Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 15 October 2026

DPRD Bali: Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Dewa Rai Ingatkan Fakta Antrean Panjang di Masyarakat

Ket Foto Ist: Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan, I Dewa Nyoman Rai, SH., MH.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan, I Dewa Nyoman Rai, SH., MH., menyoroti serius antrean masyarakat mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Bali.

Dewa Rai mengatakan prihatin atas kondisi yang dirasakan masyarakat. Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, senantiasa menyatakan bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi tersedia aman.

“Malah sebaliknya, masyarakat merasakan antrean panjang sejak pagi, siang hingga malam hari. Rata-rata mereka menggunakan motor untuk berusaha mencari nafkah. Kekosongan stok BBM kerap terjadi pada sejumlah SPBU di Bali. Ini adalah masalah serius,” ungkap Dewa Rai, Selasa (13/10/2026).

BACA JUGA  Dua Korban Terseret Arus Pantai Greenbowl dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

Di lain sisi, fakta di lapangan masyarakat mengantre demi mendapatkan pertalite dan pertamax. Mereka benar-benar berjuang karena bekerja mandiri menggunakan kendaraannya sehari-hari.

“Ya ini kita harus melihat faktanya sebagai pendukung apa yang menjadi cerita mereka,” kata politisi asal Buleleng ini.

Tidak dipungkiri, persoalan BBM di Bali tidak dapat selesai hanya secara normatif bahwa pasokan masih aman.

Namun, Pertamina harus detail menjelaskan kepada masyarakat secara transparan kondisi stok, kendala distribusi, serta langkah konkret untuk mengatasi gangguan yang dirasakan masyarakat.

Menurut Dewa Rai, meluasnya keluhan warga menunjukkan persoalan tersebut tidak lagi terbatas pada satu atau dua SPBU. Perlu ditelusuri secara serius, terutama menyangkut efektivitas sistem distribusi dan kesiapan antisipasi terhadap gangguan pasokan.

BACA JUGA  Tutik Kusuma Wardhani Tegaskan Partai Demokrat Wadah Terbaik Idealisme dan Perjuangkan Hak-hak Rakyat

Dewa Rai menambahkan pasokan BBM ke Bali bergantung pada pengiriman dari luar pulau, termasuk Jawa. Gangguan transportasi laut, cuaca buruk, maupun kejadian lain yang menghambat pengiriman berpotensi memengaruhi ketersediaan BBM di Pulau Dewata.

“BBM kan datang dari pulau lain. Ada Pulau Jawa. Tentu suatu saat ketika ada musibah, baik kapal maupun apa pun itu, kita bisa terdampak juga,” tandas Dewa Rai yang juga Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali.

Dewa Rai mengingatkan kelangkaan BBM berpotensi mengganggu sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat Bali. Sebagai daerah yang bergantung pada mobilitas wisatawan, pekerja, pelaku usaha, dan distribusi barang, Bali membutuhkan ketersediaan BBM yang stabil. PBN001

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News