Ket Foto Istimewa: Waspada investasi bodong.
Tergiur uang cepat melalui sistem arisan online dan investasi bodong, diduga sejumlah korban grup Whatsapp arisan Twins_SJ yang diduga dikelola perempuan inisial NNS (31) alias Saska J, menuai kontra di masyarakat.
Peran Saska diduga warga dari Banjar Tegal Saat Kapal, Mengwi, Badung ini sebagai penyedia grup WA arisan Twins_SJ awalnya memperoleh simpati anggotanya. Janjinya menawarkan keuntungan cepat setiap kali arisan online maupun investasi bodong digelar. Keuntungan diberikan bernilai puluhan juta, sehingga korban-korbannya tergiur di awal mendengar tawaran bergabung ke dalam arisan Twins_SJ.
“Orangnya pintar sekali mengajak korban, saya tergiur ikut arisan dengan menaruh uang selama dua tahun terakhir (2024-2025). Saya ikut awalnya lancar, saya ikut nomer bawah karena ada keuntungannya ambil terus. Singkatnya, Oktober 2025, saya pribadi ditawarkan oleh Saska untuk gabung investasi (Di luar arisan-red), saya taruh uang investasi sebesar Rp80 Juta, lalu bulan depannya (Nopember 2025) saya dapat Rp100 Juta, saya dapat keuntungan investasi awal Rp20 Juta. Terjadi kendala saat penarikan berikutnya, saya minta tarik uang selalu diulur-ulur. Kerugian saya pribadi alami, sebesar Rp300 Juta,” ujar sumber inisial ND (28) saat ditemui awak media, Minggu (29/3/2026).
ND menceritakan terhadap Saska selaku owner dari arisan Twins_SJ, sempat ribut karena uang investasinya gagal diambil ND.
“Sempat ribut sama dia, dan dia saat ini sudah keluar dari grup. Diperkirakan di grup ada 150 orang. Perkiraan yang mengalami kerugian 85 orang, mencapai Rp10 Miliar-an. Arisannya tidak hanya di Bali ada di Surabaya juga,” katanya.
“Memang dulu sempat ada yang sudah keluar grup arisan sebelumnya, tapi saya pribadi masih percaya sama dia. Sekarang saya baru sadar kerugian saya banyak. Sekarang supaya dia tidak terus mencari korban baru, dari itu persoalan ini harus di stop, saya harus bicara soal ini,” sambung ND.
Dan menurut ND, anggota yang menanyakan dananya diduga sering mendapat ancaman.
“Saya mau dia tanggung jawab, apalagi dia masih makan enak dan tidur nyenyak, sedangkan kita ngak dapat hak kita. Kami mohon ada keadilan dan sanksi sosial saja buat dia,” bebernya.
Saska diduga tidak sendiri, ia dibantu suaminya inisial WAEW, bahkan menurut keterangan ND saat penyetoran uang arisan Twins_SJ atau investasi, menggunakan nomor rekening pribadi Saska maupun WAEW, untuk meraup keuntungan korbannya.
“Korban-korban lainnya akan segera melaporkan masalah ini, sebab mereka sudah cukup bersabar,” tegasnya.
Korban lainnya, adalah S (26) mengungkapkan kerugian serupa yang dialaminya. Ia diduga diiming-imingi keuntungan dari keikutsertaannya di arisan online arisan Twins_SJ.
“Saya belum ada ikut setahun, memang selama awal ikut lancar. Tapi, seiring jalan banyak member yang mengaku dirugikan. Termasuk dari kerabat dekat saya, tante saya juga dirugikan. Diduga karena saya ikut di gate paling bawah, ngak bisa mengambil keuntungan dengan jumlah besar. Saya minta uang saya kembali, dia tawarkan kalau ambil harus nunggu gate lainnya, tapi kalu mau ambil hari ini harus dipotong 50%. Akhirnya, saya ngak mau nunggu lama dan minta dipotong 50% saja. Dia (owner arisan Twins_SJ) sempat mengiyakan awalnya, pas kita tagih ngak ada, dengan berbagai alasan,” ujar S yang merugi Rp3 Jutaan.
Sementara itu, dari owner arisan online dan investasi Twins_SJ Saska telah dikonfirmasi media Pilarbalinews.com melalui kontak Whatsappnya: +62 813-5333-2752. Saat dikonfirmasi Pukul 21.08 Wita, belum memperoleh dibalas.
“Osa selamat malam bu Saska, mhn izin saya dari media Pilarbalinews, mengkonfirmasi soal adanya dugaan kerugian anggota grup arisan Twins_Sj, apa benar demikian infonya? Mhn izin konfirmasi. Matur suksema🙏🏻🙏🏻,” berikut kutipan pesan WA wartawan Pilarbalinews.com
Namun, saat kontak Saska +62 813-5333-2752 dihubungi kembali melalui telepon WA. Belum ada balasan saat dihubungi Pukul 21.12 Wita dan Pukul 21.14 Wita. Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi balasan dari pihak terkait. PBN001