Ket Foto: Sosok I Made Radeadhitya Laksmana Swarna dari Prodi S1 Sistem Informasi (250030493), meraih Juara Korean Populer atau K-POP Cover Dance Festival World Final, di Seoul, Korsel, Sabtu (17/10/2026).
Juara Korean Populer atau K-POP Cover Dance Festival World Final, di Seoul, Korea Selatan, diraih oleh I Made Radeadhitya Laksmana Swarna dari ITB STIKOM Bali, Prodi S1 Sistem Informasi (250030493).
“Perasaan saya setelah menang cukup campur aduk, dan sangat tidak berekspektasi untuk bisa menjuarai lomba dance K-Pop skala internasional. Untuk target selanjutnya saya harap bisa mengharumkan nama Indonesia lagi, bukan hanya di Korea Selatan tetapi di seluruh mancanegara,” terang Radeadhitya, Sabtu (17/10/2026).
Persiapan matang dilakoni Radeadhitya, sebelum menuju perlombaan tingkat internasional di Negeri Gingseng.
Ia menceritakan kegemarannya terhadap musik K-POP, sebagai landasan dan motivasi dirinya mengikuti perlombaan tersebut.
“K-Pop Cover Dance Festival World Final in Seoul tersebut berlangsung tanggal 17 Oktober 2026, tetapi saya dan tim tiba di Korea Selatan pada tanggal 14 Oktober lalu melakukan kegiatan bersama semua peserta dari berbagai negara,” ungkap Radeadhitya.
Jenis K-POP luar negeri yang cukup populer ke Indonesia, beberapa grup seperti, BTS, BlackPink, Seventeen, Stray Kids, Twice, dan lainnya. Menurut Radeadhitya, ia akui sejak kecil menggemari genre K-Pop.
“Karena dari kecil saya suka menonton artis-artis K-Pop, jadi kebiasaan tersebut membuat saya menggemari genre K-Pop sampai saat ini,” tuturnya.
Radeadhitya tidak memungkiri persaingan dalam K-Pop Cover Dance Festival World Final in Seoul, cukup menantang tetapi akhirnya dapat diatasi tim.
“Persaingannya sangat sehat karena kami (tim saya) saling men-support satu sama lain dengan tim tim dari berbagai negara. Ya, pesertanya dari beberapa negara, yaitu ada 13 negara termasuk Indonesia,” tegasnya.
Pasca meraih Juara Korean Populer atau K-POP Cover Dance Festival World Final, di Seoul, Korea Selatan, peluang untuk mempopulerkan K-Pop di tanah air tetap terbuka. Hanya saja, K-Pop memiliki tetap penikmatnya tersendiri.
“Mungkin rencana mempopulerkan K-Pop ke generasi Bali belum terpikirkan sama sekali, tetapi saya harap pandangan orang-orang di sini terhadap kultur K-Pop di Bali bahkan di Indonesia pun semakin terbuka,” harap Radeadhitya.
Terkait dukungan dari pihak kampus, Radeahitya mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam K-POP Cover Dance Festival World Final kali ini dijalani bersama tim yang berasal dari luar kampus. Meski demikian, prestasi yang diraihnya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para dancer di Bali untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih luas.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi para dancer, khususnya mereka yang belum memiliki kesempatan untuk berkompetisi di luar Bali, agar semakin percaya diri dalam menunjukkan potensi dan meraih prestasi.
“Harapannya, setelah kemenangan ini, saya bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh dancer di Bali, khususnya mereka yang belum pernah mengikuti lomba di luar Bali,” tutupnya. PBN001