pilarbalinews.com

Ramaikan Program Budaya Spesial Hari Imlek 2577 di Kawasan Kreatif Nuanu, Dimulai 14-17 Februari 2026

Nuanu Creative City segera merayakan Tahun Baru Imlek 2577 melalui rangkaian program budaya selama empat hari yang berlangsung di kawasan Nuanu pada tanggal 14 s.d. 17 Februari 2026.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 ini dirancang sebagai perayaan yang berlangsung di berbagai ruang dalam satu kawasan. Program ini menghadirkan pertunjukan, prosesi budaya, serta beragam kegiatan publik yang menyatu dengan ritme Nuanu dan dapat diikuti pengunjung sepanjang beberapa hari.

“Kami membangun Nuanu lewat rangkaian momen budaya yang hadir secara konsisten,” ujar Ida Ayu Astari Prada, Director of Brand and Communications, Nuanu, Senin (2/2/2026).

Menariknya, pertunjukan Barongsai di kawasan Nuanu Creative City sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung di kawasan Nuanu.

Program Tahun Baru Imlek di Nuanu juga dikemas dalam format mikro-festival, sebuah perayaan berskala intim yang menghadirkan beragam pengalaman budaya di berbagai titik kawasan.

Program ini tidak terpusat di satu lokasi, melainkan dirancang agar pengunjung dapat berpindah dari satu area ke area lain, menyusuri ruang publik, taman, dan venue, sambil menjumpai pertunjukan serta kegiatan yang berlangsung berdekatan satu sama lain. Melalui pendekatan ini, perayaan dirasakan secara langsung melalui perjalanan pengunjung di dalam kawasan, bukan sebagai satu acara tunggal yang berdiri sendiri.

BACA JUGA  Curi Mata Bor di Proyek Bangunan, Pelaku IEG 'Dijuk' Polsek Denut

“Melalui merancang program yang tersebar di seluruh kawasan, kami menciptakan ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan seniman dan komunitas, sekaligus memungkinkan berbagai ekspresi budaya hadir dalam satu ekosistem. Dengan cara ini, budaya tidak hanya dipresentasikan, tetapi menjadi bagian dari ruang dan keseharian di Nuanu,” katanya.

Karakter kawasan Nuanu yang terbuka dan ramah pejalan kaki menjadi landasan utama pendekatan ini, dengan pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil serta dukungan shuttle listrik publik yang menghubungkan area-area utama, pengunjung mengikuti rangkaian program dengan berjalan kaki dari satu ruang ke ruang lainnya.

Area publik, taman, dan ruang pertunjukan berada dalam jarak yang saling berdekatan, sehingga pengalaman perayaan terbentuk melalui pergerakan pengunjung di dalam kawasan.

Setiap malam, rangkaian program dibuka dengan pertunjukan Barongsai dan Barong Bangkung sebagai penanda dimulainya perayaan Tahun Baru Imlek, sekaligus membangun suasana perayaan yang terasa di seluruh kawasan.

Program malam hari berpusat di Labyrinth DOME dengan sajian pertunjukan berskala intim dan sesi musik yang berganti setiap hari.

“Sorotan program meliputi Invisible Magic, sebuah pertunjukan dengan jarak dekat oleh pesulap dan seniman pertunjukan asal Hong Kong, Chen Ting, serta DJ set dan sesi musik atmosferik bersama Keigo Tanaka, Waxwood, Culcha Collective, dan Roba Grow. Disajikan dalam format yang dekat dengan audiens, program malam ini menghadirkan pengalaman bersama yang berfokus pada ritme, suara, dan kehadiran, sekaligus memperpanjang suasana perayaan hingga malam hari,” beber Dayu Astari.

BACA JUGA  Jaga Etalase Indonesia dari Narkotika, Kepala BNN RI Puji Kinerja Gubernur Koster

Sepanjang empat hari perayaan, Labyrinth Art Gallery menghadirkan program bertema teh yang mencakup sesi minum teh terpandu serta pameran teh terkurasi.

“Program ini mengajak pengunjung untuk sejenak berhenti dan memberi perhatian pada teh sebagai praktik budaya lintas tradisi, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih tenang di tengah rangkaian aktivitas kawasan,” kata Dayu Astari.

Sementara itu, Lunar New Year Cultural Showcase yang berlangsung pada siang hingga awal malam hari pada 16 dan 17 Februari 2026, menghidupkan ruang-ruang publik melalui pertunjukan yang terbuka dan mudah diakses.

Program ini melengkapi rangkaian malam hari dan membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengalami perayaan dalam suasana yang berbeda.

Secara keseluruhan, rangkaian Tahun Baru Imlek ini mencerminkan cara Nuanu memandang budaya sebagai sesuatu yang dibangun secara berkelanjutan, melalui program yang berakar pada konteks tempat, kolaborasi jangka panjang dengan seniman, serta keterlibatan publik yang terus berkembang. PBN001/rls

Ket Foto: Rayakan Imlek di Nuanu Creative City, program budaya selama tanggal 14 s.d. 17 Februari 2026.