Skip to main content

pilarbalinews.com

Today: 17 October 2026

Dari Lampu Nelayan hingga Generator Hidrogen, Desa Utak Atik Hadirkan Inovasi Hijau di Serangan

Ket Foto: Pekan iklim Bali 2026, Desa Utak Atik Serangan menampilkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan.

CAST Foundation bersama Meaningful Design Group (MDG) dan Fab Lab Bali kembali mengangkat Desa Utak Atik, yang merupakan inisiatif pengembangan komunitas dan inovasi lingkungan berbasis teknologi di skala desa menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045.

Inisiatif ini mencakup kegiatan edukasi, riset dan eksperimen, serta pengembangan prototipe teknologi energi bersih yang diselaraskan dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan
setempat, untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan peningkatan kapasitas masyarakat Serangan.

Desa Utak Atik dikembangkan sebagai pendekatan bottom-up, yang menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama inovasi—bukan sekadar penerima teknologi.

Model ini dirancang untuk memantik nalar kritis masyarakat tentang pola hidup berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, serta memastikan teknologi maju dapat diterapkan sesuai konteks sosial dan budaya lokal.

Program Desa Utak Atik melibatkan kelompok peneliti dan inovator baik lokal maupun internasional yang berasal dari latar belakang keahlian yang berbeda seperti desain, fabrikasi digital, teknik, serta ahli dalam pengembangan proyek dan program taraf internasional.

Inisiatif yang diusung oleh CAST Foundation, Meaningful Design Group, dan Fab Lab Bali ini merupakan bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (Koalisi Bali ENB) 2045 yang di dalamnya terdapat anggota lain yaitu World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus (NEX) Indonesia, dan Azura Indonesia, serta didukung penuh oleh ViriyaENB.

Desa Utak Atik Bagian dari Jelajah Inovasi di Pekan Iklim Bali 2026
Sebagai bagian dari Pekan Iklim Bali 2026 (13-17 Oktober, di Kawasan Rendah Emisi Sanur) Desa Utak Atik menjadi salah satu tujuan Jelajah Inovasi dalam sesi tematik Jelajah Denpasar:

Ragam Inovasi Iklim Menuju Perkotaan Tangguh.
Jelajah Inovasi adalah sebuah program yang mengajak para pesertanya, yang merupakan masyarakat umum untuk berkunjung ke berbagai lokasi inovasi iklim berbasis komunitas di Bali, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat inovasi.

Di Banjar Dukuh, Desa Serangan, Pameran Desa Utak Atik menghadirkan pameran prototipe/purwarupa inovasi, demonstrasi teknologi, workshop teknologi bersama para nelayan, dan kunjungan ke Fab Lab Bali/Kios Utak Atik yang belum lama ini menempati lokasi baru yang lebih besar, sehingga memperluas kesempatan bagi siapa saja untuk berkarya.

Kios yang sebelumnya berukuran mungil, yaitu 2,5 x 4 meter dan sekarang menjadi 6 x 4 meter. Di Kios Utak-Atik yang baru ini, pengunjung CAST Foundation Fab Lab Bali The Habibie Center Building Kios Utak-Atik Jl. Kemang Selatan No. 98 Cilandak, Jakarta Selatan Jl.Tukad Penataran No.38, Serangan, Bali

https://castfoundation.id https://fablabbali.com Jelajah Inovasi dapat mengetahui lebih jauh tentang Fab Lab Bali dan mencoba air quality monitoring, serta Planet AI, program terbaru dari Fab City untuk membaca kondisi tanah, air, dan udara setempat di sebuah kota.

Kios Utak Atik yang baru juga menghadirkan tools seperti 3D printer, laser cutter, CNC router, dan 3D printer berskala besar.

BACA JUGA  Imigrasi Denpasar Hadirkan Layanan Pasporia di Plaza Renon

Tools ini sendiri dapat diakses oleh warga, juga para makers untuk membuat elemen-elemen inovasi seperti fishermen headlamp, H2 Generator, dan H2 Mini, yang prototipenya juga dihadirkan di Pekan Iklim Bali.

Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bagaimana teknologi dan pengetahuan lokal dapat dipertemukan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan lingkungan di tingkat komunitas.

Tentang Lokakarya dan Pameran
Pameran Desa Utak Atik Kali ini menampilkan berbagai purwarupa inovasi yang semakin diperbaiki kualitas dan efektifitas fungsinya, agar menjadi solusi yang mumpuni bagi para nelayan untuk mengurangi kendala teknologi di Desa Serangan.

Purwarupa/prototipe yang dipamerkan di antaranya adalah:
1. H2MINI — Stasiun Pengisian Daya (Charging Station) Universal Bertenaga Hidrogen
2. H2Gen: Generator Produksi Hidrogen Berbiaya Rendah
3. Generator HHO untuk Jukung Nelayan
4. Lampu Kepala Ergonomis untuk Nelayan
5. Pencacah Sampah Organik Mobile

Selain pameran, Desa Utak Atik kali ini juga menghadirkan Lokakarya Inovasi Penerangan Nelayan, yang mencakup diseminasi Lampu Kepala Nelayan Ergonomis dan workshop pembuatan lampu blinking jukung bertenaga surya.

Melalui pengenalan inovasi dan praktik langsung, nelayan diajak memahami serta mencoba teknologi penerangan yang relevan dengan aktivitas melaut.

Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dikembangkan bersama masyarakat untuk merespons kebutuhan nyata, memperluas keterampilan teknis, dan membuka peluang bagi solusi yang lebih aman dan sesuai dengan konteks lokal.

