pilarbalinews.com

Today: 4 April 2026

Pelaku Begal Tante Jenna Diduga Diringkus, Beraksi Spontanitas di Jalanan

Kasus yang merenggut nyawa korban Juhaeryah Velina (46) atau Tante Jenna asal Tanggerang, Banten, dibegal di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Sabtu (7/2/2026) lalu. Kini, pelakunya diduga berhasil diringkus aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan belum ada rilis resmi dari pihak Polres Badung. Namun begitu di sejumlah platform media massa, diduga wajah tiga pelaku telah beredar dan diduga diamankan aparat, Jumat (13/2/2026). Mereka beraksi larut malam dan membahayakan masyarakat sekitar.

Informasi beredar di masyarakat, ketiganya diduga ada yang ditangkap di Tabanan dan Denpasar, salah satunya yang ditangkap di Tabanan diduga hendak kabur ke Jawa.

Korban Tante Jenna dikenal aktif bersama komunitas motor, saat kejadian dia baru saja mengikuti rapat dan bertemu di The Forum Gallery Cafe, Kerobokan Kelod.

BACA JUGA  Basketball Stars Face Off in Ultimate Playoff Beard Battle

Usai pertemuan dengan rekan-rekannya, Tante Jenna pulang mengendarai motornya menuju rumahnya di wilayah Kuta.

Dugaan tiga pelaku berupaya memepet korban Tante Jenna dan mengambil barang berharganya.

Bahkan, sejumlah rekaman CCTV memperlihatkan pelaku bersikeras mengasak tas, yang berujung korban kehilangan keseimbangan dan menabrak tiang listrik hingga tidak sadarkan diri.

Ketiga pelaku diduga kabur, sedangkan korban Tante Jenna ditinggal dan seketika mengalami luka berat di kepala, meski sempat dilarikan ke rumah sakit.

Nyawanya tidak tertolong. Korban Tante Jenna, diduga Minggu (8/2/2026) dini hari dinyatakan meninggal dunia di RS Garba Med.

Sebelumnya, diungkapkan pihak Pengurus Nasional Honda ADV Indonesia (HAI) Chapter Badung, Dessy Sagita, sangat menyayangkan peristiwa begal kembali terjadi. Kejadian ini dapat membahayakan siapa saja dan perlu perhatian serius kepolisian.

BACA JUGA  Pesona Ubud Food Festival 2025, Hadirkan Menu Kuliner Tempo Dulu

“Jelas kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami dari Pengurus Nasional dan seluruh Keluarga Besar Honda ADV Indonesia mengutuk dan menuntut tanggung jawab penuh para pelaku atas pembegalan yang berujung hilangnya nyawa,” beber Dessy, diberbagai media.

Meski belum terdapat rilis resmi dari Polres Badung. Sebelumnya, Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina di beberapa media mengatakan bahwa rekaman CCTV di sekitar kejadian menjadi bukti awal untuk menangkap para pelaku.

Aparat sebelumnya, telah mengamankan ada 14 rekaman CCTV untuk mengecek wajah dan motor pelaku.

“Dugaan kami ini spontantitas, para pelaku diduga mencari sasaran saat ada kesempatan di jalan,” bebernya, seizin Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba. PBN001