Ket Foto: Rapat paripurna dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, singgung tentang persoalan di Bali, Senin (6/4/2026).
Rapat Paripurna Ke-31 Masa Persidangan II tahun sidang 2025-2026, dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, SH., serta anggota DPRD Provinsi Bali lainnya, pada Senin (6/4/2026) di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali.
Melalui paparannya disampaikan perkembangan kondisi Bali, di bidang ekonomi, pariwisata, kriminalitas dan lainnya. Di mana paparan Gubernur Bali Wayan Koster, tertuang dalam penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas dan Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Sejak awal Tahun 2026, kedatangan wisatawan menjadi perhatian pariwisata Bali.
Tercatat kedatangan wisatawan domestik pada Januari 2025 angka kedatangan (366,366) dan Januari 2026 (329,682); Februari 2025 angka kedatangan (299,218) dan Februari 2026 (283,978); Maret 2025 angka kedatangan (265,254) dan Maret 2026 (354,653).
“Total kedatangan kedatangan domestik Tahun 2025 (930,838) dan Tahun 2026 (968,313). Kenaikan mencapai 37.475 orang (4%),” ujar Gubernur Koster.
Selanjutnya, kedatangan wisatawan internasional 2025-2026, mulai Januari 2025 (601,804) dan Januari 2026 (588,900); Februari 2025 (491,689) dan Februari 2026 (533,303); Maret 2025 (512,291) dan Maret 2026 (522,966).
“Total kedatangan wisatawan internasional, pada Tahun 2025 (1,605,784) dan Tahun 2026 (1,645,169). Di mana terjadi kenaikan 39,385 (2,4%),” papar Gubernur Koster.
Pihaknya mencermati terhadap kontribusi pariwisata Bali di Tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali 7,05 Juta orang (nasional 15,39 Juta orang), di mana lebih tinggi dari Tahun 2024 (6,3 Juta orang).
Jumlah kontribusi Wisman Bali, terhadap total Wisman ke Indonesia lebih tinggi dari Tahun 2024 (45,3%). Kemudian, devisa pariwisata Bali Rp167 T, kontribusi pariwisata Bali terhadap total devisa pariwisata Indonesia Rp312 T (53,6%), berdasarkan data 2024.
Kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan perekonomian Bali sangat tinggi atau (66,0%), berdasarkan data 2024.
“Jumlah wisatawan domestik 9,3 Juta orang, lebih rendah dari Tahun 2024 (9,6 Juta) orang,” paparnya.
Di sisi lain, Gubernur Koster menyoroti atas permasalahan dan tantangan Bali ke depan.
Selain memberi manfaaf positif bagi kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan masyarakat Bali. Pembangunan Bali juga menimbulkan permasalahan terhadap alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Pertama, alih fungsi alam sawah yang terus meningkat, sampah semakin banyak, kerusakan ekosistem lingkungan, ancaman ketersediaan air bersih, dan kemacetan yang semakin tinggi.
“Termasuk masalah terjadinya kesenjangan ekonomi wilayah di luar Sarbagita,” ungkap Gubernur Koster.
Kedua, persoalan kapasitas infrastruktur dan transportasi publik yang jauh dari memadai. Kesempatan berusaha masyarakat lokal Bali, semakin berkurang, praktek pembelian aset dengan memakai nama masyarakat lokal Bali semakin tinggi, kasus narkoba, prostitusi, dan keamanan semakin meningkat, dan munculnya orang asing yang eksklusif.
“Ketiga, terkait penodaan tempat-tempat suci semakin meningkat, rusaknya pakem dan keorisinilan Bali,” tegasnya. PBN001