pilarbalinews.com

Kementerian HAM Ucapkan Selamat HUT Ke-6 JMSI, Pers Dukung Menuju Indonesia Emas

Ket Foto: HUT Ke-6 JMSI menggelar seminar bertema ‘Peran Pers Menopang Indonesia Emas Berbasis Penghormatan terhadap HAM’, Minggu (8/2/2026) di Hotel Horison, Serang, Banten.

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), menggelar seminar dengan tajuk ‘Peran Pers Menopang Indonesia Emas Berbasis Penghormatan Terhadap HAM’, pada Minggu (8/2/2026) di Horison Hotel, Serang, Banten.

Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin mengatakan organisasi JMSI agar lebih maju ke depannya, hingga mampu memberikan informasi akurat ke masyarakat.

“Pertama saya ingin mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada JMSI Ke-6, yang jatuh hari ini 8 Februari 2026. Saya berharap JMSI semakin besar, tidak saja menjadi jaringan perusahaan media yang sekedar memberikan informasi kepada publik dan supaya menjadi bagian dari upaya menjalankan tanggung jawab negara sebagaimana diamanatkan konstitusi,” ujarnya, dalam seminar yang dihadiri pula, Ahli Hukum Dewan Pers Hendrayana, S.H., M.H., serta akademisi Universitas Muhammadiyah Riau, Satria Utama Batubara.

Wamen Mugiyanto menceritakan dalam suatu peristiwa di Tahun 1994, Genosida Rwanda April-Juli 1994 merupakan salah satu tragedi kemanusiaan yang paling mengerikan dalam sejarah, di mana sekitar 800.000 orang, terutama etnis Tutsi dan Hutu moderat, diduga dibunuh dalam waktu singkat. Peristiwa ini diduga dipicu oleh ketegangan etnis yang telah berlangsung lama dan diperburuk oleh pembunuhan presiden Hutu, Juvenal Habyarimana.

BACA JUGA  Beckham Putra Siap Bersaing Masuk Skuad Garuda

“Salah satu penyebabnya saat itu adalah media radio, ketika disiarkan berkali-kali dan berulang kali terhadap suatu etnis, diduga 800 ribu orang meninggal. Penyebabnya diduga media radio. Di sini saya ingin merefleksikan kepada insan pers dan jurnalis, menyimak buku Why Nation Fail dari Daron Acemoglu, ini terkait bagaimana media alih-alih menjadi media untuk memastikan menuju kesejahteraan, tetapi dengan media digital atau alogritma menjadi media terpolarisasi,” tegasnya.

Di sisi lain di Kementerian HAM, Wamen Mugiyanto melihat peranan pers tidak saja sebagai informasi, tetapi pers sebagai aktor demokrasi.

“Pers sebagai aktor demokrasi yang membentuk persepsi publik, mempengaruhi kebijakan, dan menjaga akuntabilitas negar. Melalui konteks Indonesia emas, pembangunan tidak saja bertumpu kepada pembangunan ekonomi, tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas demokrasi dan kemajuan HAM. Pers menjaga nalar publik. Pers juga menjadi instrumen penting dalam menjaga HAM,” bebernya.

BACA JUGA  Terbawa Arus di Pantai Geger Nusa Dua, Wisatawan Perempuan Berhasil Diselamatkan

Sementara itu, Dr. Teguh Santosa selaku Ketua Umum JMSI mengapresiasi kegiatan HUT JMSI Ke-6 serangkaian Hari Pers Nasional. Baginya, sangat penting memberikan perlindungan bagi pekerja pers.

“Pemilik media, potensi ancaman selama bertugas. Seperti diduga dialami Sekjen JMSI Bengkulu yang nyaris ditembak orang tidak dikenal. Ini perlu menjadi perhatian Pak Wamen. Apabila HAM dijamin haknya, maka Indonesia bisa menjadi Indonesia Emas. Maka, lewat terobosan Pak Presiden Prabowo dalam upaya pembentukan Kementerian HAM, agar bisa memberikan jaminan terhadap pekerja Pers,” ucapnya.

Ditambahkan Teguh Santosa bahwa tinggi potensi ancaman terhadap pekerja pers, baik wartawan maupun pemilik media, khususnya di daerah. Menurutnya, perlindungan terhadap insan pers perlu diperluas lagi agar keselamatan dan keamanan mereka lebih terjamin.

“Perlindungan terhadap pekerja pers tidak boleh berhenti pada wartawan saja, tetapi juga harus mencakup pemilik media, terutama di daerah, karena mereka sama-sama memiliki potensi menghadapi ancaman,” tegas Teguh. PBN001