pilarbalinews.com

Sinergi TPID Kabupaten Gianyar Kendalikan Inflasi Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026

Pemkab Gianyar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar, Jumat (13/3/2026) di Ruang Kerja Wakil Bupati Gianyar.

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, SH., mengungkapkan apresiasi terhadap TPID Kabupaten Gianyar dan BI Prov. Bali atas sinergi, dukungan dan pendampingan dalam berbagai pelaksanaan program TPID di Kab. Gianyar.

“Pengendalian inflasi merupakan upaya bersama yang memerlukan koordinasi dan komitmen seluruh pihak,” ungkapnya, di dampingi Kepala Bagian Perekonomian Kab. Gianyar Drs. I Kadek Alit Wirawan, M.AP., dan jajaran Forkommpimda.

Sehubungan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idul Fitri, seluruh perangkat daerah diharapkan terus memperhatikan perkembangan harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan agar tidak terjadi gejolak harga yang signifikan di masyarakat.

“Perangkat daerah dan jajaran Forkopimda untuk terus berkoordinasi mengantisipasi potensi penimbunan barang serta memastikan kelancaran distribusi pasokan di Kab. Gianyar,” katanya.

Deputi Direktur BI Bali Muhamad Shiroth mengatakan apresiasi atas komitmen Pemkab Gianyar dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah jelang HBKN.

BACA JUGA  Digitalisasi Layanan Nasabah, CIMB Niaga Dukung Ekonomi dan Pariwisata Bali  

“Keunikan Kab. Gianyar sebagai salah satu sentra pariwisata, sehingga kebutuhan pangan tidak hanya untuk masyarakat Gianyar, namun juga wisatawan yang datang,” katanya.

Muhamad Shiroth menambahkan Gianyar tercatat surplus untuk produksi padi, bahkan memasok kebutuhan daerah lain. Namun untuk beberapa komoditas lainnya, seperti hortikultura, sebagian dipenuhi pasokannya dari daerah lain.

“Perhatian pada sejumlah komoditas menjelang HBKN, antara lain cabai, daging ayam ras, dan bawang merah. Selain peningkatan permintaan jelang HBKN, beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain dinamika geopolitik global, faktor cuaca, dan efisiensi rantai pasok,” ucapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kab. Gianyar Ir. I Gusti Ayu Dewi Hariani, M.Si., menambahkan secara umum ketersediaan bahan pangan pokok di Kab. Gianyar berada dalam kondisi aman dan terkendali, dengan stok beras diperkirakan mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

“Upaya memperkuat ketersediaan pangan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan pasokan melalui enumerator dan Rumah Pangan Kita (RPK),” tambahnya.

BACA JUGA  Advokat Ipung: Menang Kasasi di Tingkat Mahkamah Agung dan Siap Eksekusi!

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Gianyar Anak Agung Gde Raka Suryadiputra memaparkan perkembangan harga bahan pokok dan barang penting lainnya.

“Pemantauan di sejumlah pasar pada minggu kedua Maret, secara umum harga komoditas terkendali. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, dan bunga pacar, namun kenaikannya relatif terbatas,” katanya.

Selanjutnya, Kepala BPS Kabupaten Gianyar Maria Iin Maidiana menerangkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kab. Gianyar dan karakteristik pola konsumsi masyarakat Gianyar yang menunjukkan kecenderungan konsumsi makanan dan minuman jadi.

Sebagai penutup Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga, mendukung kesejahteraan masyarakat, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. PBN001/Rls

Ket Foto: TPID Kab. Gianyar kendalikan inflasi melalui koordinasi dan komitmen seluruh pihak, Jumat (13/3/2026).