Ket Foto: Suasana Coop Coffee Foundation memberi edukasi tentang peran dan fungsi kopi, serta pelestarian lingkungan.
Coop Coffee Foundation berperan sebagai NGO dalam mewujudkan SDGs 17 dan implementasi keuangan campur pada rantai pasok ekspor kopi Indonesia.
Hadir sejak imbas pandemi covid yang lalu dan rentannya gangguan pasokan akibat perubahan iklim.
Di bawah bendera program donor dan peningkatan kapasitas petani kopi lewat pemberdayaan koperasi oleh Kementerian Koperasi & UMKM, sejak tahun 2024, Coop Coffee Foundation telah fokus pada program bertema Coffee, Carbon & Climate yang menyasar GEDSI : Gender Equality, Disability and Social Inclusion, yaitu pendekatan pembangunan yang menekankan keterhubungan tiga konsep utama, yakni kesetaraan gender termasuk peran pemuda, kemudian perhatian pada disabilitas dan inklusi sosial.
Sejak kemarin 5 Maret 2026, berkolaborasi dengan UID Foundation, dengan mengambil tempat pelaksanaan di Starbucks Reserve Dewata Bali yang sarat dengan komitmen kopi yang berkelanjutan,
Coop Coffee Foundation telah mengadakan program pembelajaran ekslusif “Youth, Coffee and Climate” dengan menyasar generasi muda.
Sasaran khususnya gen-z sebagai peminum kopi ‘kekinian’ pada konsep keterkaitan pasokan kopi dan perubahan iklim, dengan memberikan paparan demi masa depan kopi Indonesia, khususnya kopi Kintamani Bali yang berkeadilan bagi seluruh pelaku rantai pasok kopi.
Lebih lanjut, Coop Coffee Foundation memperkenalkan kekuatan sosial media untuk mengatasi berbagai permasalahan sistemik yang dihadapi petani kopi khususnya dengan menggunakan pemikiran holistik,
Kemudian cara belajar serta pemecahan masalah yang berorientasi pada masa depan, lintas sektoral, dan multidisiplin.
Saat ini Coop Coffee Foundation bersama Dinas Sosial kota Denpasar dan Rumah Berdaya Kota Denpasar serta Yayasan Corti, mengadakan program pembelajaran eksklusif bagi penyandang disabilitas khususnya netra, tuli, taksa dan penyintas skizofernia sebagai bagian dari komitmen GEDSI di rantai pasok kopi melalui program TEMAN Kopi mengadakan training pemahaman rantai pasok kopi bersama Starbucks Indonesia, hingga pelatihan pemanfaatan ampas kopi untuk tujuan ekonomi sirkuler.
Program ini merupakan rangkaian dari komitmen Coop Coffee Foundation sejak bulan Januari 2026, pada pembagian pohon kopi siap tanam bagi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Kintamani Bali hingga bulan Maret ini guna mencapai 100,000 penanaman pohon kopi varietas B-1 kopyol di area Kintamani
Hal ini sebagai bentuk komitmen program Pemulihan Kintamani sejak tahun 2024 sejalan dengan perhatian Coop Coffee Foundation membawa MPIG kembali menerapkan penanaman pohon kopi di bawah sistem agroforestry atau hutan kopi sebagai salah satu solusi alami penyerapan karbon sebagai bentuk aksi mitigasi yang telah dijalankan lewat komitmen standar karbon sukarela dan sertifikasi Plan Vivo.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan UID Foundation dalam melaksanakan program ini sebagaimana komitmen dan kiprah UID telah nyata sejak lahirnya Tri Hita Karana Global Forum di Bali pada G20 Nusa Dua 2022 lalu, dan bahkan lebih senang lagi karena kami berkesempatan untuk bekerja sama dengan teman-teman lokal, nasional, dan internasional lainnya dalam mendukung agenda net zero, ekonomi sirkuler, pemberdayaan Wanita tani serta penyandang disabilitas untuk permodelan rantai pasok berkelanjutan di Kintamani, Bali,” ungkap Sascha Poespo, Program Manager Blended Finance Scheme Coop Coffee Foundation.
Pada acara hari ini turut hadir dari Kementerian Koperasi, yaitu Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha pada Deputi Pengembangan Usaha, Lely Hiswendari dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kota Denpasar, A.A. Ayu Diah Kurniawati serta mitra kolaborasi dari UID Bali Campus Robi Kurnia, Corti Foundation, I Gusti Agung Ayu Mirah, Asisten Manager Marketing Omnichannel Starbucks Indonesia, Averanska Eunike, PUM Netherlands Senior Exports sebagai organisasi nirlaba Belanda pada topik pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani, Theo Vermeulen, Founder Coop Coffee Foundation Reza Fabianus serta Pasukan Ungu tim pemberdayaan Wanita Kintamani Catur: Ni Made Nuati, Ni Wayan Srianti dan Ni Putu Sari.