Ket Foto: Pertamina percepat distribusi BBM di Bali.
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, menegaskan usai berdiskusi dengan Gubernur Bali Wayan Koster, telah berupaya melakukan penyelesaian distribusi BBM di Bali, Selasa (13/10/2026).
“Ya, kita akan terus memonitor sampai situasi ini berjalan normal. Kami tentunya berharap bisa secepatnya dalam arti ketika mulai malam ini 24 jam, distribusi kita percepat, ritase dari armada mobil tangki kita tambah, operator kita tambah, semuanya kita usahakan bersama-sama. Kemudian semoga besok sudah mulai ada perubahan yang cukup signifikan, antrean terurai dan tentunya pelayanan akan semakin lebih baik,” ujar Simon.
Simon menjelaskan pelayanan BBM ke masyarakat terus di maksimalkan ke depannya.
“Kalau dalam misalnya dalam perjalanan 2-3 hari ke depan sudah landai, sudah normal, kemungkinan kita akan kembali ke pelayanan seperti biasa,” katanya.
Apakah terjadi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi di masyarakat? Simon tidak memungkiri apabila banyak peningkatan BBM pertalite.
“Ya, tentunya memang salah satu juga karena terutama untuk Pertalite ya, itu kan yang subsidi. Kalau memang kita melihat disparitas harga non-subsidi dengan subsidi kan memang cukup jauh. Jadi, ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi. Tapi sekali lagi, ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat harus jauh lebih baik,” tegasnya.
Simon menegaskan tidak mengetahui detail apakah ada jatah pemotongan BBM untuk Bali. Namun begitu, pihaknya tetap akan mengkoordinasikan dengan BPH Migas.
“Nanti kami coba koordinasikan dengan BPH Migas ya. Tapi sebenarnya kalau meliha apa yang terjadi di lapangan, sebenarnya kita akan mengikuti, akan mengikuti dinamika di lapangan. Kita akan mengikuti dinamika karena pasti pemerintah akan terus hadir untuk memberikan prioritas kepada pelayanan masyarakat,” tegas Simon.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan apabila dengan hasil evaluasi rapat dan kinerja cepat dari Pertamina, sementara ke depan tidak ada Work From Home (WFH).
“Kalau dengan skema yang diputuskan dalam rapat ini dan akan diterapkan mulai malam ini sampai besok, maka enggak perlu Work From Home (WFH). Jadi rencananya Pak Dirut, kalau kalau belum punya exercise yang diterapkan malam ini sampai situasi normal, rencana kami tadinya adalah memotong, tapi saya kira enggak perlu. Karena skemanya sudah ada. Tinggal menerapkan dan diawasi (distribusi) dengan baik di semua depot dan SPBU,” tandas Gubernur Koster. PBN001