“Di Desa Utak Atik kali ini kami mengajak para nelayan Desa Serangan untuk membuat lampu blinking jukung bertenaga surya. Kami harap dari lokakarya ini, nelayan di Serangan terbantu aktivitasnya selama melaut, dan juga mereka menjadi lebih akrab dengan teknologi dan pemanfaatan energi terbarukan yang berlimpah ruah tersedia di Serangan. Nelayan bisa jadi pelaku utama masa depan berkelanjutan di daerahnya,” ucap Wan Zaleha Radzi, Founding Partner CAST Foundation.

Serangan adalah desa pulau kecil di Denpasar Selatan, dihuni sekitar 4.080 penduduk yang terbagi dalam enam lingkungan banjar dan satu Kampung Bugis.

Sistem banjar adalah organisasi sosial tradisional di Bali yang berfungsi sebagai wadah gotong royong dan pengaturan kehidupan masyarakat berdasarkan adat istiadat setempat.

Sementara Kampung Bugis adalah wilayah desa yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Infrastruktur komunitas Desa Serangan, menjaga dinamika keharmonisan banjar dan kampung tetap baik hingga saat ini.

“Di Serangan, saya sadari adanya potensi untuk mempermudah nelayan mencari kelangsungan hidup. Nelayan-nelayan ini usianya sudah di atas 50 hingga di atas 70. Harapan saya, dengan mempermudah hidup para CAST Foundation Fab Lab Bali The Habibie Center Building Kios Utak-Atik Jl. Kemang Selatan No. 98 Cilandak, Jakarta Selatan Jl.Tukad Penataran No.38, Serangan, Bali https://castfoundation.id https://fablabbali.com nelayan, anak-anak muda di Serangan akan terhubung kembali dengan tradisi melaut di Serangan. Tidak hanya lewat pariwisata tetapi juga hidup sehari-hari”, ujar Kaling Wayan, Kepala Lingkungan.

BACA JUGA  Giri Prasta Dilantik Pimpin KONI Bali Periode 2026-2030, Gubernur Koster Percaya Bali Menuju Top 5 PON

Harapan itu, salah satunya, diwujudkan melalui lokakarya lampu kedip tenaga surya untuk perahu jukung yang ditujukan bagi para nelayan Desa Serangan.

Dipandu oleh Dwi Arsana, seorang penggiat utak-atik teknologi asal Bali, lokakarya ini mengajak para nelayan mempraktikkan langsung cara membuat lampu kelap-kelip sederhana yang dapat digunakan untuk membantu perahu mengkomunikasi status operasional perahu, agar dapat dikenali perahu atau kapal lain di malam hari dan saat cuaca buruk.

Dengan merakit sendiri perangkatnya, para nelayan tidak hanya mendapatkan solusi praktis yang sesuai dengan kebutuhan melaut, tetapi juga memahami cara kerja energi bersih secara langsung.

“Kami memandang desa sebagai unit spasial yang ideal untuk mengatasi masalah utama di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini. Kami menunjukkan bahwa teknologi open source dan frugal sangat selaras untuk diterapkan bersama institusi budaya yang sudah mapan seperti Banjar, untuk berinovasi bersama masyarakat lokal dan menjawab tantangan yang mereka hadapi. Energi, limbah, polusi, dan mobilitas adalah beberapa topik yang kami garap, namun cakupan kami tidak terbatas pada hal-hal tersebut saja.

Tujuan utamanya adalah menjadikan desa sebagai laboratorium tempat eksperimen dan inovasi terus berlangsung untuk memecahkan masalah lokal, Tomas Diez, Founding Partner Meaningful Design Group, menjawab pertanyaan tentang fokus dan strategis Desa Utak Atik saat ini.

Tentang Yayasan Culture Art Science Technology (CAST Foundation)
CAST Foundation adalah sebuah yayasan yang berbasis di Jakarta yang mendukung desain yang bermakna dan ekosistem yang berkelanjutan bagi masyarakat dan planet ini melalui inovasi-inovasi yang ditemukan di persimpangan antara budaya, seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut Website CAST Foundation dan Instagram CAST Foundation Tentang Fab Lab Bali: Meaningful Design Group Meaningful Design Group: Fab Lab Bali adalah bagian dari Jaringan MIT Fab Lab dan berfungsi sebagai Hub lokal utama bagi Bali Fab Island, sebuah program yang diluncurkan pada tahun 2022 dengan tujuan agar Bali dapat memproduksi sendiri hampir semua kebutuhan konsumsinya secara lokal, mulai dari pangan, energi, hingga barang dan teknologi.

Fab Lab Bali juga adalah sebuah laboratorium inovasi terbuka bagi masyarakat untuk mengusulkan dan mengembangkan intervensi bermakna yang memperkaya, memberdayakan, dan meningkatkan ekonomi regeneratif Bali yang sedang berkembang dengan menyediakan akses ke fabrikasi digital, alat pembuatan prototipe, teknologi, dan pendidikan.

Fab Lab Bali baru saja memindahkan Kios Utak Atik di lokasi baru yang lebih besar di Desa Serangan, Bali-sehingga terbuka juga kesempatan yang lebih besar untuk siapa saja yang ingin berkarya. Untuk informasi lebih lanjut Website FabLab Bali dan Instagram FabLab Bali
CAST Foundation Fab Lab Bali The Habibie Center Building Kios Utak-Atik Jl. Kemang Selatan No. 98 Cilandak, Jakarta Selatan. *

@pilar_bali_news

@pilarbalinews

Pilar Bali News