pilarbalinews.com

TPID Klungkung Komitmen Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga

Pemkab Klungkung bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Klungkung, Kamis (12/3/2026) di Kantor Bupati Kabupaten Klungkung.

Kegiatan dipimpin langsung Bupati Klungkung I Made Satria; dan dihadiri Deputi Direktur BI Bali Muhamad Shiroth.

Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Luh Ketut Ari Citrawati; Kepala BPS Kabupaten Klungkung A. A. Gd. Dirga Kardita; Jajaran Forkopimda; dan perangkat daerah anggota TPID Kabupaten Klungkung.

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bupati Klungkung, I Made Satria memberikan arahan yang berfokus pada stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga.

“Penyelenggaraan pasar murah secara rutin dengan menggandeng pengusaha dan distributor; Monitoring stok secara intensif untuk mencegah praktik penimbunan sekaligus memastikan kelancaran distribusi barang di pasar; Pemberian subsidi atau pembebasan biaya angkut komoditas pangan guna menekan disparitas harga di daerah kepulauan,” katanya.

Bupati Satria menekankan agar memperkokoh kemitraan dengan daerah lain untuk menjamin ketersediaan pasokan.

BACA JUGA  Bale Desa Banjarasem Seririt Hemat Listrik dari PLTS Atap, Dukung Energi Baru Terbarukan

“Mendorong Kecamatan Banjarangkan sebagai lumbung ketahanan pangan lokal guna memperkuat kemandirian pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal,” bebernya.

Deputi Direktur BI Bali Muhamad Shiroth memaparkan keunikan Kabupaten Klungkung sebagai daerah yang tidak masuk sebagai kabupaten/kota penghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), yang mempunyai lahan pertanian terbatas karena kondisi geografis, sehingga tergantung pada pasokan dari luar daerah, serta disparitas harga pada daerah kepulauan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, akibat biaya logistik dan distribusi rantai pasok.

“Rekomendasi, yakni Optimalisasi Operasi Pasar dengan prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat sasaran); Penguatan Kerjasama Antar Daerah, termasuk mendorong pembentukan Perumda Pangan dan/atau sinergi dengan Perumda Pangan lain di Bali; dan Manajemen ekspektasi masyarakat dengan meningkatkan komunikasi yang efektif ke publik,” beber Muhamad Shiroth.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luh Ketut Ari Citrawati, melaporkan kondisi harga berbagai komoditas secara umum terkendali.

BACA JUGA  Kawal Penerimaan di Sektor Tambang dan Migas, Bukti Sinergi DJP dengan Ditjen Minerba dan SKK MIGAS

“Salah satunya stok beras dalam kondisi mencukupi, yang diperkuat dengan percepatan pasokan dari Perum Bulog dan distributor untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang HBKN. Kenaikan harga secara terbatas terpantau pada cabai rawit dan daging ayam ras, dipicu faktor cuaca, dinamika produksi, serta meningkatnya biaya pakan ternak,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut Kepala BPS Kabupaten Klungkung, A. A. Gd. Dirga Kardita menyampaikan faktor yang mempengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH), yaitu faktor cuaca, kenaikan permintaan SPPG, dan kunjungan ke objek wisata terutama Nusa Penida. .

“20 komoditas dalam keranjang Indeks Perkembangan Harga (IPH) memiliki andil besar, yakni 39,98% terhadap konsumsi makanan penduduk Klungkung. Selain itu, perlunya perhatian terhadap konsumsi makanan olahan (23,87%) yang rentan terdampak jika harga bahan mentah bergejolak,” ucap Dirga. PBN001/Rls

Ket Foto: BI dan Pemka Klungkung komitmen pengendalian harga pangan agar berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kamis (12/3/2026).