pilarbalinews.com

BI Bali Dorong Stabilitas Harga Jelang Hari Nyepi dan Idul Fitri 2026

Ket Foto: BI Bali memperkuat kerjasama dengan media massa untuk diseminasi perkembangan perekonomian Bali, Kamis (5/3/2026).

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menggelar ‘Bincang dengan Media’ di Kantor Bank Indonesia Bali, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Perwakilan Erwin Soeriadimadja dan dihadiri oleh 54 media massa di Bali. Tujuan kegiatan adalah memaparkan perkembangan ekonomi Bali terkini serta langkah strategis BI Provinsi Bali dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Dijelaskan Erwin Soeriadimadja bahwa ia mengapresiasi peran strategis media sebagai mitra penting Bank Indonesia, dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat, cepat, dan terpercaya kepada masyarakat.

“Media memiliki kontribusi besar dalam membangun optimisme masyarakat serta mendukung upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali,” ujarnya.

Ditambahkan Erwin, di tengah tantangan dinamika geopolitik dan ekonomi global, BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

“Kebijakan utamanya melalui penetapan BI Rate serta kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendukung pembiayaan sektor riil dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Penurunan BI Rate mulai tertransmisikan ke penurunan suku bunga kredit di Bali, yang turun dari 9,67% pada Januari 2025 menjadi 9,36% pada Januari 2026,” bebernya.

BACA JUGA  Terbawa Arus Irigasi 1,25 Km, Bocah Empat Tahun Tak Terselamatkan

Hal ini pula dibarengi dengan penyaluran kredit yang tumbuh tinggi sebesar 7,28% (yoy) pada Januari 2026, yang diharapkan memperkuat pembiayaan sektor riil dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan menambahkan perekonomian Bali menunjukkan ketahanan yang luar biasa.

Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 sebesar 5,86% (yoy), di atas pertumbuhan nasional (5,39%), ditopang tingginya pertumbuhan LU terkait pariwisata (akomodasi makan minum, perdagangan, transportasi dan pergudangan), serta kuatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.

“Dari sisi stabilitas harga, inflasi Bali pada Februari 2026 sebesar 0,70% (mtm) atau 3,89% (yoy). Kenaikan inflasi bulanan terutama dipengaruhi oleh peningkatan permintaan menjelang HBKN Nyepi dan Idul Fitri,” ungkap Ronald.

Sedangkan, kenaikan inflasi tahunan disebabkan faktor base effect diskon tarif listrik yang berlaku pada tahun 2025, sehingga bersifat temporer.

“Menjaga stabilitas inflasi menjelang HBKN Nyepi dan Idul Fitri, strategi pengendalian utamanya difokuskan pada operasi pasar murah berbasis prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat sasaran), penguatan kerja sama antar daerah, serta komunikasi publik untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat,” ucap Ronald.

Sejalan dengan upaya mendukung transformasi ekonomi daerah, BI Bali juga terus mendorong perluasan ekosistem ekonomi digital.

BACA JUGA  DPRD Bali Setujui Penambahan Penyertaan Modal Rp445 M di PT BPD Bali, Gubernur Koster Ucapkan Terima Kasih

Advisor BI Bali, Indra Gunawan Sutarto memaparkan tren positif pada transaksi nontunai. Proporsi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui kanal digital di Bali terus meningkat, pada tahun 2025 telah mencapai 46,82%.

“Pencapaian ini didukung sinergi BI Bali dengan Pemda, Perbankan, dan
Stakeholders terkait di Bali melalui program a.l. Pasar Rakyat Bali Go Digital, Banjar Digital dan Nusa Lembongan Digital Island. Untuk memperluas adopsi QRIS, BI Provinsi Bali menyelenggarakan program ‘QRIS Takjil War Ramadan 2026’ di Kampung Jawa dan Kampung Sunda, Denpasar,” katanya.

BI Bali juga memastikan ketersediaan uang tunai layak edar melalui program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan, Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri) 2026.

Bersinergi dengan 12 perbankan, BI menyediakan layanan penukaran uang di 43 titik dengan total 169 kegiatan. Hingga 3 Maret 2026, SERAMBI telah melayani 8.400 penukar dengan nilai mencapai Rp23,7 miliar.

Program ini juga dirangkaikan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Melalui sinergi yang kuat antara BI Bali, Pemda Bali, serta seluruh pemangku kepentingan, perekonomian Bali diharapkan dapat terus tumbuh secara inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan, serta stabilitas yang terjaga. PBN001