pilarbalinews.com

Produksi Gula Merah dari Nira Kelapa di Banyuwangi, Tradisi Merawat Tanah dengan Pupuk Organik

Proses memasak air nira kelapa dilakukan dengan sederhana memakai kayu bakar, selain menjaga kualitas rasa manis dan gurih, masyarakat Desa Sarongan, Banyuwangi, Jawa Timur, juga menjaga tradisi secara turun temurun, Minggu (28/12/2025).

Tradisi membuat gula merah dari bahan dasar nira pohon kelapa yang dimasak matang selama 4 jam dan tidak sampai gosong. Pengerjaannya masih sederhana menggunakan kayu bakar untuk menciptakan rasa gula merah yang manis dan gurih. Produksi gula merah dari nira pohon kelapa, masih berlangsung di Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Salah satu pekerja gula merah setempat, Ponidi (45) mengakui sudah memproduksi gula merah secara turun temurun, dengan memanfaatkan kelapa yang tumbuh subur di wilayah Desa Sarongan. Kelapa ini ditanam selama puluhan tahun, beregenerasi secara rutin, sehingga produksi nira kelapa dapat berjalan konsisten. Guna meningkatkan produksi tanah di lahan kelapa, ia rutin menggemburkan tanah dan memupuk organik kelapa setiap 3 hingga 6 bulan sekali. “Sudah puluhan tahun mengerjakan gula merah, bahan dasarnya adalah nira pohon kelapa,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).

BACA JUGA  Wisman Berkualitas, Puspa Negara Dorong Pengecekan Saldo Tiga Bulan Terakhir dan Catatan Perilaku