Ket Foto: BI memperkuat ekosistem riset untuk mendorong ekonomi syariah yang inklusif.
Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan riset berkualitas untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dan solusi praktis.
Dukungan riset yang handal diharapkan mendorong kontribusi ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) terhadap peningkatan produktivitas, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro saat membuka The 12th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference and Call for Papers (IIMEFC) di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Konferensi yang merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 ini membahas penguatan kebijakan eksyar untuk mendorong pertumbuhan inklusif, inovasi, dan pengembangan industri, serta dihadiri akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di bidang eksyar.
Solikin menekankan bahwa optimalisasi potensi eksyar memerlukan ekosistem yang terintegrasi serta sinergi otoritas dalam perumusan kebijakan moneter, fiskal, sektor keuangan, dan keuangan sosial syariah.
Dalam konteks tersebut, riset berperan penting untuk mengidentifikasi pilihan kebijakan yang efektif, mengantisipasi konsekuensi yang menyertai, dan merumuskan rekomendasi yang aplikatif.
“Nilai riset tidak hanya terletak pada kemampuannya menjelaskan suatu persoalan, tetapi juga pada kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan hasil kebijakan,” tegas Solikin.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan riset, Bank Indonesia melalui Bank Indonesia Institute menerbitkan Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF).
Jurnal ilmiah terindeks Scopus ini menjadi platform bagi pengembangan riset eksyar yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan kebijakan.
Potensi pengembangan eksyar di Indonesia masih terbuka luas. Per Juni 2026, aset keuangan syariah mencapai sekitar Rp3.264 triliun, tumbuh hampir 10%.
Potensi tersebut perlu dioptimalkan untuk meningkatkan dukungan pembiayaan syariah terhadap usaha produktif, daya saing industri, dan perluasan kesempatan kerja.
Penguatan kontribusi juga membutuhkan inovasi serta keterhubungan antara perbankan syariah, pasar uang dan pasar modal syariah, teknologi keuangan, pembiayaan rantai pasok, dan keuangan sosial syariah.
Dalam hal ini, riset berperan penting untuk mengidentifikasi peluang pengembangan, mengevaluasi efektivitas kebijakan, dan merumuskan solusi yang tepat agar potensi eksyar dapat dioptimalkan secara produktif dan berkelanjutan.
IIMEFC dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Prof. Mohd Ma’sum Billah dari King Abdulaziz University Arab Saudi, Prof. Mohamed Shaban dari University of Leicester Inggris, dan Dadang Muljawan, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.
Diskusi dimoderatori Prof. Mansor H. Ibrahim dari INCEIF University, Malaysia, yang juga menjabat sebagai Redaktur Pelaksana JIMF.
Diskusi membahas kebijakan dan inovasi eksyar, serta pengembangan industri untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan produktivitas.
Tahun ini, International Call for Papers IIMEFC menerima 538 makalah dari 49 negara, meningkat dibandingkan dengan 348 makalah dari 37 negara pada 2025.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Rapat Dewan Editorial JIMF 2026 yang membahas penguatan peran riset bagi perumusan kebijakan dan kolaborasi internasional.
Melalui penguatan dukungan riset, Bank Indonesia terus mendukung pengembangan eksyar agar memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kunjungi ISEF 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, untuk mengeksplorasi peluang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk inovasi, pembiayaan usaha produktif, dan penguatan industri halal. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.isef.co.id.
Lomba OESN
Terdapat satu perwakilan dari Provinsi Bali sebagai Juara Harapan 1 pada Lomba Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), yaitu SMAS Albana dari Kota Denpasar.
Tim beranggotakan 3 orang, yakni Dwi Kurnia Satria Syah Rahardjo, Muhammad Johan Syahputra, dan Nashwan Daffa I.Rhanza.
Sebelumnya, SMAS Albana menjadi finalis ke-II Lomba OESN tingkat Regional KTI melalui kegiatan FESyar yang masuk dalam rangkaian ISEF tahun 2026.
KPwBI Bali memberikan fasilitasi kepada SMAS Albana untuk dapat mempersiapkan lomba dengan baik melalui pendampingan pembuatan makalah serta persiapan presentasi dengan tema Peningkatan Literasi dan Inklusi Ekonomi – Keuangan Syariah.
Makalah ini menghasilkan sebuah karya nyata yakni aplikasi berbasis web bernama “Syarify: Syariah For You” yang merupakan platform pembelajaran keuangan syariah.
SMAS Albana menjadi Juara Harapan I mewakili Provinsi Bali sebagai wilayah minoritas muslim, tepat di bawah klasemen peserta dari regional Jawa dan dapat mengungguli wilayah lainnya seperti wilayah Sumatera, Kalimantan maupun Sulawesi dan Papua.
Melalui capaian yang diraih oleh SMAS Albana sebagai Juara Harapan 1, membuktikan bahwa pengembangan literasi keuangan syariah di Provinsi Bali semakin inklusif serta menjadikan ekonomi syariah sebagai ilmu ekonomi universal yang dapat diimplementasikan untuk pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. *