pilarbalinews.com

Today: 3 April 2026

Gerak Syariah 2026 Ditutup OJK, Dukung Ekonomi Nasional Inklusif dan Berkelanjutan

Ket Foto: Suasana penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. OJK dorong keuangan inklusif dan berkelanjutan, Kamis (2/4/2026).

Guna memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

“Komitmen ini menjadi bagian bersama untuk memperluas pemahaman masyarakat dan meningkatkan akses produk serta layanan keuangan syariah di Indonesia,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam acara Penutupan GERAK Syariah 2026, Kamis (2/4/2026) di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono.

Friderica menerangkan pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah yang stabil menunjukkan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menduduki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Lomba Barista Kopi Hingga Konten Kreator, PDIP Bali Peringati Bulan Bung Karno 2025  

“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tersebut, tentunya juga menjadi fondasi kita yang kuat bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut tidak luput dari berbagai peluang yang kita miliki saat ini. Potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat, yang didukung dengan basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang. Ini luar biasa tentu potensinya,” imbuh Friderica.

Friderica menegaskan OJK terus mendukung Program Prioritas Pemerintah dan mendorong sektor jasa keuangan syariah agar berkontribusi terhadap Asta Cita melalui berbagai program yang mendekatkan keuangan syariah kepada masyarakat luas.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan pembiayaan syariah yang inklusif dan mudah diakses bagi UMKM, optimalisasi kontribusi sektor jasa keuangan syariah dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, serta dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

BACA JUGA  Ramaikan Sthala UVJF Mulai 1-2 Agustus 2025, Disediakan Gelas Khusus Pengunjung

Harapannya adalah sinergi yang terjalin sepanjang bulan Ramadan dapat terus terlaksana sepanjang tahun dalam menggencarkan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk menguatkan sektor keuangan syariah dalam membawa kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, mengatakan kebersamaan, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan kunci dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui gerakan yang terarah, masif, dan merata yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan GERAK Syariah.

“Maka dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat, menjangkau masyarakat yang lebih luas, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Dicky. PBN001