagikan di Indonesia ataupun secara global. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News