pilarbalinews.com

Today: 29 April 2026

Dukungan Modal BRI, Paprika Organik Tembus Pasar Premium Dikembangkan Petani Tabanan

Dukungan permodalan dari sektor perbankan menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pengembangan pertanian organik bernilai tinggi.

Hal ini tercermin dari keberhasilan Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, yang mampu mengembangkan budidaya paprika organik hingga menembus pasar premium.

Berawal dari keterbatasan modal, Sandi perlahan mengubah pola pertanian konvensional menjadi usaha hortikultura modern berbasis organik. Ia mengembangkan paprika jenis dutch dengan sistem budidaya greenhouse di lahan seluas sekitar 2,5 are.

“Awalnya terkendala biaya, terutama untuk bibit yang cukup mahal. Akhirnya kami mencoba mengembangkan bibit sendiri agar lebih efisien,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Dalam empat tahun terakhir, usahanya berkembang pesat. Dengan sekitar 860 pot atau setara 1.600 tanaman, Sandi kini mampu memproduksi paprika secara konsisten dengan sistem panen harian.

Produksi sekali panen berkisar 20 hingga 40 kilogram, bahkan bisa mencapai 100 kilogram jika dilakukan panen menyeluruh sesuai permintaan pasar. Masa produksi sendiri berlangsung hingga delapan bulan dalam satu periode tanam.

BACA JUGA  Menikmati Musim Liburan di Syrco BASÈ, Rayakan Kebersamaan dan Saling Terhubung

Untuk menjaga kualitas, Sandi juga menerapkan teknologi smart farming, mulai dari pengaturan nutrisi hingga sistem penyiraman otomatis.

Hasilnya, paprika yang dihasilkan masuk kategori premium dengan harga jual tinggi, yakni paprika merah sekitar Rp150 ribu per kilogram, hijau Rp125 ribu, dan kuning sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.

Permintaan pasar yang terus meningkat, khususnya dari sektor perhotelan, turut mendorong perkembangan usaha ini. Produk organik dinilai memiliki nilai tambah karena kualitas dan keberlanjutannya.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pertanian melalui akses pembiayaan.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa pihaknya aktif mendorong pelaku usaha pertanian untuk naik kelas.

BACA JUGA  OJK Proyeksi Kredit UMKM Tumbuh 7-9 Persen di 2026, Dukung Ekonomi Berkelanjutan

“BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik melalui akses pembiayaan yang mudah dan inklusif. Sektor ini memiliki potensi ekonomi besar sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan literasi keuangan petani.

BRI optimistis sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha mampu mempercepat pertumbuhan sektor pertanian organik, khususnya di Bali dan Nusa Tenggara. Keberhasilan Sandi menjadi bukti bahwa dengan dukungan permodalan dan inovasi, sektor pertanian organik mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. rls

Ket Foto Ist: Budidaya paprika organik dikembangkan Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti. Usahanya menembus pasar premium.