Cerita ini tidaklah penting, tetapi minimal dengan bercerita kita bisa meluruskan informasi.
Bermula dari saya I Dewa Gede Kusuma atau akrab disapa Dewa Kusuma datang membantu pekerjaan teman-teman di kampus kemudian turut bergabung di Kompas Muda 2011. Dalam momentum bersamaan dipilih menjadi Kabid II Senat Mahasiswa Fakultas Sastra (SMFS) 2012, di sini tempaan dan pengalaman lapangan saya mulai diasah.
Ketika itu pula, saya diberikan kepercayaan sebagai Ketua ST Yowana Bhuana Bhakti Br. Taman Harum Padangsambian Denpasar periode 2009-2012. Sembari kuliah di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra Unud angkatan 2009, mulai melamar dan belajar sebagai Pramusiar Radio Diva (Grup Radio Sanathana) 2009-2012. Di radio tersebut segala ilmu tentang dunia radio Dewa Kusuma pelajari dan serap dalam kehidupan sehari-hari, yang dikombinasi pengalaman organisasi di Sekaa Teruna dan SMFS Unud.
Dewa Kusuma mulai belajar mengatur waktu dengan bijak antara kuliah S1 dan bekerja. “Waktu berjalan begitu cepat, saya pun berhasil lulus yang pertama di S1 Antropologi Unud angkatan 2009-2013,” ujarnya mengenang peristiwa ini.
Kisah ini berlanjut, tanpa menunggu lama Dewa Kusuma diinterview dan diterima pimpinan bekerja sebagai wartawan Bali Post 2013-2016. Karir terus berjalan seiring lika-liku kehidupan, suatu pagi di tahun 2014 saya dipanggil ke lantai tiga kantor bertemu pimpinan Bali Post ABG Satria Naradha, untuk meeting dan membicarkan pindah bekerja ke Kota Singaraja, lalu diminta sebagai kepala Biro KMB Singaraja 2014-2016.
“Saya yang ketika itu baru berumur 24 tahun melirik ke arah redaktur Alit Purnatha, dukungan itu lantas saya iyakan. Berangkat!!,” ungkapnya.
Setelah banyak pengalaman dilalui, dengan segala kerendahan hati saya dipercaya sebagai Dirut PT Radio Singaraja 2014-2019. Rejeki-kepercayaan di mana pun dan apapun itu harus tetap kita syukuri. Di tengah keinginan untuk terus memacu kualitas diri, meskipun sempat tidak lagi sebagai wartawan di lapangan saya mengalihkan waktu dan kesempatan terbaik ini untuk menempuh kuliah Strata 2 (S2).
“Lewat doa restu orang tua, saya memutuskan masuk kuliah S2 di Jurusan Kajian Budaya FIB Unud angkatan tahun 2016/2017. Segala perjuangan ini tidak mudah diraih. Sesekali hujan deras dari Kota Singaraja-Denpasar saya libas, panas dinginnya Puncak Wanagiri saya jalani dengan penuh ikhlas. Saat ini, ayah dan ibu telah menyaksikan anak yang dulunya amat nakal ini lulus S2 Kajian Budaya Unud 2016-2019,” ucapnya.
Tidak hanya Dewa Kusuma, tetapi bersamaan pada 10 Agustus 2019 di momentum wisuda ke-132, adik kandungnya bernama Desak Made Yuiiani, juga lulus S1 Jurusan Sosiologi FISIP Unud angkatan 2015-2019. Di saat wisuda ini, saya ditemani orang tua Dewa Made Widana dan ibu saya Sri Setiari, termasuk calon istri saya, Ketut Ayu Mirgayani.
“Jadi senyum kebahagiaan di dalam hati ayah dan ibu saya, semakin bercampur aduk karena pada tanggal 4 September 2019, saya menikah dengan Ketut Ayu Mirgayani asal Jalan Gunung Merbabu, Banjar Tegallinggah Pemecutan, Denpasar. Hingga akhirnya, hadir anak-anak kami, Pertama adalah I Dewa Gede Felix Kusuma yang lahir pada Selasa,18 Agustus 2020 dan anak kedua, Desak Made Kiarra Kusuma yang lahir pada Rabu, 30 Agustus 2023,” tandas Dewa Kusuma.
Dewa Kusuma kemudian mulai bergabung dengan koran Media Bali, pada Tahun 2020, di mana saat itu Indonesia sedang dilanda musibah Covid-19. Meski demikian, Dewa Kusuma akhirnya resign dari Media Bali pada akhir Desember 2025, lalu memutuskan untuk mendirikan mandiri PT Kusuma Pilar Bali dengan platform media online Pilarbalinews.com hingga saat ini. ***